Rusia Pindahkan Pesawat Militer, Ogah Jadi Target Empuk ATACMS Amerika
Jum'at, 06 September 2024 - 08:59 WIB
loading...
A
A
A
Pada akhir Agustus, Rusia melancarkan serangan bertubi-tubi ke jaringan listrik Ukraina, yang melibatkan lebih dari 100 rudal dan digambarkan oleh pejabat Ukraina sebagai salah satu serangan tunggal terbesar sejak perang dimulai.
Serangan ini diikuti oleh serangan rudal ke kota Poltava di Ukraina pada hari Selasa, yang menyebabkan sedikitnya 51 orang tewas dan 200 orang cedera.
"Serangan Rusia tidak akan mungkin terjadi jika kami dapat menghancurkan peluncur milik penjajah di tempat mereka berada, beserta lapangan udara dan logistik militer Rusia," kata Zelensky dalam pidato daring setelah serangan tersebut.
"Memberikan Ukraina izin dan senjata semacam itu jelas merupakan langkah terbesar menuju akhir perang yang nyata dan adil," ujarnya.
Sementara Kirby mengutuk serangan keji terhadap energi dan infrastruktur sipil Ukraina, dia menolak mengumumkan perubahan posisi AS.
"Tidak ada yang berubah tentang kebijakan kami sehubungan dengan serangan jarak jauh di dalam Rusia dan untuk wilayah Rusia," kata Kirby.
Serangan ini diikuti oleh serangan rudal ke kota Poltava di Ukraina pada hari Selasa, yang menyebabkan sedikitnya 51 orang tewas dan 200 orang cedera.
"Serangan Rusia tidak akan mungkin terjadi jika kami dapat menghancurkan peluncur milik penjajah di tempat mereka berada, beserta lapangan udara dan logistik militer Rusia," kata Zelensky dalam pidato daring setelah serangan tersebut.
"Memberikan Ukraina izin dan senjata semacam itu jelas merupakan langkah terbesar menuju akhir perang yang nyata dan adil," ujarnya.
Sementara Kirby mengutuk serangan keji terhadap energi dan infrastruktur sipil Ukraina, dia menolak mengumumkan perubahan posisi AS.
"Tidak ada yang berubah tentang kebijakan kami sehubungan dengan serangan jarak jauh di dalam Rusia dan untuk wilayah Rusia," kata Kirby.
(mas)
Lihat Juga :