Siapakah Yoon Suk-yeol? Presiden Korea Selatan yang Sedang Galau dan Putus Asa dengan Memberlakukan Status Darurat Militer

Rabu, 04 Desember 2024 - 16:05 WIB
loading...
Siapakah Yoon Suk-yeol?...
Yoon Suk-yeol menjadi presiden Korea Selatan pertama dalam empat dekade yang memberlakukan status darurat militer. Foto/X/@InternetH0F
A A A
SEOUL - Yoon Suk-yeol bersumpah bahwa sebagai presiden Korea Selatan , ia akan “membangun kembali negara besar ini” menjadi negara “yang benar-benar milik rakyat” saat ia menyampaikan pidato pelantikannya pada bulan Mei 2022.

Sebaliknya, masa jabatan kepresidenannya ditandai dengan meningkatnya ketidakpopuleran dan disfungsi politik, yang berpuncak pada hari Selasa dengan deklarasi darurat militer di negara itu untuk pertama kalinya dalam lebih dari empat dekade.

Siapakah Yoon Suk-yeol? Presiden Korea Selatan yang Sedang Galau dan Putus Asa dengan Memberlakukan Status Darurat Militer

1. Presiden yang Tidak Populer ketika Parlemen Dikuasai Oposisi

Melansir The Financial Times, Yoon telah menghadapi tantangan serius sejak awal masa jabatannya, memasuki kekuasaan dengan peringkat persetujuan yang rendah dan parlemen yang didominasi oleh oposisi.

Mantan jaksa berusia 63 tahun itu, yang memainkan peran utama dalam penuntutan sukses mantan presiden Park Geun-hye dan Lee Myung-bak, tidak pernah memegang peran politik sebelum mengumumkan pencalonannya sebagai presiden pada tahun 2021.

Pada tahun 2019, ia diangkat sebagai jaksa agung oleh pendahulunya sebagai presiden, Moon Jae-in yang beraliran liberal — tetapi hubungan mereka memburuk setelah Yoon meluncurkan penyelidikan terhadap menteri kehakiman Moon, yang secara signifikan meningkatkan profil publik Yoon. Setelah pengunduran dirinya pada bulan Maret 2021, Yoon mengamankan nominasi presiden dari partai konservatif People Power.

Dalam pemilihan tahun berikutnya, ia menang tipis atas saingannya yang beraliran liberal dengan hanya 0,73 persen — margin tersempit dalam setiap kontes presiden Korea Selatan.

Yoon sudah merasakan tantangan yang akan dihadapinya dari parlemen yang dikuasai oposisi ketika ia berjuang untuk mendapatkan persetujuan bagi calon kabinet pilihannya, yang empat di antaranya terpaksa mengundurkan diri di tengah tuduhan penyimpangan.

2. Selalu Gagal dalam Meloloskan Undang-undang di Parlemen

Melansir The Financial Times, kesulitan terus berlanjut saat Yoon mencoba meloloskan undang-undang. Hingga Januari 2024, hanya 29 persen dari rancangan undang-undang yang diajukan ke parlemen oleh pemerintahannya yang telah disahkan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Presiden Korea Selatan...
Presiden Korea Selatan Bingung Taegeuk Warriors Tersingkir di Piala Dunia 2026
Laporan Media: Iran...
Laporan Media: Iran - AS Sepakat Hentikan Serangan, Gelar Pertemuan Darurat di Qatar
Duh, AS-Iran Saling...
Duh, AS-Iran Saling Serang Lagi Gara-Gara Salah Menafsirkan MoU Perjanjian Damai
Rekomendasi
Kejutan! Maroko Singkirkan...
Kejutan! Maroko Singkirkan Belanda Lewat Drama Adu Penalti
Malaysia Prediksi Gejolak...
Malaysia Prediksi Gejolak Harga Energi Berlanjut Dua Tahun ke Depan
QuickPro Ajak Trader...
QuickPro Ajak Trader Emas Bangun Kemandirian Analisa
Berita Terkini
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
5 Momen Penyelamatan...
5 Momen Penyelamatan Korban Gempa Venezuela yang Mengharukan
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
Infografis
Kehebatan Drone Warmate...
Kehebatan Drone Warmate yang Dilirik Korea Selatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved