Kisah Nishimura Mako, Satu-satunya Wanita yang Gabung Yakuza dan Tak Pernah Kalah Bertarung

Jum'at, 15 November 2024 - 10:04 WIB
loading...
A A A
Hal itu menarik perhatian bos kelompok yakuza setempat, yang memanggilnya ke kantornya. Mako masih ingat kata-kata bos itu sampai hari ini: "Bahkan jika kamu seorang wanita, kamu harus menjadi yakuza."

Gabung Yakuza dan Potong Jari Kelingking


Saat itu, dia telah menjadi beberapa kali masuk pusat penahanan remaja, dan keluarganya telah menghentikan upaya mereka untuk menyelamatkannya.

Dia menerima undangan bos yakuza tersebut dan mulai menjalani kehidupan yang keras sebagai seorang peserta pelatihan yakuza. Dia bergabung bersama sekelompok rekrutan pria, melakukan tugas sehari-hari, dan akhirnya mengambil bagian dalam kegiatan kriminal kelompok tersebut.

Dia akhirnya menjalani upacara sakazuki dengan mengenakan kimono pria, dan bersumpah untuk mengabdikan hidupnya pada jalan yakuza.

Sebagai seorang afiliasi, Mako menjalankan bisnis prostitusi dan narkoba, menagih utang, dan memediasi pertikaian antara kelompok-kelompok yang bermusuhan.

Ketika dia memotong jari kelingkingnya sendiri untuk meminta maaf atas kesalahan kolektif dalam sebuah ritual yang dikenal sebagai yubitsume, dia menyadari bahwa dia memiliki bakat untuk itu.

Anggota yang tidak dapat melakukan amputasi sendiri akan meminta Mako untuk melakukannya, sehingga dia mendapat julukan "ahli pemotongan jari".

Namun kekecewaan muncul saat Mako menginjak usia 30-an, karena sabu-sabu menjadi perdagangan utama kelompoknya dan kecanduannya sendiri mulai berdampak besar.

Dia melarikan diri—ironisnya, dia tetap menjalankan bisnis sabu-sabu secara mandiri. Karena itu, dia dikeluarkan dari kelompok tersebut.

Pada titik ini, dia memulai hubungan dengan seorang anggota kelompok saingan, dan kehamilan mendorongnya untuk memutuskan hubungan dengan dunia yakuza sebagai ganti kehidupan yang tenang saat membesarkan anaknya.

Namun, terlepas dari usahanya, masa lalunya sebagai yakuza—ditandai oleh tato—mencegahnya mendapatkan pekerjaan tetap.

Dia menikahi ayah dari anaknya, yang sekarang menjadi bos yakuza, dan kembali ke bisnis prostitusi dan perdagangan narkoba.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
Kasus Pemuda Tewas di...
Kasus Pemuda Tewas di Selokan Mustikajaya: 4 Orang Ditangkap, Motif Digali Polisi
Mantan Menteri Kehakiman...
Mantan Menteri Kehakiman Korsel Divonis 25 Tahun Penjara Terkait Peran dalam Darurat Militer
Trump Sebut Aset Iran...
Trump Sebut Aset Iran Akan Dikendalikan AS, Ini Respons Keras Teheran
Rekomendasi
Polisi Tangkap Taufik...
Polisi Tangkap Taufik Hidayat Penganiaya Pacar di Bandung lewat Transaksi Belanja
Cristiano Ronaldo dan...
Cristiano Ronaldo dan Perjuangan Melawan Waktu di Piala Dunia 2026
Inggris vs Ghana 0-0,...
Inggris vs Ghana 0-0, Laga Hambar di Boston
Berita Terkini
Oman dan Iran Bentuk...
Oman dan Iran Bentuk Kelompok Kerja Bersama untuk Bahas Pengelolaan Selat Hormuz
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved