Para Bos Teknologi Berbondong-bondong Hadiri Acara Mohammed bin Salman di Arab Saudi

Senin, 28 Oktober 2024 - 15:59 WIB
loading...
A A A
Jumlah dana pasar berkembang yang dikelola secara aktif dengan eksposur Arab Saudi telah meningkat tajam hingga awal tahun ini, tetapi terhenti di sekitar 56% karena ketegangan antara Israel dan Iran meningkat, menurut Copley Fund Research.

Data menunjukkan bahwa jumlah dana yang diinvestasikan di pasar saham Saudi turun sedikit antara Maret dan September tahun ini dan bahwa negara itu adalah yang ketiga terbesar setelah Taiwan dan India.

Ditambah dengan itu, Putra Mahkota Mohammed harus berdamai dengan keterbatasan bahkan sumber daya keuangan Arab Saudi yang besar untuk membayar ambisinya.

Pemerintah, yang diperkirakan akan defisit hingga setidaknya 2027, telah mengatakan beberapa proyek perlu ditunda.

Pada saat yang sama, Dana Investasi Publik (PIF), dana kedaulatan kerajaan yang kuat yang diketuai oleh penguasa de facto, menjadi tempat yang lebih sulit bagi perusahaan asing untuk mendapatkan uang.

Peningkatan fokus pada proyek domestik seperti NEOM senilai USD1,5 triliun telah membuat manajer aset global khawatir bahwa PIF akan memiliki lebih sedikit uang tunai untuk dibelanjakan di luar negeri.

"FII selalu dirancang sebagai mekanisme untuk investasi ke Saudi, namun pada kenyataannya itu telah menjadi peluang bagi para eksekutif asing untuk mendapatkan pembiayaan dari Kerajaan," kata Zaid Belbagi, mitra pengelola konsultan risiko politik Hardcastle Advisory.

"Hotel-hotel yang terjual habis seharga USD500-1000 per malam merupakan indikasi minat internasional yang berkelanjutan."

Penyelenggara acara Riyadh tetap percaya diri, dan sekitar 7.000 orang telah mendaftar untuk menghadiri acara tahun ini.

Angka tersebut lebih tinggi dari angka pada pertemuan puncak tahun lalu, yang berlangsung beberapa hari setelah konflik di kawasan tersebut dimulai.

Ketika ditanya tentang apa yang dibicarakan peserta sebelum acara, Attias dari FII Institute mengatakan bahwa pemilihan umum AS menjadi perhatian utama.

Ada banyak eksekutif yang merasa perkembangan di Timur Tengah bergantung pada hasil pemungutan suara, katanya dalam wawancara televisi Bloomberg pada hari Senin (28/10/2024).

"Meskipun demikian, investor tetap datang terlepas dari apa yang terjadi di dunia," kata Attias. "Pertunjukan harus terus berlanjut."
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
Iran Serang Kuwait,...
Iran Serang Kuwait, Arab Saudi: Itu Jahat!
Imbas Perang Iran, Proyek...
Imbas Perang Iran, Proyek NEOM Arab Saudi Impian Mohammed bin Salman Jadi Berantakan
Arab Saudi Ungkap 1,7...
Arab Saudi Ungkap 1,7 Juta Jemaah Laksanakan Ibadah Haji Tahun Ini
Sekutu Trump: Pangeran...
Sekutu Trump: Pangeran MBS Bisa Akui Israel Hari Ini, Masalahnya Ada di Raja Salman
5 Alasan Trump Ingin...
5 Alasan Trump Ingin Mewujudkan Tatanan Baru dengan Penerapan Perjanjian Abraham kepada Negara Muslim
10 Negara Penguasa Cadangan...
10 Negara Penguasa Cadangan Logam Tanah Jarang Dunia
Belfast Membara! Kerusuhan...
Belfast Membara! Kerusuhan Pecah, Sejumlah Bangunan dan Kendaraan Dibakar
Brutal! Geng Narkoba...
Brutal! Geng Narkoba Tembak Mati 5 Polisi Jelang Pembukaan Piala Dunia di Meksiko
Rekomendasi
PHEV Indonesia 2026:...
PHEV Indonesia 2026: Tahun Ketika BYD Memangkas Harga, Pasar Berlipat Ganda
Refly Harun Pertanyakan...
Refly Harun Pertanyakan Nasib Kasus Roy Suryo Cs: Sudah 30 Kali Wajib Lapor, Kasus Belum Jelas
Perbandingan 5 Varian...
Perbandingan 5 Varian BYD M6 DM: Mana yang Pas untuk Kebutuhan Anda?
Berita Terkini
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Infografis
Arab Saudi Tangguhkan...
Arab Saudi Tangguhkan Visa Warga 14 Negara Termasuk Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved