Cile Gabung dengan Gugatan Afrika Selatan terhadap Genosida oleh Israel di ICJ

Sabtu, 14 September 2024 - 13:15 WIB
loading...
Cile Gabung dengan Gugatan...
Presiden Cile Gabriel Boric. Foto/AP
A A A
SANTIAGO DE CHILE - Cile secara resmi telah mengajukan deklarasi intervensi dalam kasus Afrika Selatan di Mahkamah Internasional (ICJ) yang menuduh Israel melakukan genosida dalam serangan militernya di Jalur Gaza.

‘Kemarin, Cile, dengan mengacu pada Pasal 63 Statuta Mahkamah, mengajukan deklarasi intervensi dalam kasus mengenai Penerapan Konvensi tentang Pencegahan dan Penghukuman Kejahatan Genosida di Jalur Gaza (Afrika Selatan v. Israel) ke Panitera Mahkamah,” ungkap pernyataan ICJ pada hari Jumat (13/9/2024).

Intervensi Cile, yang diajukan berdasarkan Pasal 63 Statuta ICJ, menegaskan kepentingannya dalam penafsiran Konvensi Genosida sebagaimana diterapkan pada kasus tersebut.

Menurut Pasal 63, setiap negara pihak pada konvensi yang sedang dalam pertimbangan hukum berhak untuk melakukan intervensi, sehingga interpretasi ICJ terhadap konvensi tersebut mengikat mereka juga.

“Cile menganggap konstruksi Pasal I, II, III, IV, V, VI, dan IX dari Konvensi Genosida dipertanyakan dalam kasus ini. Dalam deklarasinya, negara itu mengemukakan interpretasinya terhadap ketentuan-ketentuan ini,” ungkap pernyataan itu.

Lebih Banyak Negara


Langkah Cile menggarisbawahi kekhawatirannya atas interpretasi hukum dari ketentuan-ketentuan ini, mengingat beratnya tuduhan yang diajukan dalam serangan gencar di Gaza.

Afrika Selatan dan Israel telah diundang oleh ICJ untuk menyampaikan pengamatan tertulis sebagai tanggapan atas deklarasi Cile.

Putusan pengadilan atas masalah ini akan mengikat tidak hanya pada pihak-pihak yang terlibat tetapi juga pada Cile, sesuai dengan aturan yang mengatur intervensi tersebut.

Pada tanggal 29 Desember tahun lalu, Afrika Selatan mengajukan permohonan untuk memulai proses hukum terhadap Israel terkait dugaan pelanggaran oleh Israel atas kewajibannya berdasarkan Konvensi Genosida terkait dengan warga Palestina di Jalur Gaza.

Negara-negara lain sejak itu telah bergabung dalam kasus ini, termasuk Nikaragua, Kolombia, Libya, Meksiko, Negara Palestina, Spanyol, dan Turki.

Afrika Selatan mengatakan pada Selasa bahwa mereka akan terus melanjutkan kasus tersebut dan akan mengajukan keberatannya bulan depan.

“Afrika Selatan bermaksud memberikan fakta dan bukti untuk membuktikan Israel melakukan kejahatan genosida di Palestina,” ungkap kepresidenan Afrika Selatan. “Kasus ini akan terus berlanjut hingga pengadilan membuat keputusan.”

Negara tersebut memiliki waktu hingga 28 Oktober untuk memberikan argumennya kepada pengadilan PBB untuk kasus tersebut.

Lebih dari 41.000 Orang Palestina Tewas


Melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB yang menuntut gencatan senjata segera, Israel telah menghadapi kecaman internasional di tengah serangan brutalnya yang terus berlanjut di Gaza.

Saat ini sedang diadili di Mahkamah Internasional atas genosida terhadap warga Palestina, Israel telah melancarkan perang yang menghancurkan di Gaza sejak 7 Oktober.

Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, hingga saat ini, 41.118 warga Palestina telah tewas, dan 95.125 lainnya terluka dalam genosida oleh Israel.

Selain itu, 11.000 orang tidak diketahui keberadaannya, diduga tewas di bawah reruntuhan rumah mereka di seluruh Jalur Gaza.

Baca juga: Bos Hamas Yahya Sinwar Surati Nasrallah, Ucapkan Terima Kasih pada Hizbullah
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Dewan Pers Minta Pemerintah...
Dewan Pers Minta Pemerintah Tempuh Jalur Diplomatik Bebaskan Jurnalis yang Ditangkap Israel
Israel Bom Lebanon,...
Israel Bom Lebanon, Iran Murka Bakal Kembali Tutup Selat Hormuz
Israel Berusaha Pengaruhi...
Israel Berusaha Pengaruhi Kebijakan AS, Wapres JD Vance Minta Pejabat Waspada
Rekomendasi
Dear You dan Ketakutan...
Dear You dan Ketakutan yang Salah Arah
7 Fakta Menarik Portugal...
7 Fakta Menarik Portugal Cukur Uzbekistan 5-0: Kebangkitan Ronaldo
Desak Beri Kompensasi...
Desak Beri Kompensasi Akibat Mati Listrik Bergilir, DPR: Jangan Tiap Masalah Rakyat Diminta Sabar
Berita Terkini
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Trump Ungkap Dana Iran...
Trump Ungkap Dana Iran yang Dilepaskan akan Digunakan untuk Beli Barang-barang AS
Pertama Kali, Dokter...
Pertama Kali, Dokter Belanda Suntik Mati Seorang Anak di Bawah Usia 12 Tahun
PBB Mulai Evakuasi 11.000...
PBB Mulai Evakuasi 11.000 Pelaut yang Terdampar di Selat Hormuz
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Infografis
Daftar Negara dengan...
Daftar Negara dengan Pengangguran Terbanyak di ASEAN, Indonesia Urutan Pertama
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved