Korea Selatan Butuh Senjata Nuklir, Berikut 4 Alasannya

Minggu, 20 Oktober 2024 - 23:06 WIB
loading...
Korea Selatan Butuh...
Korea Selatan butuh senjata nuklir karena musuh sudah memilikinya. Foto/Rodong Sinmun
A A A
SEOUL - Korea Selatan harus memiliki pencegah nuklir untuk menjaga tetangganya di utara itu tetap waspada setiap saat. Itu diungkapkan Wali Kota Seoul Oh Se-hoon.

Korea Selatan Butuh Senjata Nuklir, Berikut 4 Alasannya

1. Korea Utara Berambisi Perang dengan Korea Selatan

Dalam sebuah unggahan di Facebook, Oh mengecam apa yang disebutnya sebagai "ancaman yang tak tertahankan" terhadap kotanya, merujuk pada komentar yang dibuat oleh Kim Jong-un, yang baru-baru ini menyebut Korea Selatan sebagai "negara yang bermusuhan."

Sebuah foto yang dirilis oleh Kantor Berita Pusat Korea milik pemerintah Korea Utara menunjukkan pemimpin tertinggi Korea Utara sedang berunding dengan para pejabat tingginya mengenai peta Seoul.

2. Korea Utara Selalu Tebar Ancaman

Oh mengatakan dia merasa "marah" dan "sangat frustrasi" saat menyaksikan Pyongyang "berulang kali melontarkan ancaman" terhadap kotanya, yang terletak hanya sekitar 50 km dari perbatasan.

"Korea Utara telah mengirim balon berisi sampah melintasi perbatasan, yang menyebabkan kerusakan properti dan kebakaran di berbagai tempat. Belum lama ini, mereka bahkan membombardir daerah tepat di depan zona demiliterisasi dan pantai timur," katanya.

Baca Juga: 1.500 Pasukan Korea Utara Segera Dikirim ke Medan Tempur Melawan Tentara Ukraina

3. Korea Utara Sudah Memiliki Senjata Nuklir

Menurut wali kota, Korea Utara hanya berani terlibat dalam "tindakan kurang ajar dan provokatif" tersebut karena memiliki senjata nuklir, sementara Korea Selatan tidak, sehingga menciptakan apa yang disebutnya situasi "asimetris".

"Itulah sebabnya kita harus segera meningkatkan kemampuan pencegahan nuklir kita... Tidak ada cara lain untuk mencapai perdamaian selain dengan memperkuat pertahanan nasional," katanya, tanpa merinci bagaimana dia berencana untuk mencapai prestasi tersebut.

Oh telah menjadi salah satu politisi Korea Selatan paling terkenal yang mengadvokasi Seoul untuk memperoleh persenjataan nuklir. Namun, Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol mengatakan bahwa negaranya tidak ingin membuat senjata nuklirnya sendiri, dan menegaskan kembali janjinya untuk menggandakan upaya dalam mengasah strategi pencegahan nuklir dengan AS, yang telah menyediakan payung nuklir bagi Seoul sejak tahun 1950-an.

Ketegangan di semenanjung Korea telah meningkat dalam beberapa minggu terakhir, dengan Pyongyang mengancam akan membalas apa yang disebutnya sebagai pesawat nirawak militer Korea Selatan yang jatuh di wilayahnya.

4. Pyongyang Sudah Memutus Jalur Transportasi dengan Seoul

Pyongyang juga telah meledakkan jalan dan jalur kereta api di perbatasan sebagai bagian dari "pemisahan bertahap secara menyeluruh" antara Korea Utara dan Selatan, dengan alasan "situasi keamanan yang gawat."

Korea Utara juga menuduh Korea Selatan mengirim pesawat nirawak melintasi perbatasan untuk menyebarkan selebaran yang penuh dengan "propaganda politik dan fitnah."

Korea Utara juga telah berulang kali mengecam latihan militer gabungan Korea Selatan dengan AS, yang dianggapnya sebagai persiapan untuk kemungkinan invasi.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Korea Utara Marah AS...
Korea Utara Marah AS Jual Rudal Canggih ke Korea Selatan, Menyebutnya Ekspor Perang
9 Negara yang Memiliki...
9 Negara yang Memiliki Anggaran Terbesar Mengembangkan Bom Nuklir
Menjaga Persahabatan...
Menjaga Persahabatan atau Menebar Pengaruh, 6 Alasan Xi Jinping Berkunjung ke Korut
Hubungan China dan Korut...
Hubungan China dan Korut Masuki Tahap Awal yang Baru
Korea Utara Bantah Keras...
Korea Utara Bantah Keras Tuduhan AS Soal Ancaman Siber
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Momen PM Inggris Keir...
Momen PM Inggris Keir Starmer Tak Kuasa Menahan Tangis saat Umumkan Mundur
Rekomendasi
Peserta Jumtek PMR-Relawan...
Peserta Jumtek PMR-Relawan Antusias Adu Tangkas Tandu Darurat hingga Belajar Bahasa Isyarat
Disambut Antusias! 86...
Disambut Antusias! 86 SD Ikuti Audisi Liga Bintang Juara GTV di Depok
Disdik Depok Dukung...
Disdik Depok Dukung Penuh Liga Bintang Juara GTV, Jadi Wadah Prestasi Siswa SD
Berita Terkini
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Infografis
Siapa Lebih Unggul Pakistan...
Siapa Lebih Unggul Pakistan atau India dalam Senjata Nuklir?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved