Apakah Drone Naga Bisa Jadi Pengubah Arah Perang Ukraina dan Rusia?

Kamis, 12 September 2024 - 13:25 WIB
loading...
Apakah Drone Naga Bisa...
Drone naga diyakini bisa menjadi pengubah arah perang Ukraina dan Rusia. Foto/AP
A A A
MOSKOW - Ukraina menambahkan senjata pembakar yang belum banyak diketahui ke dalam persenjataannya dalam pertempuran untuk menangkis invasi Rusia yang sedang berlangsung, termasuk drone "penyembur api" yang mengingatkan pada naga.

Pada Rabu, Kementerian Pertahanan Ukraina mengunggah video di platform media sosial X yang memperlihatkan drone Ukraina menghujani apa yang tampak seperti api – tetapi sebenarnya logam cair – ke posisi hutan yang diduga menjadi tempat persembunyian unit Rusia.

“Sebuah ‘pesawat nirawak naga’ ke arah Kharkiv”, demikian bunyi unggahan dari kementerian tersebut, merujuk pada kota terbesar kedua di Ukraina, yang telah menjadi target pengeboman berulang kali oleh Rusia.

Apakah Drone Naga Bisa Jadi Pengubah Arah Perang Ukraina dan Rusia?

1. Kecanggihan Drone Berukuran Kecil

Apakah Drone Naga Bisa Jadi Pengubah Arah Perang Ukraina dan Rusia?

Foto/AP

Analis mengatakan senjata itu adalah pengenalan baru dan inovatif dari senjata kuno ke dalam strategi militer Ukraina yang telah menunjukkan kemahirannya yang meningkat dalam menggunakan pesawat nirawak kecil.

Pesawat nirawak naga membawa zat yang disebut termit. Campuran itu terbuat dari bubuk logam – paling sering aluminium – dan bubuk oksida besi atau karat.

Termit tidak mudah meledak, tetapi menghasilkan panas pada suhu yang sangat ekstrem – lebih dari 2.200 derajat Celsius (4.000 derajat Fahrenheit) – sehingga dapat membakar dan merusak hampir semua bahan – pakaian, pohon dan dedaunan, bahkan kendaraan kelas militer. Termit juga dapat terbakar di bawah air.

Jika digunakan pada manusia, senjata itu bisa berakibat fatal, atau menyebabkan luka bakar yang parah dan kerusakan tulang. Termit juga dapat menyebabkan masalah pernapasan dan trauma psikologis bagi korban.

2. Sangat Presisi dan Efektif

Apakah Drone Naga Bisa Jadi Pengubah Arah Perang Ukraina dan Rusia?

Foto/AP

Menggabungkan thermite dengan drone berpresisi tinggi yang dapat menerobos pertahanan tradisional menjadikan drone Dragon "sangat efektif" dan "berbahaya", menurut organisasi advokasi antiperang yang berbasis di Inggris, Action on Armed Violence (AOAV).

Drone Dragon cenderung terbang rendah karena thermite lebih efektif saat bersentuhan langsung dengan target. Selain memberikan kerusakan yang signifikan, senjata tersebut juga kemungkinan membantu unit Ukraina dalam misi pengintaian. Dengan tutupan dedaunan yang terbakar, kampanye pengeboman lanjutan kemungkinan akan lebih tepat, kata para analis.

Beberapa drone diyakini dikembangkan oleh perusahaan rintisan Ukraina, Steel Hornets, produsen sistem senjata tak berawak swasta. Produk thermite perusahaan tersebut mencakup senjata ringan yang diklaim dapat membakar logam setebal 4 mm dalam waktu kurang dari 10 detik.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Drone Terjang Galilea...
Drone Terjang Galilea Barat Beberapa Menit setelah Netanyahu Pergi
Rusia Intensifkan Serangan,...
Rusia Intensifkan Serangan, Sekjen NATO Justru Berkunjung ke Ukraina
Drone dan Rudal Merusak...
Drone dan Rudal Merusak Bandara Kuwait, Beberapa Orang Terluka, Penerbangan Terganggu
Mantan Direktur CIA...
Mantan Direktur CIA Sebut Perang Drone Picu Bahaya dan Peluang, Ini 5 Alasannya
Negara Tetangga Indonesia...
Negara Tetangga Indonesia Ini dan Sekutunya Kembangkan Drone Bawah Laut
Kelemahan MQ-9 Reaper...
Kelemahan MQ-9 Reaper AS oleh Sistem Pertahanan Udara Iran Dibeberkan
Tanggapi Surat Terbuka,...
Tanggapi Surat Terbuka, Putin Tolak Bertemu Empat Mata dengan Zelensky
Sultan Brunei Rombak...
Sultan Brunei Rombak Kabinet, Angkat Putranya Pangeran Abdul Mateen Jadi Menlu
Rekomendasi
DKPP Pecat Ketua Bawaslu...
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw karena Terbukti Masih Berstatus ASN
Roy Suryo Bandingkan...
Roy Suryo Bandingkan Lamanya Penanganan Kasus Ijazah Jokowi dengan Jessica dan Ferdy Sambo
Klive Beach Club Gandeng...
Klive Beach Club Gandeng Happiness Foundation Gelar CSR Kebahagiaan
Berita Terkini
3 Fakta Penembakan Bayi...
3 Fakta Penembakan Bayi Palestina Berusia 7 Bulan oleh Tentara Israel
Selalu Jadi Target Iran,...
Selalu Jadi Target Iran, Kuwait Beli Senjata Anti-Drone Senilai Rp36 Triliun dari AS
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Putin Klaim Tak Melihat...
Putin Klaim Tak Melihat Adanya Provokasi dari Iran
Hanya Karena Dukung...
Hanya Karena Dukung Iran, Presenter TV Cantik Kuwait Ini Dijatuhi Hukuman Penjara
Negara Anggota NATO...
Negara Anggota NATO Ini Mengalami Kemandulan Kemampuan Militer Terburuk
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved