Intelijen AS: Yahya Sinwar Ingin Israel Terseret dalam Perang Regional

Sabtu, 05 Oktober 2024 - 21:40 WIB
loading...
Intelijen AS: Yahya...
Yahya Sinwar ingin Israel terseret dalam perang regional. Foto/Press TV
A A A
WASHINGTON - Pemimpin Hamas Yahya Sinwar ingin Israel terseret ke dalam konflik regional yang lebih luas. Itu diungkapkan New York Times mengutip sumber intelijen AS.

Menurut penilaian intelijen AS , "perang yang lebih besar" di Timur Tengah akan mengalihkan perhatian Israeldan memberi tekanan pada Pasukan Pertahanan Israel (IDF), yang memaksanya untuk mengalihkan fokus dari Gaza ke medan perang lainnya.

Minggu depan menandai satu tahun sejak Hamas melancarkan serangan mendadak ke Israel, yang menanggapinya dengan menyatakan perang terhadap kelompok militan tersebut dan memberlakukan pengepungan hampir total di Gaza. Israel dan Hamas sejak itu telah mengadakan beberapa putaran pembicaraan tidak langsung di Qatar yang bertujuan untuk menengahi gencatan senjata, tetapi sejauh ini gagal membuahkan hasil.

Menurut pejabat yang berbicara kepada surat kabar tersebut, negosiasi tersebut tidak mungkin menghasilkan hasil yang berarti dalam waktu dekat, karena pemimpin baru Hamas, Sinwar, diduga "tidak memiliki niat untuk mencapai kesepakatan" dengan Israel sama sekali. Beberapa pejabat Israel telah mempertanyakan apakah Sinwar masih hidup, tetapi sumber NYT mengatakan AS tidak memiliki bukti yang bertentangan.

Baca Juga:
">AS Tuding Iran Mulai Operasi Serangan ke Komunitas Yahudi di Seluruh Dunia

Menurut sumber tersebut, Sinwar adalah negosiator yang jauh lebih "tidak fleksibel" daripada pendahulunya, Ismail Haniyeh, yang dibunuh di Teheran musim panas ini – diduga oleh Israel. Sinwar juga dilaporkan memilih untuk tidak ikut serta dalam tahap pertempuran saat ini, dengan harapan Israel akan mengalihkan fokus militernya ke Iran dan Hizbullah yang berbasis di Lebanon, sehingga memberi Hamas kesempatan untuk berkumpul kembali.

Baik Iran maupun Hizbullah telah mendukung Hamas dalam perang tersebut, tetapi keterlibatan militer mereka sejauh ini terbatas. Namun, situasi meningkat dalam beberapa minggu terakhir, setelah Israel mengumumkan "fase baru" perangnya melawan kelompok pejuang dan meluncurkan operasi darat di Lebanon.
Halaman :
Lihat Juga :
wa-channel
Follow
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Militer Israel Akhiri...
Militer Israel Akhiri Misi Brigade Givati di Lebanon Selatan setelah 8 Bulan
Trump Sebut Iran Ingin...
Trump Sebut Iran Ingin Selesaikan Masalah, AS Beri Waktu untuk Pemakaman Khamenei
Akankah Pemimpin Tertinggi...
Akankah Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Hadiri Pemakaman Ayahnya?
Prancis Kerahkan Kapal...
Prancis Kerahkan Kapal Pemburu Ranjau di Selat Hormuz
Iran dan Oman Selesaikan...
Iran dan Oman Selesaikan Kesepakatan Hormuz, Tanpa Peran AS pada Masa Depan Selat
Wakil Menlu Arab Saudi...
Wakil Menlu Arab Saudi dan Keluarga Nasrallah Hadiri Pemakaman Khamenei
Rudal AGM-188A Rusty...
Rudal AGM-188A Rusty Dagger, Membentuk Masa Depan Medan Perang
Korban Tewas Gempa Venezuela...
Korban Tewas Gempa Venezuela Hampir Tembus 2.300 Orang, Penyintas Krisis Makanan
Parah! Penjaga Daycare...
Parah! Penjaga Daycare Ini Masukkan Anak yang Rewel ke Dalam Mesin Cuci
Rekomendasi
Emak-emak Kian Banyak...
Emak-emak Kian Banyak Bergabung, DPD Partai Perindo Kota Palu Perkuat Struktur hingga Akar Rumput
Momen Menegangkan Pasukan...
Momen Menegangkan Pasukan TNI Evakuasi Jenazah Pilot AS yang Ditembak OPM di Yahukimo
Jadi Pemeran Utama Film...
Jadi Pemeran Utama Film Foufo, Tretan Muslim Ungkap Misi Film Ini
Berita Terkini
Lebih dari 5.000 Sekolah...
Lebih dari 5.000 Sekolah Buka Pintu bagi Para Peziarah Pemakaman Khamenei
Serangan Balasan Rusia...
Serangan Balasan Rusia ke Ukraina Sangat Mematikan, Ini 4 Alasannya
Militer Israel Akhiri...
Militer Israel Akhiri Misi Brigade Givati di Lebanon Selatan setelah 8 Bulan
Trump Sebut Iran Ingin...
Trump Sebut Iran Ingin Selesaikan Masalah, AS Beri Waktu untuk Pemakaman Khamenei
China Diduga Berupaya...
China Diduga Berupaya Perluas Ekspansi Senjata ke Timur Tengah via Pakistan
Diduga Bantu Pemberontak...
Diduga Bantu Pemberontak Myanmar, India Tangkap Tentara Bayaran Ukraina dan AS
Terpopuler
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved