Turki Khianati NATO, Dukung Rusia untuk Membela Diri
Rabu, 20 November 2024 - 14:41 WIB
loading...
A
A
A
Presiden Rusia Vladimir Putin telah memperingatkan Barat bahwa penggunaan rudal jarak jauh oleh Kiev akan mengubah karakter konflik Rusia-Ukraina dan menjadikan NATO sebagai peserta langsung dalam permusuhan tersebut.
AS dan sekutunya telah menyalurkan bantuan senilai hampir $200 miliar ke Ukraina sejak 2022, sambil menegaskan hal ini tidak menjadikan mereka sebagai pihak dalam konflik tersebut. Meskipun merupakan negara anggota NATO, Turki belum menerapkan sanksi terhadap Rusia dan telah mempertahankan hubungan dengan Moskow dan Kiev.
Baik Rusia maupun Ukraina adalah tetangga Turki, Erdogan mengatakan kepada wartawan di Brasil, seraya mencatat bahwa Ankara harus melindungi hubungan bilateralnya dengan keduanya. Ketiga negara tersebut berbatasan dengan Laut Hitam.
“Saya berharap bahwa kita akan mencapai gencatan senjata definitif antara Ukraina dan Rusia sesegera mungkin dan mengamankan perdamaian yang telah lama ditunggu-tunggu oleh planet ini,” tambahnya.
Turki menjadi tuan rumah negosiasi awal antara Rusia dan Ukraina pada Maret 2022. Proses yang menjanjikan itu gagal setelah Barat mengisyaratkan dukungan tanpa syarat terhadap Kiev dan keengganan untuk berdamai dengan Moskow.
AS dan sekutunya telah menyalurkan bantuan senilai hampir $200 miliar ke Ukraina sejak 2022, sambil menegaskan hal ini tidak menjadikan mereka sebagai pihak dalam konflik tersebut. Meskipun merupakan negara anggota NATO, Turki belum menerapkan sanksi terhadap Rusia dan telah mempertahankan hubungan dengan Moskow dan Kiev.
Baik Rusia maupun Ukraina adalah tetangga Turki, Erdogan mengatakan kepada wartawan di Brasil, seraya mencatat bahwa Ankara harus melindungi hubungan bilateralnya dengan keduanya. Ketiga negara tersebut berbatasan dengan Laut Hitam.
“Saya berharap bahwa kita akan mencapai gencatan senjata definitif antara Ukraina dan Rusia sesegera mungkin dan mengamankan perdamaian yang telah lama ditunggu-tunggu oleh planet ini,” tambahnya.
Turki menjadi tuan rumah negosiasi awal antara Rusia dan Ukraina pada Maret 2022. Proses yang menjanjikan itu gagal setelah Barat mengisyaratkan dukungan tanpa syarat terhadap Kiev dan keengganan untuk berdamai dengan Moskow.
(ahm)
Lihat Juga :