Ketakutan Perang Nuklir, Swedia Minta Warganya Timbun Makanan dan Air

Selasa, 19 November 2024 - 12:09 WIB
loading...
A A A
Segera setelah peringatan Zelensky muncul, pemerintah Swedia menerbitkan lima juta pamflet untuk warganya, berukuran dua kali lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya.

"Situasi keamanan global meningkatkan risiko penggunaan senjata nuklir. Jika terjadi serangan dengan senjata nuklir, biologi, atau kimia, berlindunglah dengan cara yang sama seperti saat terjadi serangan udara," bunyi instruksi dalam pamflet tersebut, seperti dikutip Daily Mirror, Selasa (19/11/2024).

"Berlindung memberikan perlindungan terbaik. Setelah beberapa hari, radiasi menurun secara signifikan," lanjut instruksi itu, yang juga menyerukan warga menimbun makanan, air dan obat-obatan.

Peringatan mengerikan lainnya, yang telah disampaikan dari bagian tengah pamflet dalam versi yang diperbarui, berbunyi: "Jika Swedia diserang oleh negara lain, kami tidak akan pernah menyerah. Semua informasi yang menyatakan bahwa perlawanan harus dihentikan adalah salah."

Negara tetangga, Finlandia, juga baru saja menerbitkan dan memperbarui sarannya secara daring tentang bersiap menghadapi insiden dan krisis tentang cara mengelola sendiri jika terjadi perang.

Dalam bagian tentang konflik militer, brosur digital menjelaskan bagaimana pemerintah akan menanggapi jika terjadi serangan bersenjata—dengan menyatakan bahwa pihak berwenang "siap untuk membela diri."

Warga Norwegia juga menerima pamflet dari pemerintah yang mendesak mereka untuk mengelola sendiri selama seminggu jika terjadi perang, cuaca ekstrem, dan ancaman lainnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Serangan Rudal Gila-gilaan...
Serangan Rudal Gila-gilaan Rusia Gempur Ibu Kota Ukraina, 27 Orang Tewas
Iran Tegaskan Inspektur...
Iran Tegaskan Inspektur IAEA Tak akan Diberi Akses Apa pun ke Lokasi Nuklir yang Dibom
Rusia Balas Dendam!...
Rusia Balas Dendam! Rudal dan Drone Gempur Ukraina, 11 Orang Tewas
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Pemerintah Rusia Buka...
Pemerintah Rusia Buka Beasiswa S1 hingga S3 untuk Dosen dan Mahasiswa UNEJ
Qatar Ungkap Kemajuan...
Qatar Ungkap Kemajuan Positif dalam Dialog AS-Iran, Negosiasi Bakal Berlanjut
Tragis! Putra Mantan...
Tragis! Putra Mantan Miss World Venezuela Ditemukan Meninggal usai 9 Hari Tertimbun Reruntuhan Gempa
Rekomendasi
Diperiksa Kemendagri...
Diperiksa Kemendagri 8 Jam soal Konten Lagunya, Bupati Purwakarta Minta Maaf dan Akui Salah
Tingginya Kasus Kanker...
Tingginya Kasus Kanker Paru: Tantangan Skrining, Diagnosis, hingga Akses Terapi
Argentina Dipaksa Cape...
Argentina Dipaksa Cape Verde Main 120 Menit
Berita Terkini
Prancis Kerahkan Kapal...
Prancis Kerahkan Kapal Pemburu Ranjau di Selat Hormuz
Iran dan Oman Selesaikan...
Iran dan Oman Selesaikan Kesepakatan Hormuz, Tanpa Peran AS pada Masa Depan Selat
Wakil Menlu Arab Saudi...
Wakil Menlu Arab Saudi dan Keluarga Nasrallah Hadiri Pemakaman Khamenei
IAEA Yakin Persediaan...
IAEA Yakin Persediaan Uranium yang Diperkaya Masih Tersimpan di Fasilitas Nuklir Iran
1.022 Bayi Termasuk...
1.022 Bayi Termasuk dari 21.500 Anak yang Tewas Selama Genosida 1.000 Hari di Gaza
Gelombang Panas Terus...
Gelombang Panas Terus Terjadi, Warga Prancis Serbu Supermarket, Berebut Beli AC
Infografis
Pete Hegseth, Menteri...
Pete Hegseth, Menteri Perang AS yang Dikenal Rasis, Radikal, dan Pemabuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved