Pasukan Israel Mundur dari Jenin, Serang Wilayah Tepi Barat Lainnya

Sabtu, 07 September 2024 - 12:23 WIB
loading...
Pasukan Israel Mundur...
Seorang pria berjalan di jalan yang rusak setelah serangan tentara Israel di Jenin, Tepi Barat, pada Rabu, 4 September 2024. Foto/AP/Majdi Mohammed
A A A
JENIN - Militer Israel telah mundur dari kota Jenin di Tepi Barat dan kamp pengungsinya setelah serangan militer yang menewaskan banyak orang dan menghancurkan infrastruktur penting.

Kantor berita Palestina Wafa mengonfirmasi pada Jumat (6/9/2024) bahwa pasukan Israel telah mundur dari kota tersebut setelah pengepungan selama 10 hari, tetapi penduduk khawatir tentara akan kembali setelah pindah sementara ke pos pemeriksaan militer di sekitarnya.

Sebanyak 21 warga Palestina, termasuk anak-anak dan orang tua, telah tewas di Jenin selama beberapa hari terakhir, menurut Kementerian Kesehatan Palestina pada Jumat, dan 130 orang lainnya terluka.

Militer Israel mengatakan pada Jumat bahwa pasukannya telah "melakukan aktivitas kontraterorisme di wilayah Jenin", tanpa mengonfirmasi penarikan tersebut.

Dalam pernyataan tertulisnya, disebutkan mereka telah menewaskan 14 orang dan menangkap lebih dari 30 "tersangka" di Jenin selama pengepungan tersebut.

Militer Israel mengklaim menghancurkan sekitar 30 bahan peledak, serta gudang senjata bawah tanah yang terletak di bawah satu masjid dan satu laboratorium untuk produksi bahan peledak.

Militer Israel melancarkan serangan di wilayah utara Tepi Barat pada tanggal 28 Agustus yang menargetkan Jenin dan Tulkarem di antara wilayah lainnya dalam serangan terbesarnya di wilayah yang diduduki tersebut sejak Intifada kedua pada awal tahun 2000-an.

"Warga Palestina di Jenin akhirnya dapat keluar dari rumah mereka dan melihat serta menilai tingkat kerusakan, sementara mereka yang harus meninggalkan kota akhirnya kembali," ujar jurnalis Leila Warah, yang melaporkan dari Ramallah.

Dia mencatat militer Israel masih hadir di wilayah lain di Tepi Barat, dengan serangan di kamp pengungsi Nablus dan Balata serta penggerebekan di wilayah Betlehem, Hebron, dan Ramallah.

Warga Jenin memanfaatkan jeda kekerasan itu untuk mencari-cari di antara puing-puing bangunan yang hancur dan mendata kerusakannya.

Wafa melaporkan pos pemeriksaan militer di sekitar Jenin tetap aktif, sehingga meningkatkan kekhawatiran akan serangan di masa mendatang.

Sebelum penarikan pasukan yang dilaporkan, lima warga Palestina "dipukuli habis-habisan" pada Kamis malam oleh pasukan Israel di pos pemeriksaan militer al-Jalama di utara Jenin, menurut Wafa.

Aziz Taleb, seorang ayah tujuh anak berusia 48 tahun, mengetahui rumah keluarganya yang telah ditinggalinya selama 20 tahun di Jenin telah digerebek.

"Alhamdulillah (anak-anak) sudah pergi sehari sebelumnya. Mereka pergi untuk tinggal bersama tetangga kami," ujar Taleb kepada kantor berita AFP saat dia meninjau kerusakan.

Imra Itisadeh, seorang warga Jenin berusia 60 tahun, mengatakan, "Awalnya, kami tidak ingin pergi. Kemudian, (tentara Israel) menekan kami, dan kami harus meninggalkan rumah kami. Saya pergi bersama suami saya (dengan berjalan kaki)."

Baca juga: Warga Israel Usir Menteri Ben-Gvir dari Pantai di Tel Aviv, Menyebutnya Pembunuh
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Dewan Pers Minta Pemerintah...
Dewan Pers Minta Pemerintah Tempuh Jalur Diplomatik Bebaskan Jurnalis yang Ditangkap Israel
Gempa Dahsyat Venezuela,...
Gempa Dahsyat Venezuela, Bandara Internasional Ditutup hingga Warga Berhamburan ke Jalan
Dobrak Tradisi, Raja...
Dobrak Tradisi, Raja Charles Ungkap Bayar Tagihan Pajak Rp306 Miliar Setahun
Rekomendasi
Pelatih Portugal Kesal...
Pelatih Portugal Kesal Ronaldo Diminta Diistirahatkan: Itu Kekanak-kanakan!
Ketum PB Akuatik Optimistis...
Ketum PB Akuatik Optimistis Skema Anggaran Pelatnas Multiyears Lahirkan Atlet Berprestasi
Kasus Dugaan Pemerasan...
Kasus Dugaan Pemerasan Pengusaha Muda, Ini Tanggapan Kuasa Hukum Tersangka
Berita Terkini
5 Fakta Kim Jong-un...
5 Fakta Kim Jong-un Enggan Berbicara tentang Ibunya, Dijuluki Anak Haram dari Seorang Selir
Ancaman Nyata Zionis...
Ancaman Nyata Zionis Bukan Iran, Industri Militer Israel Berlomba Melawan Drone Hizbullah
3 Alasan Iran Serang...
3 Alasan Iran Serang Kuwait dan Bahrain, Ada Pergerakan Membantu Militer AS
7 Pemimpin yang Mengubah...
7 Pemimpin yang Mengubah Dunia, Fatima al Fihri yang Mendirikan Kampus Pertama di Dunia
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Infografis
7 Wilayah AS yang Diperoleh...
7 Wilayah AS yang Diperoleh dengan Membeli dan Merebut dari Negara Lain
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved