Filipina Terkejut Kapal Selam Rusia Muncul di Laut China Selatan

Selasa, 03 Desember 2024 - 09:48 WIB
loading...
Filipina Terkejut Kapal...
Filipina terkejut dengan kemunculan kapal selam Ufa Rusia di Laut China Selatan. Foto/Inquirer
A A A
MANILA - Militer Filipina terkejut setelah kapal selam tempur Rusia muncul di Laut China Selatan sejak pekan lalu.

Manila bahkan mengerahkan kapal Angkatan Laut dan pesawat Angkatan Udara untuk menguntit kapal selam Moskow tersebut, yang melintasi Laut China Selatan di lepas pantai barat Filipina.

Diidentifikasi sebagai Ufa, ia merupakan kapal selam kelas Kilo II elektrik-diesel.

Asisten Direktur Jenderal Dewan Keamanan Nasional Filipina Jonathan Malaysia mengatakan kapal selam itu menampakkan dirinya ke permukaan sebagai respons atas kontak radio dua arah Angkatan Laut Filipina.

Menurutnya, kapal itu berdalih sedang dalam perjalanan pulang ke kota Vladivostok di Rusia timur setelah bergabung dalam latihan tempur dengan Angkatan Laut Malaysia.

Baca Juga: Kapal Induk Nuklir AS Tinggalkan Timur Tengah dan Dekati Indonesia, Ada Apa?

"Kapal selam itu, seperti kapal asing lainnya, memiliki hak melintas damai di zona ekonomi eksklusif (ZEE) negara ini, tetapi tetap menimbulkan kekhawatiran ketika terlihat pada hari Kamis sekitar 80 mil laut dari provinsi Mindoro," kata Malaya pada hari Senin.

Juru bicara Angkatan Laut Filipina Roy Vincent Trinidad mengatakan insiden kemunculan kapal selama Rusia itu tidak mengkhawatirkan.

"Tetapi kami terkejut karena ini adalah kapal selam yang sangat unik," katanya kepada AFP, Selasa (3/12/2024).

Menurut laporan TASS, kapal sepanjang 74 meter (243 kaki) itu dipersenjatai dengan sistem rudal yang memiliki jangkauan 12.000 kilometer (7.450 mil).

Malaya mengatakan kapal selam tersebut terlihat setelah muncul ke permukaan karena kondisi terkait cuaca.

Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr mengatakan kapal selam itu mengkhawatirkan.

"Semua itu sangat memprihatinkan," kata Marcos Jr kepada wartawan ketika ditanya tentang kapal selam tersebut.

"Setiap intrusi ke Laut Filipina Barat, ke ZEE kami, ke garis dasar kami sangat mengkhawatirkan."

Marcos Jr menggunakan nama Laut Filipina Barat untuk Laut China Selatan, tempat negaranya bersama Vietnam, Malaysia, dan negara-negara pesisir lainnya menghadapi China yang semakin agresif, yang mengeklaim hampir seluruh jalur air yang sibuk tersebut.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Viral! Kebun Binatang...
Viral! Kebun Binatang China Cari Pemeran Beruang Hitam, Gajinya Rp263,6 Juta
Kerja Sama Yunani-China...
Kerja Sama Yunani-China Diperdebatkan, Legislator Tolak Status 'Mitra Lemah'
Jepang Sangkal Militernya...
Jepang Sangkal Militernya Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk China
China Bikin Replika...
China Bikin Replika Kapal Perang AS untuk Jadi Target Tes Rudal
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
Hadiri LCAW 2026, Menteri...
Hadiri LCAW 2026, Menteri Jumhur Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Raja Charles di London
Pakistan: Ada Pihak...
Pakistan: Ada Pihak yang Ingin Gagalkan Perdamaian AS-Iran
Rekomendasi
Hari Bhayangkara ke-80,...
Hari Bhayangkara ke-80, Kapolri Berangkatkan Umrah Gratis untuk Guru PAUD
Polisi Sita Ratusan...
Polisi Sita Ratusan Perangkat Elektronik di Markas Judi Online Hayam Wuruk, Ini Daftarnya
Sejarah! Mesir Lolos...
Sejarah! Mesir Lolos ke Babak 32 Besar, Iran Masih Tunggu Nasib
Berita Terkini
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved