Bukti Video Ungkap Menteri Kehakiman Baru Suriah Pernah Pantau Eksekusi Wanita karena Prostitusi
Senin, 06 Januari 2025 - 08:31 WIB
loading...
Bukti video menunjukkan Menteri Kehakiman baru Suriah, Shadi al-Waisi, pernah memantau eksekusi terhadap seorang wanita atas tuduhan prostitusi di Idlib. Foto/The Levant News
A
A
A
DAMASKUS - Beberapa bukti video menunjukkan Menteri Kehakiman baru Suriah, Shadi al-Waisi, pernah memantau eksekusi terhadap seorang wanita atas tuduhan prostitusi di Idlib.
Video-video tersebut, yang diverifikasi oleh jaringan pemeriksa fakta Verify-sy, memperlihatkan Shadi al-Waisi membacakan hukuman mati kepada dua wanita yang didakwa dengan "prostitusi" dan "kerusakan di bumi" pada tahun 2015.
"Platform Verify-sy melakukan proses verifikasi menyeluruh menggunakan perangkat teknis khusus untuk mencocokkan fitur dan nada suara yang terdengar jelas di setidaknya satu video, dengan fitur dan suara Menteri [Kehakiman] Shadi al-Waisi, yang baru-baru ini muncul dalam beberapa wawancara yang direkam," kata jaringan tersebut dalam sebuah pernyataan.
Baca Juga: Kisah Legenda Mossad Eli Cohen Digantung di Depan Umum oleh Suriah
"Hasilnya menunjukkan tingkat kecocokan yang tinggi, meskipun kualitas rekaman yang diedarkan buruk," lanjut jaringan tersebut, yang dilansir Middle East Eye, Senin (6/1/2025).
Video-video tersebut, yang diverifikasi oleh jaringan pemeriksa fakta Verify-sy, memperlihatkan Shadi al-Waisi membacakan hukuman mati kepada dua wanita yang didakwa dengan "prostitusi" dan "kerusakan di bumi" pada tahun 2015.
"Platform Verify-sy melakukan proses verifikasi menyeluruh menggunakan perangkat teknis khusus untuk mencocokkan fitur dan nada suara yang terdengar jelas di setidaknya satu video, dengan fitur dan suara Menteri [Kehakiman] Shadi al-Waisi, yang baru-baru ini muncul dalam beberapa wawancara yang direkam," kata jaringan tersebut dalam sebuah pernyataan.
Baca Juga: Kisah Legenda Mossad Eli Cohen Digantung di Depan Umum oleh Suriah
"Hasilnya menunjukkan tingkat kecocokan yang tinggi, meskipun kualitas rekaman yang diedarkan buruk," lanjut jaringan tersebut, yang dilansir Middle East Eye, Senin (6/1/2025).
Lihat Juga :