Setelah 142 Tahun, Militer AS Minta Maaf atas Genosida Suku Asli Alaska

Minggu, 22 September 2024 - 13:06 WIB
loading...
A A A
Bertahun-tahun kemudian, desa Angoon menghadapi kehancuran serupa setelah militer AS menolak memberikan kompensasi atas kematian seorang dukun Lingít.

"Mereka meninggalkan kami tanpa rumah di pantai," kenang seorang anak laki-laki asli berusia 13 tahun yang selamat dari serangan AS, yang kemudian memberikan kesaksian kepada seorang antropolog.

Serangan tersebut merupakan bagian dari sejarah mengerikan perlakuan Barat terhadap penduduk asli Amerika yang sudah ada sejak berabad-abad lalu.

Awal tahun ini, Konferensi Uskup Katolik AS mengeluarkan permintaan maaf atas peran gereja dalam mendirikan sekolah asrama bagi suku Indian di seluruh benua Amerika, yang menyebabkan kematian ratusan anak pribumi.

Pada bulan Februari, seorang anggota Parlemen Alaska meminta maaf atas komentar yang tampaknya meremehkan prevalensi kekerasan seksual terhadap penduduk asli Alaska, di mana penduduk asli masih jauh lebih mungkin menjadi korban pemerkosaan dan kejahatan kekerasan lainnya.

“Kami tidak berperang dengan AS, mereka menyatakan perang terhadap kami,” kata Jackson.
“Tidak ada yang terjadi selain kedatangan militer dan pengeboman desa kami–tidak ada perang. Mereka harus memperbaikinya,” imbuh dia,seperti dikutip Sputnik, Minggu (22/9/2024).
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Nah, Trump Tiba-Tiba...
Nah, Trump Tiba-Tiba Bilang Tak Adil bagi Iran Tidak Punya Rudal Balistik
Rekomendasi
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
RCTI Hadirkan Sinetron...
RCTI Hadirkan Sinetron Komedi Komunal Terbaru Tobat Jatuh Cinta, Kisah Empat Janda di Kampung Sindang Barang!
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved