Negara NATO Ini Akui Banyak Warganya Ikut Perang Bela Rusia di Ukraina

Jum'at, 06 September 2024 - 07:25 WIB
loading...
Negara NATO Ini Akui...
Negara NATO Lithuania akui banyak warganya yang berperang memihak Rusia di Ukraina. Foto/Layanan Pers Kementerian Pertahanan Rusia via AP
A A A
VILNIUS - Lithuania, negara anggota NATO dan Uni Eropa, mengakui bahwa banyak warganya ikut berperang di Ukraina dengan memihak Rusia.

Pengakuan ini disampaikan Menteri Pertahanan Laurynas Kasciunas, yang menuduh mereka yang berperang di pihak Moskow berarti melakukan kejahatan terhadap negaranya sendiri.

Kasciunas mengatakan seorang warga negara Lithuania yang bulan lalu diketahui bertempur di pihak militer Rusia tentu saja tidak sendirian.

Menurutnya, jumlahnya lebih dari satu yang memihak Rusia, tanpa menyebutkan jumlah pastinya.

Baca Juga: NATO Dukung Ukraina Invasi Balik Rusia, Moskow Janjikan Respons Menyakitkan

"Ini adalah tindakan melawan negara Lithuania," ujarnya, seraya menambahkan bahwa mereka yang bertempur di pihak Rusia dikenal oleh otoritas Lithuania dan dapat menghadapi tuntutan hukum.

Bulan lalu, media Lithuania melaporkan bahwa seorang pria dari kota Jurbarkas telah mengunggah video dirinya mengenakan seragam militer Rusia secara daring.

Dalam klip tersebut, pria itu meneriakkan; "Kemuliaan bagi Rusia, salam untuk [Presiden AS Joe] Biden", sebelum akhirnya menembakkan peluncur granat otomatis ke target yang tidak diketahui.

Video tersebut, menurut laporan tersebut, direkam di suatu tempat di zona operasi militer khusus Rusia di Ukraina.

Kasciunas mengonfirmasi pada saat itu bahwa video tersebut asli, tetapi mengatakan bahwa dia tidak dapat memberikan rincian tentang apakah ada warga Lithuania tambahan yang bertugas di militer Rusia.

Warga Lithuania dapat dicabut kewarganegaraannya jika mereka terbukti bersalah bertugas di militer negara lain tanpa izin dari pemerintah.

Mengutip situs berita Lithuania; LRT, Jumat (6/9/2024), Departemen Migrasi Lithuania sedang mempertimbangkan untuk mengambil langkah pencabutan kewarganegaraan terhadap pria asal Jurbarkas tersebut.

Lithuania telah menerapkan sejumlah kebijakan garis keras anti-Rusia sejak perang Ukraina pecah Februari 2022.

Selain menyerahkan lebih dari 1,5% PDB negara tersebut dalam bentuk bantuan militer dan bantuan lainnya ke Ukraina, pemerintah di Vilnius telah menuntut agar Uni Eropa dan NATO menyerahkan lebih banyak senjata dan amunisi dari persediaan mereka sendiri kepada Kyiv.

Pihak berwenang di republik Baltik tersebut juga telah memerintahkan pembongkaran tugu peringatan perang Soviet dan penggalian makam tentara Soviet, sementara beberapa selebritas kelahiran Rusia yang tinggal di Lithuania telah dicabut kewarganegaraannya karena diduga terkait dengan konflik tersebut.

Dalam satu kasus awal tahun ini, balerina Ilze Liepa dicabut kewarganegaraannya karena mengutuk penghancuran monumen Perang Dunia II Soviet di negara-negara Baltik.

Pada akhir tahun 2022, puluhan tentara bayaran Lithuania bertempur di pihak militer Ukraina, menurut laporan LRT.

Hingga Maret ini, 13.387 tentara bayaran asing telah berangkat ke Ukraina untuk bertempur demi Kyiv, menurut data Kementerian Pertahanan Rusia.

Menurut kementerian itu, sekitar 5.962 dari mereka tewas di tangan pasukan Rusia.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Gempa Dahsyat Venezuela,...
Gempa Dahsyat Venezuela, Bandara Internasional Ditutup hingga Warga Berhamburan ke Jalan
Iran Peringatkan Kapal-Kapal:...
Iran Peringatkan Kapal-Kapal: Selat Hormuz Masih Berbahaya!
Rekomendasi
Ketum IPSI Sambut Komitmen...
Ketum IPSI Sambut Komitmen Presiden Prabowo soal Pelatnas Jangka Panjang, Optimistis Pencak Silat Mendunia
Nasabah Mekaar Naik...
Nasabah Mekaar Naik Kelas Capai 2,5 Juta Sepanjang 2025
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Kami Sudah Siapkan Bukti-bukti Kuat di Sidang Kasus Ijazah Jokowi
Berita Terkini
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved