Ketakutan Perang Nuklir, Swedia Minta Warganya Timbun Makanan dan Air

Selasa, 19 November 2024 - 12:09 WIB
loading...
A A A
Pada musim panas, badan manajemen darurat Denmark mengonfirmasi bahwa mereka telah mengirim email kepada orang dewasa Denmark tentang makanan, air, dan obat-obatan yang mereka butuhkan untuk melewati krisis selama tiga hari.

Daftar barang yang harus disimpan di rumah termasuk makanan tahan lama seperti kaleng kacang, energy bar, pasta, dan obat-obatan jika terjadi serangan nuklir.

Finlandia memilih untuk tidak mencetak salinan untuk setiap rumah karena akan menghabiskan biaya jutaan dan versi digital dapat diperbarui dengan lebih mudah.

"Kami telah mengirimkan 2,2 juta salinan kertas, satu untuk setiap rumah tangga di Norwegia," kata Tore Kamfjord, yang bertanggung jawab atas kampanye persiapan diri di Direktorat Perlindungan Sipil Norwegia (DSB).

Kremlin memperingatkan pada hari Senin bahwa keputusan Presiden Joe Biden untuk mengizinkan Ukraina menyerang target di dalam Rusia dengan rudal jarak jauh yang dipasok AS menambah "bahan bakar ke api" perang dan akan meningkatkan ketegangan internasional lebih tinggi lagi.

"Jelas bahwa pemerintahan yang akan berakhir di Washington bermaksud untuk mengambil langkah-langkah dan mereka telah membicarakan hal ini, untuk terus menambah bahan bakar ke dalam api dan memprovokasi peningkatan ketegangan lebih lanjut di sekitar konflik ini," kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
2 Pemain Sepak Bola...
2 Pemain Sepak Bola Brasil Masuk Daftar Pembunuhan oleh Situs Ukraina
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Heboh! Pentagon Sempat...
Heboh! Pentagon Sempat Lockdown Usai Sensor Deteksi Antraks, Ternyata Alarm Palsu
Trump Ungkap Heli Tempur...
Trump Ungkap Heli Tempur Apache AS Ditembak Jatuh Iran Pakai Drone
Rekomendasi
Migrasi Pertamax ke...
Migrasi Pertamax ke Pertalite, Subsidi BBM Terancam Jebol Rp19,5 Triliun
Ditahan KPK, Asrul Azis...
Ditahan KPK, Asrul Azis Tersangka Baru Kasus Kuota Haji Ajukan Praperadilan ke PN Jaksel
Kasus Muara Enim, Eks...
Kasus Muara Enim, Eks Penyidik KPK: WTP Penting Bagi Pemda, Malah Jadi Ajang Negosiasi
Berita Terkini
Jenazah Ayatollah Khamenei...
Jenazah Ayatollah Khamenei Akan Dimakamkan pada 9 Juli
PM Pakistan: Perjanjian...
PM Pakistan: Perjanjian Damai Iran dan AS Terwujud dalam 24 Jam Mendatang
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
Pasukan Elite AS Siapkan...
Pasukan Elite AS Siapkan Skenario Caplok Uranium Iran, tapi Kenapa Tidak Dilaksanakan?
Promosikan Startup ke...
Promosikan Startup ke Dunia, Indonesia Gabung London Tech Week
Tak Ingin Bernasib seperti...
Tak Ingin Bernasib seperti Ukraina, Polandia Operasikan Jet Tempur Siluman
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved