Banjir Bandang Tewaskan 95 Orang di Spanyol, Jalanan Seperti Lautan Mobil

Kamis, 31 Oktober 2024 - 09:26 WIB
loading...
Banjir Bandang Tewaskan...
Banjir bandang menewaskan 95 orang di Spanyol. Jalan-jalan di Sedavi berubah seperti lautan mobil. Foto/ABS-CBN
A A A
SEDAVI - Banjir bandang telah menerjang kota-kota di Spanyol pada Rabu. Sebanyak 95 orang tewas dan jalanan berubah seperti lautan mobil.

Jumlah korban tewas dikhawatirkan bisa bertambah ketika tim penyelamat berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan para korban lainnya.

Ini merupakan banjir paling mematikan di Spanyol dalam lebih dari 50 tahun terakhir. Negara Eropa ini memberlakukan tiga hari masa berkabung, yang akan dimulai pada hari Kamis (31/10/2024).

Baca Juga: Topan Yagi Sudah Tewaskan 226 Orang di Vietnam, Lebih dari 100 Lainnya Hilang

Hujan deras dan angin kencang telah melanda Spanyol sejak awal pekan ini setelah badai terbentuk di Laut Mediterania, dengan hujan turun dalam hitungan jam di beberapa daerah.

Badan yang mengoordinasikan layanan darurat di wilayah Valencia timur mengumumkan jumlah korban tewas sementara sebanyak 92 orang, seraya menambahkan bahwa jenazah masih dalam proses evakuasi dan identifikasi.

Dua orang tewas di Castilla-La Mancha yang berdekatan dan korban lainnya dilaporkan di Andalusia di selatan, kata pemimpin kedua wilayah tersebut kepada wartawan.

"Jumlah korban kemungkinan akan bertambah karena masih banyak orang hilang," kata menteri pemerintah Angel Victor Torres kepada penyiar publik TVE.

Kepala wilayah Valencia, Carlos Mazon, mengatakan kepada wartawan bahwa tidak ada lagi orang yang harus diselamatkan dari atap atau teras melalui udara.

Layanan darurat melakukan 200 penyelamatan di darat dan 70 evakuasi udara sepanjang hari, katanya.

Lautan mobil yang menumpuk dan lumpur membanjiri jalan-jalan di Sedavi, pinggiran kota pesisir Mediterania Valencia, menurut saksi mata kepada AFP.

Warga yang terkejut berusaha membersihkan lumpur dan mengambil ember untuk membuang air dari rumah mereka sebelum malam panjang tanpa air atau listrik.

Di Ribarroja del Turia di pinggiran kota Valencia, anggota dewan kota Esther Gomez mengatakan para pekerja terjebak semalam di kawasan industri tanpa kesempatan untuk menyelamatkan mereka karena sungai meluap.

"Sudah lama sejak kejadian ini dan kami takut," katanya.

Menurut layanan cuaca Spanyol AEMET, kota Chiva, sebelah barat Valencia, mencatat hujan 491 mm hanya dalam delapan jam pada hari Selasa—hampir sama dengan curah hujan satu tahun.

"Seluruh Spanyol menangis bersama kalian semua. Kami tidak akan meninggalkan kalian," kata Perdana Menteri Pedro Sanchez kepada para korban dan keluarga mereka dalam pidato yang disiarkan televisi.

Bencana tersebut belum dapat dianggap berakhir. "Kami akan mengerahkan semua sumber daya yang diperlukan selama diperlukan agar kami dapat pulih dari tragedi ini," imbuh dia.

Raja Felipe VI mengatakan bahwa dia hancur oleh berita tersebut."Saya menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada keluarga para korban, berterima kasih kepada layanan darurat atas tanggapan luar biasa mereka," tulis dia di X.

Menteri Pertahanan Margarita Robles mengatakan kepada wartawan lebih dari 1.000 tentara yang didukung oleh helikopter dikerahkan untuk menghadapi "fenomena yang belum pernah terjadi sebelumnya."

Uni Eropa mengaktifkan sistem satelit Copernicus untuk membantu mengoordinasikan tim penyelamat Spanyol, kata Kepala Komisi Ursula von der Leyen dalam konferensi pers di Brussels.

Blok tersebut juga menawarkan untuk menggunakan mekanisme perlindungan sipilnya guna mengirim bala bantuan lebih lanjut.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
7 Fakta Unik Cape Verde,...
7 Fakta Unik Cape Verde, Negara Kecil yang Bikin Spanyol Frustrasi di Piala Dunia 2026
Spanyol Panggil Dubes...
Spanyol Panggil Dubes Israel Terkait Pencegatan Armada Gaza
Sering Dikritik Spanyol,...
Sering Dikritik Spanyol, AS Ancam Tangguhkan Keanggotaan Negeri Matador di NATO
Investigasi Media: Gereja...
Investigasi Media: Gereja Katolik Spanyol Dilanda Pedofil, 3.084 Orang Jadi Korban
Tegang dengan AS, Negara...
Tegang dengan AS, Negara NATO Ini Merapat ke China
Bukan Negara Muslim,...
Bukan Negara Muslim, tapi Justru Dihukum Israel karena Kecam Kebrutalan Zionis
Pemain Timnas Inggris...
Pemain Timnas Inggris Anthony Gordon Dikeroyok Media Spanyol
Kapal Penangkap Ikan...
Kapal Penangkap Ikan Tenggelam di Lepas Pantai Busan, 2 Awak Asal Indonesia Hilang
Ngeri! Suhu Paris Lebih...
Ngeri! Suhu Paris Lebih Panas daripada Makkah
Rekomendasi
BPS: Sensus Ekonomi...
BPS: Sensus Ekonomi 2026 Bukan untuk Penetapan Pajak Pribadi
Tidak Semua Yoghurt...
Tidak Semua Yoghurt Sehat, Salah Pilih Bisa Bikin Gula Darah Naik
Prabowo Respons Usulan...
Prabowo Respons Usulan Tambahan Beasiswa Doktor bagi Dosen: Akan Kita Tindak Lanjuti
Berita Terkini
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Ingin Kendalikan Selat...
Ingin Kendalikan Selat Hormuz, Iran Serukan Kerangka Keamanan dengan Negara Arab
Gelombang Panas Terjang...
Gelombang Panas Terjang Prancis, Rumah Duka Kewalahan
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
7 Pekerjaan Pertama...
7 Pekerjaan Pertama Para Pemimpin Dunia yang Tak Banyak Diketahui, Ada yang Jual Teh hingga Jadi Tukang Kayu
Infografis
Upaya Mengatasi Banjir...
Upaya Mengatasi Banjir di Jakarta, 13 Sungai Dikeruk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved