Ingkar Janji, Presiden Biden Ampuni Putranya atas 2 Kasus Pidana

Senin, 02 Desember 2024 - 10:23 WIB
loading...
A A A
Jaksa penuntut mengatakan Hunter berbohong pada formulir saat membeli revolver Colt Cobra pada bulan Oktober 2018 dengan menyatakan dia bukan pengguna narkoba atau pecandu, meskipun memiliki masalah dengan kokain.

Dua bulan kemudian, Hunter mengaku bersalah atas tuduhan penggelapan pajak federal.

Dia dijadwalkan diadili atas tuduhan pidana karena gagal membayar pajak sebesar USD1,4 juta sementara diduga menghabiskan uang secara boros untuk narkoba, pekerja seks, dan barang-barang mewah.

"Pengampunan penuh dan tanpa syarat" dari Presiden Biden untuk putranya mencakup tuduhan kepemilikan senjata api dan penggelapan pajak federal, yang mana Hunter akan dijatuhi hukuman masing-masing pada tanggal 12 Desember dan 16 Desember.

Dalam pernyataan tersebut, Presiden Biden terus mengatakan: "Tuduhan terhadap Hunter muncul hanya setelah beberapa lawan politik saya di Kongres menghasut mereka untuk menyerang saya dan menentang pemilihan saya."

Presiden 82 tahun itu kemudian mengatakan kesepakatan pembelaan Hunter yang disetujui oleh Departemen Kehakiman, dibatalkan di ruang sidang. "Dengan sejumlah lawan politik saya di Kongres mengaku telah memberikan tekanan politik pada proses tersebut," katanya.

Memperhatikan perjuangan Hunter melawan kecanduan narkoba, presiden menambahkan: "Tidak ada orang waras yang melihat fakta-fakta kasus Hunter dapat mencapai kesimpulan lain selain Hunter dibidik hanya karena dia adalah putra saya—dan itu salah."

"Ada upaya untuk menghancurkan Hunter—yang telah lima setengah tahun sadar, bahkan dalam menghadapi serangan yang tak henti-hentinya dan penuntutan selektif," paparnya.

"Dalam upaya menghancurkan Hunter, mereka telah mencoba menghancurkan saya—dan tidak ada alasan untuk percaya itu akan berhenti di sini. Sudah cukup," imbuh dia.

Presiden Biden kemudian berkata: "Sepanjang karier saya, saya telah mengikuti prinsip sederhana: katakan saja yang sebenarnya kepada rakyat Amerika. Mereka akan bersikap adil."

Dia menegaskan, "Saya percaya pada sistem peradilan," tetapi mengatakan bahwa dia yakin politik yang kasar telah mencemari proses ini dan menyebabkan ketidakadilan.

"Saya berharap rakyat Amerika akan mengerti mengapa seorang ayah dan presiden mengambil keputusan ini," katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
AS Serang Iran 2 Hari...
AS Serang Iran 2 Hari Beruntun, Trump Umbar Ancaman Mengerikan
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Timnas Iran Pulang Tanpa...
Timnas Iran Pulang Tanpa Kekalahan
Hadiri LCAW 2026, Menteri...
Hadiri LCAW 2026, Menteri Jumhur Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Raja Charles di London
Viral! Pesawat Boeing...
Viral! Pesawat Boeing 777-200 Qatar Airways Terbang Sangat Rendah, ternyata...
Rekomendasi
Bukan Perintah Menyerang,...
Bukan Perintah Menyerang, Ini Ayat Al-Quran yang Mengizinkan Perang
Ujian Tahun Pertama...
Ujian Tahun Pertama Kepengurusan AMKI, Mencari Bentuk di Tengah Industri Media
Muncul Wacana Capres-Cawapres...
Muncul Wacana Capres-Cawapres Diusung 3 Parpol Parlemen, Pakar: Kita Berada dalam Bahaya Besar
Berita Terkini
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Ingin Kendalikan Selat...
Ingin Kendalikan Selat Hormuz, Iran Serukan Kerangka Keamanan dengan Negara Arab
Gelombang Panas Terjang...
Gelombang Panas Terjang Prancis, Rumah Duka Kewalahan
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
7 Pekerjaan Pertama...
7 Pekerjaan Pertama Para Pemimpin Dunia yang Tak Banyak Diketahui, Ada yang Jual Teh hingga Jadi Tukang Kayu
Infografis
5 Presiden Indonesia...
5 Presiden Indonesia yang Paling Sering Reshuffle Kabinet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved