Donald Trump Janji Hentikan Perang usai Menang Pilpres AS, Ini Respons Rusia

Kamis, 07 November 2024 - 06:52 WIB
loading...
Donald Trump Janji Hentikan...
Donald John Trump janji hentikan semua perang dalam pidato kemenangan Pilpres AS. Rusia merespons janji Trump dengan hati-hati. Foto/via USA Today
A A A
MOSKOW - Donald John Trump telah berjanji menghentikan berbagai perang di dunia dalam pidato kemenangan pemilihan presiden (Pilpres) Amerika Serikat (AS) pada Rabu waktu Washington.

Pemerintah Rusia mengatakan janji presiden terpilih Amerika itu harus direspons dengan hati-hati.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan politisi sering mengubah retorika mereka setelah memenangkan Pemilu, dan Rusia akan menunggu langkah-langkah spesifik Trump sebelum menarik kesimpulan apa pun.

Baca Juga: BREAKING NEWS-Donald Trump Menang Pilpres AS 2024

Sekadar diketahui, hasil resmi Pilpres AS memang belum diumumkan, namun Trump telah meraih lebih dari 270 electoral vote sehingga melenggang kembali ke Gedung Putih.

Dalam pidato kemenangannya, Trump mengatakan kepada para pendukungnya di Florida, bahwa dia menegaskan kembali janji sebelumnya untuk menghentikan berbagai perang di dunia.

Selama kampanye, politisi Partai Republik ini pernah berjanji untuk menyelesaikan konflik Ukraina dalam waktu 24 jam jika terpilih, dan juga berjanji untuk menghentikan perang di Gaza.

"Cita-cita damai Trump patut dicatat," kata Peskov, sembari menambahkan bahwa masih terlalu dini untuk mengatakan apakah cita-cita itu akan terwujud.

"Setelah kemenangan dan saat memasuki Oval Office, terkadang pernyataan memiliki nada yang berbeda, dan itulah sebabnya kami akan menarik kesimpulan dari kata-kata dan langkah-langkah tertentu," lanjut Peskov, seperti dikutip dari Russia Today, Kamis (7/11/2024).

Baca Juga: Menang Pilpres AS, Trump Janji Hentikan Semua Perang

Dia mencatat bahwa karena Washington adalah pihak utama yang "menghasut dan terus-menerus menyiramkan minyak tanah" ke dalam konflik Ukraina, Washington seharusnya dapat berkontribusi untuk mengakhiri konflik ini dengan mengubah arah kebijakan luar negerinya, meskipun Moskow tidak mengharapkan perubahan apa pun akan segera terjadi.

"Apakah ini akan dilakukan dan bagaimana, kita akan lihat setelah Januari," tegas juru bicara Presiden Rusia Vladimir Putin tersebut, mengacu pada pelantikan pemimpin baru AS, yang akan dilakukan dua setengah bulan setelah Pemilu.

Peskov menekankan bahwa Moskow tetap terbuka untuk berdialog dengan pimpinan AS yang baru.

Peskov mengatakan bahwa dia tidak mengetahui apakah Presiden Putin bermaksud memberi selamat kepada Trump, dengan mencatat bahwa terlepas dari janji-janji Trump, "kita berbicara tentang negara yang tidak bersahabat yang secara langsung dan tidak langsung terlibat dalam perang melawan negara kita."

Dia menegaskan kembali bahwa Moskow menganggap Pilpres AS sebagai masalah internal Washington.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
AS Serang Iran 2 Hari...
AS Serang Iran 2 Hari Beruntun, Trump Umbar Ancaman Mengerikan
Timnas Iran Pulang Tanpa...
Timnas Iran Pulang Tanpa Kekalahan
Hadiri LCAW 2026, Menteri...
Hadiri LCAW 2026, Menteri Jumhur Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Raja Charles di London
Efisiensi, Malaysia...
Efisiensi, Malaysia Tambah WFH bagi PNS Jadi 2 Hari Setiap Pekan
Rekomendasi
Bukan Perintah Menyerang,...
Bukan Perintah Menyerang, Ini Ayat Al-Quran yang Mengizinkan Perang
Dari Sampang, Rihul...
Dari Sampang, Rihul CZ Bangun Peluang Lewat Konten Digital
Muncul Wacana Capres-Cawapres...
Muncul Wacana Capres-Cawapres Diusung 3 Parpol Parlemen, Pakar: Kita Berada dalam Bahaya Besar
Berita Terkini
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Ingin Kendalikan Selat...
Ingin Kendalikan Selat Hormuz, Iran Serukan Kerangka Keamanan dengan Negara Arab
Gelombang Panas Terjang...
Gelombang Panas Terjang Prancis, Rumah Duka Kewalahan
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
7 Pekerjaan Pertama...
7 Pekerjaan Pertama Para Pemimpin Dunia yang Tak Banyak Diketahui, Ada yang Jual Teh hingga Jadi Tukang Kayu
Infografis
Iran-Israel Perang,...
Iran-Israel Perang, Ini Peta Pangkalan Militer AS di Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved