35 Tahun Lalu, Runtuhnya Tembok Berlin

Sabtu, 09 November 2024 - 19:17 WIB
loading...
A A A
“Saya tidak tahu harus berbuat apa di sana,” katanya. “Saya tidak punya mata uang barat dan tidak punya sarana untuk membeli minuman.”

Saat orang-orang menyeberangi perbatasan di Bornholmer Strasse, berita menyebar ke penyeberangan perbatasan lainnya dengan orang-orang yang juga ingin menyeberang. Mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan.

Banyak yang berlinang air mata, kenang Eppelmann. “Mereka telah menunggu ini selama 40 tahun. Tidak akan dipaksa beradaptasi lagi.”

Ia telah mengalami penindasan di tangan GDR secara langsung. Karena tekadnya yang kuat untuk melawan arus, negara telah menolak keinginannya untuk menjadi seorang arsitek dan bahkan menjebloskannya ke penjara.

Eppelmann mengingat bagaimana ia merasa bahwa keadaan akhirnya berbeda.

“Sekarang, hidup Anda akan benar-benar berbeda dari sebelumnya.”

Tembok Berlin, yang dulunya merupakan simbol ketakutan, telah kehilangan pengaruhnya.

Dengan orang-orang yang sekarang melintasinya sesuka hati, memanjatnya, dan menari di atasnya untuk merayakan kebebasan yang baru mereka peroleh, tembok itu menjadi tidak lebih dari sekadar simbol ejekan yang segera dihancurkan menjadi puing-puing.

Jerman Timur juga mengalami nasib yang sama.

Tembok Berlin ternyata lebih dari sekadar salah satu pilar utamanya. Tembok itu telah menjadi urat nadi negara yang kini telah meninggalkan tubuhnya yang sekarat.

Kurang dari setahun kemudian, pada tanggal 3 Oktober 1990, Jerman bersatu kembali secara seremonial, Jerman Timur tidak ada lagi. Bangkit dari reruntuhan, Jerman Timur telah jatuh kembali ke dalamnya.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jerman Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
Jerman akan Beli 50.000...
Jerman akan Beli 50.000 Drone Serang untuk Ukraina
Pendiri Telegram: Uni...
Pendiri Telegram: Uni Eropa Berubah Menjadi Republik Pisang
Ini Reaksi 9 Pemimpin...
Ini Reaksi 9 Pemimpin Negara NATO setelah Menerima Hadiah Pistol dari Erdogan
Rencana Volkswagen Buat...
Rencana Volkswagen Buat Rudal dengan Rafael Israel Dihalangi Para Investor Qatar
Berubah Pikiran Lagi,...
Berubah Pikiran Lagi, AS Akan Pasok Rudal Canggih Tomahawk ke Jerman
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
Profil Andy Burnham,...
Profil Andy Burnham, PM Baru Inggris
Ini Alasan Wali Kota...
Ini Alasan Wali Kota New York Mamdani Bersikeras Tangkap Netanyahu
Rekomendasi
Rugi hingga Rp3 Miliar,...
Rugi hingga Rp3 Miliar, Amanda Manopo Tak Sabar Penjarakan Oknum Manajemen
Ruben Onsu Buka Peluang...
Ruben Onsu Buka Peluang Mediasi dengan Sarwendah di Luar Pengadilan, Demi Anak
Pengamat Soroti Rumor...
Pengamat Soroti Rumor Privat di Kasus Febrie: Jangan Geser Fokus dari Substansi Hukum
Berita Terkini
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Kemenangan Besar bagi Riyadh
AS Ancam Malaysia setelah...
AS Ancam Malaysia setelah Anwar Ibrahim Ingin Usir Seluruh Warga Israel
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ungkap Jet Tempur F-16 Ukraina Tembak Jatuh Su-35 Rusia dalam Duel Langit
Ditangkap Pasukan Indonesia,...
Ditangkap Pasukan Indonesia, Ulama Palestina Sheikh Miqdad Dituduh Rencanakan Pengeboman 7 Negara
3 Tentara AS Tewas Diserang...
3 Tentara AS Tewas Diserang Rudal Iran, Trump Salahkan Yordania
Iran Berhasil Serang...
Iran Berhasil Serang Situs CIA, Amerika Curiga Rusia Terlibat
Infografis
Jadwal Cuti Bersama...
Jadwal Cuti Bersama ASN Tahun 2026, Catat Tanggalnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved