Apakah Drone Naga Bisa Jadi Pengubah Arah Perang Ukraina dan Rusia?

Kamis, 12 September 2024 - 13:25 WIB
loading...
A A A
Zeppelin Jerman menjatuhkan bom berisi termit selama Perang Dunia I. Serangan udara tersebut dianggap sebagai inovasi pada saat itu. Serangan tersebut juga sering meleset dari sasaran dan menyebabkan banyak korban sipil.

Selama Perang Dunia II, Jerman dan Sekutu menggunakan bom udara termit untuk menghancurkan kendaraan militer satu sama lain.

Zat tersebut ditemukan oleh ahli kimia Jerman Hans Goldschmidt pada tahun 1893 dan dipatenkan pada tahun 1895. Penggunaan komersialnya yang paling awal adalah di kota Essen, Jerman, tempat para pekerja konstruksi menggunakan termit untuk mengelas rel trem.

5. Memiliki Psikologis bagi Tentara Rusia

Apakah Drone Naga Bisa Jadi Pengubah Arah Perang Ukraina dan Rusia?

Foto/AP

Ketakutan akan jatuhnya api cair dari langit setiap saat kemungkinan akan menyebabkan lebih banyak kerusakan psikologis pada musuh daripada kerusakan fisik, kata beberapa ahli.

"Ini adalah perubahan baru dalam ketakutan terhadap pesawat tanpa awak," tulis pakar sejarah militer yang bermarkas di Finlandia, Emil Kastehelmi, di X, seraya menambahkan bahwa dampaknya "mengerikan".

"Bayangkan: tiba-tiba, api mulai turun dari langit, dan tidak ada yang dapat Anda lakukan untuk menghentikannya. Anda tidak dapat memadamkannya dengan air. Rekan-rekan Anda berteriak, terperangkap dalam api, seperti obor manusia."

Namun, Ukraina tampaknya memiliki kemampuan termit yang terbatas saat ini, analis tersebut menambahkan, jadi tidak jelas seberapa banyak Kyiv dapat — atau berencana untuk — menggunakannya sebagai senjata utama.

Beberapa pakar percaya Rusia juga dapat meningkatkan penggunaan pesawat tanpa awak naga jika terbukti efektif untuk Ukraina.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
Presiden Zelensky Pecat...
Presiden Zelensky Pecat Panglima Militer Ukraina, Rusia Untung Besar!
Seorang Tentara AS Tewas...
Seorang Tentara AS Tewas di Irak Saat Buang Amunisi Drone Iran yang Jatuh
30 Drone MQ-9 Reaper...
30 Drone MQ-9 Reaper AS Ditembak Jatuh oleh Militer Iran, Ini 4 Kelemahannya
Makin Kewalahan, Rusia...
Makin Kewalahan, Rusia Pilih Buru Operator Drone Ukraina
Baykar dan Leonardo...
Baykar dan Leonardo Kembangkan Drone MUM-T yang Jadi Andalan Perang Masa Depan
Israel Kerahkan Senjata...
Israel Kerahkan Senjata Super HYPNOSIS untuk Butakan Semua Target Terbang
Koalisi Militer Islam...
Koalisi Militer Islam Gandeng PBB Latih Palestina dan Chad Perangi Pendanaan Terorisme
Ngawur, Menteri Zionis...
Ngawur, Menteri Zionis Ini Klaim Gaza Milik Israel Sesuai Hukum Internasional
Rekomendasi
Ditjen Imigrasi Siapkan...
Ditjen Imigrasi Siapkan Satu Jenis Paspor Nasional, Nomor Tak Berubah Seumur Hidup
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
Berita Terkini
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved