Rusia Pindahkan Pesawat Militer, Ogah Jadi Target Empuk ATACMS Amerika

Jum'at, 06 September 2024 - 08:59 WIB
loading...
A A A
Sistem ini, yang diproduksi oleh Lockheed Martin dan memiliki jangkauan maksimum 190 mil, pertama kali dikirim ke Kyiv pada bulan Maret, dan sejak itu telah digunakan dalam serangan terhadap pasukan Rusia di perbatasan Ukraina.

Namun, meskipun Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky terus memohon, AS telah menolak untuk memberikan lampu hijau penggunaan ATACMS untuk serangan lebih jauh di dalam wilayah Rusia.

Pada Juli lalu, Sekretaris Pers Pentagon Pat Ryder mengatakan kepada Voice of America bahwa mengizinkan hal itu dapat mengakibatkan konsekuensi yang tidak diinginkan, yang dapat memperluas batas konflik di luar perbatasan Ukraina.

Menambah pembenaran tersebut, Kirby berpendapat bahwa, bahkan jika AS menyetujui serangan jarak jauh Ukraina, pemindahan senjata Rusia dari perbatasan akan membuat hal ini sebagian besar tidak ada gunanya.

"Argumen bahwa entah bagaimana jika Anda memberi mereka ATACMS dan memberi tahu mereka bahwa tidak apa-apa, mereka akan dapat masuk dan menyerang sebagian besar pesawat dan pangkalan udara Rusia yang sebenarnya digunakan untuk menyerang mereka tidaklah benar. Itu adalah kesalahpahaman," papar Kirby.

Komentar Kirby muncul sebagai tanggapan atas pertanyaan seorang jurnalis, yang mengutip serangan baru-baru ini terhadap infrastruktur energi Ukraina sebagai pembenaran potensial untuk perubahan posisi AS.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Juju Saja, Kita Menyerah'
Militer AS Telah Cabut...
Militer AS Telah Cabut Blokade Iran atas Perintah Trump
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Mojtaba Khamenei: Iran...
Mojtaba Khamenei: Iran dan AS Capai Kesepakatan karena Trump Putus Asa
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
WNI Dikeroyok dan Dianiaya...
WNI Dikeroyok dan Dianiaya di Malaysia, Polisi Amankan 4 Orang yang Terlibat
Ini Alasan Trump Ingin...
Ini Alasan Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran
Rekomendasi
Rizky Billar Laporkan...
Rizky Billar Laporkan Akun Penyebar Fitnah Selingkuh dengan Anak Ramzi
Protes Keras Penangkapan...
Protes Keras Penangkapan Roy Suryo-dr Tifa, Refly Harun: Keduanya Kooperatif Sejak Awal
PLN Rombak Jajaran Direksi,...
PLN Rombak Jajaran Direksi, Darmawan Masih Dirut dan Tambah Posisi Wadirut
Berita Terkini
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Juju Saja, Kita Menyerah'
Militer AS Telah Cabut...
Militer AS Telah Cabut Blokade Iran atas Perintah Trump
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Mojtaba Khamenei: Iran...
Mojtaba Khamenei: Iran dan AS Capai Kesepakatan karena Trump Putus Asa
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved