Siapa Nga wai hono i te po? Ratu Maori Selandia Baru yang Siap Membela Suku Pribumi

Kamis, 12 September 2024 - 15:40 WIB
loading...
A A A
“Ia memiliki keahlian dalam bahasa Māori, adat istiadat Māori – ia adalah contoh dari kata-kata ayahnya: Māori, jadilah Māori.”

3. Membela Suku Maori

Siapa Nga wai hono i te po? Ratu Maori Selandia Baru yang Siap Membela Suku Pribumi

Foto/AP

Pada saat ketegangan antara Maori dan pemerintah mencapai titik tertinggi dalam satu generasi terkait kebijakan yang mencakup pencabutan penggunaan resmi bahasa Māori (te reo Māori) dan memasukkan prinsip-prinsip dokumen pendirian negara ke dalam referendum, pengangkatan Nga wai hono i te po dipandang sebagai simbol kuat dari generasi baru Māori yang melawan.

“Tidak diragukan lagi [peran itu] akan membebani dirinya, tetapi ia tangguh,” kata Roa.

“Jika diberi waktu untuk berduka atas ayahnya, ketahanan itu akan bersinar.”

“Saya pikir makna dan metafora dalam namanya serta fakta bahwa dia sekarang adalah Ratu kita tidak hilang dari ingatan orang Maori,” kata Roa.

Baca Juga: Bermodal Emas Kejuaraan Dunia Biliar, Derin Asaku Sitorus Tatap Turnamen di Selandia Baru

4. Mempertahankan Budaya Maori

Siapa Nga wai hono i te po? Ratu Maori Selandia Baru yang Siap Membela Suku Pribumi

Foto/AP

Dia tumbuh di sekitar keluarganya di Waahi Pā, di wilayah Waikato di Pulau Utara, dengan te reo Māori sebagai bahasa pertamanya. Sebagai anggota dari apa yang dijuluki "generasi kohanga reo", dia menghadiri sekolah-sekolah Maori dengan program pendalaman penuh dan melanjutkan pendidikannya untuk memperoleh gelar master dalam te reo dan tikanga Māori dari Universitas Waikato.

Sejak itu, dia telah menjadi anggota beberapa organisasi Maori, termasuk Kōhanga Reo National Trust dan Waitangi National Trust. Dia juga akan terus menjadi pelindung kompetisi seni pertunjukan Maori nasional Te Matatini.

Nga wai hono i te po telah lama menjadi peserta aktif dan pengajar kapa haka, seni pertunjukan Maori, dan mengatakan kepada universitasnya bahwa ia telah menjalani dan menghirupnya sepanjang hidupnya, dan bahwa seni itu membentuk sebagian kenangan awalnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
6 Fakta Queenstown di...
6 Fakta Queenstown di Selandia Baru yang jadi Kota Persiapan Hadapi Kiamat
Teroris Brenton Tarrant...
Teroris Brenton Tarrant Pembantai 51 Muslim Ajukan Banding dengan Alasan Hukumannya Tak Manusiawi
Putra Gaddafi Dibunuh,...
Putra Gaddafi Dibunuh, Saif al-Islam Pernah Dianggap Pemimpin Libya Berikutnya
Siapa Suku Inuit? Penduduk...
Siapa Suku Inuit? Penduduk Asli Greenland yang Suka Berburu Paus
Deretan Negara-negara...
Deretan Negara-negara yang Pertama Kali Merayakan Tahun Baru 2026
Dari Istana ke Penjara,...
Dari Istana ke Penjara, 8 Mantan Pemimpin Negara yang Dipenjara pada 2025
Gita Wirjawan: Integritas...
Gita Wirjawan: Integritas Harus Jadi Prioritas Memilih Pemimpin
Kapal Penangkap Ikan...
Kapal Penangkap Ikan Tenggelam di Lepas Pantai Busan, 2 Awak Asal Indonesia Hilang
Ngeri! Suhu Paris Lebih...
Ngeri! Suhu Paris Lebih Panas daripada Makkah
Rekomendasi
Mutasi Polri Juni 2026:...
Mutasi Polri Juni 2026: Kombes Aris Supriyono Jabat Kabid Propam Polda Metro Jaya
Babak Pertama: Uruguay...
Babak Pertama: Uruguay vs Spanyol, Blunder Muslera Bawa La Furia Roja Unggul 1-0
Urutan Mandi Wajib Setelah...
Urutan Mandi Wajib Setelah Haid yang Benar agar Sah Melaksanakan Ibadah Fardhu Lagi
Berita Terkini
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved