AS Akui Situasi Tak Menentu setelah Pengumuman Darurat Militer di Korea Selatan

Rabu, 04 Desember 2024 - 01:06 WIB
loading...
AS Akui Situasi Tak...
Warga berkumpul untuk menentang penetapan darurat militer di Korea Selatan pada Selasa malam, 3 Desember 2024. Foto/anadolu
A A A
SEOUL - Duta Besar Amerika Serikat (AS) di Korea Selatan (Korsel) Philip Goldberg tetap berpegang pada pernyataan Washington saat ini, yang sejauh ini menghindari kecaman terhadap Presiden Yoon Suk-yeol karena mengumumkan darurat militer.

Goldberg menulis, “Kedutaan besar AS di Seoul dan Departemen Luar Negeri AS memantau dengan saksama pengumuman darurat militer Presiden Yoon baru-baru ini."

"Situasinya tidak menentu," ujar duta besar tersebut dalam unggahan di media sosial.

Sebelumnya, Wakil Menteri Luar Negeri AS Kurt Campbell mengatakan Washington menginginkan resolusi yang mengikuti "aturan hukum".

"Kami mengamati perkembangan terkini di ROK dengan penuh kekhawatiran," ujar Campbell, merujuk pada Korea Selatan dengan nama resminya, Republik Korea.

"Kami memiliki harapan dan ekspektasi bahwa setiap pertikaian politik akan diselesaikan secara damai dan sesuai dengan aturan hukum," papar dia.

Dia menegaskan, "Saya ingin menggarisbawahi bahwa aliansi kami dengan ROK sangat kuat, dan kami mendukung Korea di masa ketidakpastian mereka."

Mantan Presiden Korsel dan pendahulu Yoon, Moon Jae-in telah menyerukan kepada penduduk dan parlemen negara tersebut untuk bersatu demi menjaga demokrasi.

“Demokrasi di Republik Korea sedang dalam kondisi kritis. Saya berharap Majelis Nasional segera turun tangan dan melindungi demokrasi yang sedang runtuh,” ungkap dia dalam unggahan media sosial yang dipublikasikan sebelum parlemen memberikan suara untuk memblokir darurat militer.

Dia menekankan, “Saya juga meminta rakyat bersatu dalam melindungi dan menghidupkan kembali demokrasi serta memberi kekuatan agar Majelis Nasional dapat berfungsi secara normal.”

Sementara itu, kantor berita Korea Selatan Yonhap melaporkan Naver, portal daring, sekarang beroperasi secara normal setelah mengalami beberapa gangguan setelah pengumuman darurat militer.

Yonhap melaporkan Naver "melakukan pemeliharaan darurat atas layanannya" setelah lonjakan lalu lintas menyebabkan gangguan tersebut.

Masalah telah dilaporkan di portal lain, termasuk portal web terbesar kedua di Korea Selatan, Daum. Namun, operator portal tersebut mengatakan tidak ada masalah yang teridentifikasi.

Baca juga: Breaking News! Presiden Korsel Umumkan Darurat Militer
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Siapkan Kemenangan pada...
Siapkan Kemenangan pada Pemilu Pertengahan, Trump Gelar Konvensi Partai Republik
Mahkamah Agung Batalkan...
Mahkamah Agung Batalkan Perintah Kewarganegaraan Berdasarkan Kelahiran Trump
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Donald Trump Raup Rp25...
Donald Trump Raup Rp25 Triliun dari Bisnis Kripto, Lampaui Pendapatan Properti yang Dibangun Puluhan Tahun
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Meningkat Menjadi 1.943 Orang, 10.571 Terluka
Nah, Israel Tangkap...
Nah, Israel Tangkap Pria AS karena Jadi Mata-Mata untuk Iran
Rekomendasi
Hadapi Pemilu 2029,...
Hadapi Pemilu 2029, DPC PPP Lebak Bidik Gen Z lewat Strategi Kreatif dan Inklusif
Kemhan Gandeng Kemenkes...
Kemhan Gandeng Kemenkes Investigasi Kematian 5 Calon Manajer Kopdes
Hary Tanoesoedibjo Harap...
Hary Tanoesoedibjo Harap Atlet Maksimalkan Kemampuan di IIO 2026
Berita Terkini
Siapkan Kemenangan pada...
Siapkan Kemenangan pada Pemilu Pertengahan, Trump Gelar Konvensi Partai Republik
Dunia Fokus ke Iran,...
Dunia Fokus ke Iran, Israel Justru Percepat Perebutan Lahan di Gaza dan Tepi Barat
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Rakyat UEA Menikmati Jaringan Kereta Api
Kesepakatan MiG untuk...
Kesepakatan MiG untuk Drone antara Polandia dan Drone Ukraina Batal, Ini Pemicu Utamanya
Sanksi Dicabut, Iran...
Sanksi Dicabut, Iran Jual Minyak 20% Lebih Mahal
Iran Bersiap Berperang...
Iran Bersiap Berperang Lagi jika MoU Tidak Dilaksanakan, AS dan Sekutunya Ketar-ketir
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved