Apakah Donald Trump Mendukung Bashar Al Assad?

Jum'at, 20 Desember 2024 - 05:05 WIB
loading...
A A A
Pencalonannya kemungkinan akan diteliti dengan saksama oleh para senator AS di tengah tuduhan – yang telah dibantahnya – sebagai pembela Assad dan Rusia.

Kecemasan atas misi yang terus berlanjut di Suriah, dan keinginan untuk dapat mengakhirinya, tidak hanya dialami oleh Trump.

5. Trump Tidak Peduli dengan Sekutu Utama AS di Suriah Yakni Kurdi

Namun perbedaan "utama", dan yang paling menimbulkan kecemasan di antara para pendukung Biden, adalah pendekatan Trump terhadap pasukan AS di lapangan dan dukungan Amerika untuk SDF, kata Bassam Barabandi, mantan diplomat Suriah di Washington yang membantu tokoh-tokoh oposisi melarikan diri dari rezim Assad.

"Biden memiliki lebih banyak simpati, koneksi, dukungan terhadap [Kurdi]. Secara historis, ia adalah salah satu senator pertama yang mengunjungi wilayah Kurdi [di Irak utara] setelah invasi Saddam Hussein ke Kuwait," katanya.

"Trump dan orang-orangnya tidak terlalu peduli... mereka mempertimbangkan untuk tidak mengabaikan sekutu mereka, mereka mengerti ini, [tetapi] cara mereka menerapkannya berbeda."

Barabandi, yang mengatakan bahwa ia mendukung retorika nonintervensionis Trump, berpikir presiden terpilih akan menarik pasukan AS "dengan pasti", tetapi dalam jangka waktu bertahap dan dengan rencana yang jelas.

"Ini tidak akan seperti Afghanistan, dalam waktu 24 jam," katanya. "Ia akan mengatakan dalam waktu enam bulan, atau kapan pun, batas waktu untuk itu dan untuk pengaturan segalanya."

Banyak hal mungkin berkisar pada diskusi Trump dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, yang dianggap memiliki hubungan dekat dengannya.

Dukungan Amerika untuk SDF telah lama menjadi sumber ketegangan dengan Turki, yang memandang Unit Pertahanan Rakyat (YPG) - pasukan Kurdi yang menjadi tulang punggung militer SDF - sebagai organisasi teroris.

Sejak Assad jatuh, Turki telah melakukan serangan udara untuk memaksa pejuang Kurdi keluar dari wilayah strategis, termasuk kota Manbij.

Trump mungkin ingin membuat kesepakatan dengan temannya di Ankara yang memungkinkannya menarik pasukan AS dan dapat melihat tangan Turki semakin kuat.

Namun kemungkinan kelompok yang didukung Turki menguasai beberapa wilayah membuat banyak orang khawatir, termasuk Wa'el Alzayat, mantan pakar Suriah di Departemen Luar Negeri AS.

"Tidak mungkin ada kelompok yang berbeda yang menjalankan wilayah yang berbeda di negara ini, mengendalikan sumber daya yang berbeda," tambahnya.

"Ada proses politik, yang menurut saya AS memiliki peran untuk dimainkan, atau hal lain, dan saya berharap mereka menghindari skenario terakhir itu."

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pemimpin Tertinggi Iran...
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Peringatkan Perpecahan setelah Kekalahan Musuh di Medan Perang
Trump Akui Mendamprat...
Trump Akui Mendamprat Netanyahu dengan Makian Kasar: 'Saya Sedikit Terganggu...'
Meski AS-Iran Musuh...
Meski AS-Iran Musuh Bebuyutan, Trump Ingin Bertemu Mojtaba Khamenei
Siapa Bill Pulte? Direktur...
Siapa Bill Pulte? Direktur Intelijen Nasional AS yang Tak Pernah Jadi Agen Rahasia
5 Alasan Perseteruan...
5 Alasan Perseteruan AS dan Israel, Netanyahu Tak Bisa Dikendalikan
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon dan Gaza Meski Netanyahu Dimarahi Trump
Gaya Hidup Miliarder,...
Gaya Hidup Miliarder, Begini Cara Keluarga Trump Membelanjakan Hartanya
Laporan Media: AS Tekan...
Laporan Media: AS Tekan Oman untuk Putuskan Hubungan dengan Iran
Kuwait Tegaskan Tak...
Kuwait Tegaskan Tak Izinkan Negara Mana pun Gunakan Wilayahnya Serang Iran
Rekomendasi
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan 112 DIM RUU Polri ke Komisi III DPR
Manfaat MBG Perlu Diperluas,...
Manfaat MBG Perlu Diperluas, Partai Perindo Dukung Penguatan BGN di Sulut
Pernikahan Membuka Pintu...
Pernikahan Membuka Pintu Rezeki, Benarkah?
Berita Terkini
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Kendaraan Kepala Komando Utara IDF di Lebanon Selatan
Pemimpin Tertinggi Iran...
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Peringatkan Perpecahan setelah Kekalahan Musuh di Medan Perang
Pesawat Nirawak Ukraina...
Pesawat Nirawak Ukraina Serang Crimea, 4 Orang Tewas, 10 Luka
706 Paus dan Lumba-lumba...
706 Paus dan Lumba-lumba Dibantai, Laut Ini Berubah Jadi Perairan Darah
Rusia Ancam Armenia:...
Rusia Ancam Armenia: Tak Lagi Dipasok Minyak Murah Jika Nekat Gabung Uni Eropa!
AS Hendak Kerahkan Senjata...
AS Hendak Kerahkan Senjata Nuklir ke Lebih Banyak Negara NATO, Bisa Bikin Rusia Murka
Infografis
7 Kolonel TNI AL Pecah...
7 Kolonel TNI AL Pecah Bintang, Ada Dankopaska Koarmada RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved