Siapa Nga wai hono i te po? Ratu Maori Selandia Baru yang Siap Membela Suku Pribumi

Kamis, 12 September 2024 - 15:40 WIB
loading...
A A A
“Saya sedang melatih semua pūkana (ekspresi wajah) saya di depan cermin … ketika ibu saya berjalan melewati saya dan tertawa terbahak-bahak,” kenangnya. “Ia berkata, ‘suatu hari nanti mungkin itu akan terjadi padamu.’”

Pada tahun 2022, selama kunjungan ke London untuk bertemu dengan Pangeran Charles saat itu, Nga wai hono i te po berbicara tentang kepercayaan dirinya mengungkapkan perasaan tentang pertemuan dengan pemimpin Kerajaan.

"Saya merasa marah," katanya dalam sebuah dokumenter dalam bahasa Maori te reo. "Saya orangnya banyak bicara, jadi saya harus berhati-hati."

Namun, hal itu dapat terbukti berguna setelah tahun lalu, di mana ayahnya menjadi tokoh yang semakin menonjol dalam protes nasional terhadap kebijakan pemerintah. Pada bulan Januari, puluhan ribu orang mengindahkan seruan Tuheitia untuk mengadakan rapat umum guna membahas tanggapan, dan pertemuan besar lainnya akan diadakan pada bulan Oktober, yang diharapkan dihadiri oleh Kiingitanga.

Dalam sebuah unggahan di media sosial, Perdana Menteri Christopher Luxon, yang tidak menghadiri penobatan, mengatakan bahwa ia menyambut Ratu baru, "yang meneruskan kepemimpinan yang ditinggalkan oleh ayahnya."

Suku Kiingitanga tidak memiliki garis keturunan, dengan raja yang dipilih oleh dewan tetua dan ahli yang dikenal sebagai Tekau mā rua (Maori untuk 12), yang terdiri dari perwakilan dari banyak suku.

Selama pemakaman Tuheitia selama lima hari, mereka mendengarkan pidato, pidato, dan saran dari seluruh negeri, dan bertemu untuk memutuskan langkah selanjutnya. Ketua Tekau mā rua Che Wilson mengatakan kepada penyiar publik RNZ bahwa raja baru akan membutuhkan waktu untuk beradaptasi.

"Ia masih perlu berduka atas ayahnya," katanya. "Namun, ada beberapa momentum yang diciptakan ayahnya untuk suku Te Iwi Māori."

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
7 Pekerjaan Pertama...
7 Pekerjaan Pertama Para Pemimpin Dunia yang Tak Banyak Diketahui, Ada yang Jual Teh hingga Jadi Tukang Kayu
6 Fakta Queenstown di...
6 Fakta Queenstown di Selandia Baru yang jadi Kota Persiapan Hadapi Kiamat
Teroris Brenton Tarrant...
Teroris Brenton Tarrant Pembantai 51 Muslim Ajukan Banding dengan Alasan Hukumannya Tak Manusiawi
Putra Gaddafi Dibunuh,...
Putra Gaddafi Dibunuh, Saif al-Islam Pernah Dianggap Pemimpin Libya Berikutnya
Siapa Suku Inuit? Penduduk...
Siapa Suku Inuit? Penduduk Asli Greenland yang Suka Berburu Paus
Deretan Negara-negara...
Deretan Negara-negara yang Pertama Kali Merayakan Tahun Baru 2026
Prabowo: Pemimpin yang...
Prabowo: Pemimpin yang Anjurkan Bakar-bakar Itu Pemimpin Pengkhianat
Trump Tuduh China Akses...
Trump Tuduh China Akses Ilegal Data Pemilih AS
Trump Murka Asap Kebakaran...
Trump Murka Asap Kebakaran Hutan Kanada Selimuti Sebagian Besar AS: Tak Bisa Diterima!
Rekomendasi
DNIKS dan Diplomasi...
DNIKS dan Diplomasi Kesejahteraan Sosial Indonesia
Menhut Raja Juli Irit...
Menhut Raja Juli Irit Bicara saat Dicecar Wartawan soal KPK, Hanya Ucapkan Terima Kasih
Cara PAMA Ikut Meningkatkan...
Cara PAMA Ikut Meningkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat
Berita Terkini
Tugas Berat PM Inggris...
Tugas Berat PM Inggris Baru, Memutuskan Apa yang Terjadi jika Ada Perang Nuklir
Warga Yordania Bantu...
Warga Yordania Bantu Iran Menarget Pangkalan Militer AS
Menlu Araghchi: Pengkhianatan...
Menlu Araghchi: Pengkhianatan di Balik Pembunuhan Khamenei Berdampak pada Pengambilan Keputusan
Filipina dan China Bentrok,...
Filipina dan China Bentrok, 1 Tentara Terluka
Makin Kewalahan, Rusia...
Makin Kewalahan, Rusia Pilih Buru Operator Drone Ukraina
AS Akan Rebut Pulau...
AS Akan Rebut Pulau Kharg, Iran: Kita Akan Menyambut
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved