Pakar China Ungkap Senjata Nuklir Bisa Selamatkan Bumi

Kamis, 29 Agustus 2024 - 21:30 WIB
loading...
Pakar China Ungkap Senjata...
Roket SpaceX Falcon 9 yang membawa 21 satelit internet Starlink diluncurkan dari Cape Canaveral, Florida, pada 28 Agustus 2024. Foto/SpaceX/AP
A A A
BEIJING - Senjata nuklir mungkin merupakan cara terbaik untuk melindungi Bumi dari asteroid, menurut para ilmuwan dari program eksplorasi luar angkasa China.

Dalam makalah yang diterbitkan bulan ini di jurnal China SCIENTIA SINICA Technologica, tim peneliti memperingatkan meskipun ada perkembangan terkini dalam teknologi deteksi objek dekat Bumi, ketidakakuratan dapat terjadi, yang berarti umat manusia perlu bersiap menangkis puing-puing luar angkasa.

Dalam studi mereka, para peneliti menganalisis berbagai metode pertahanan dan kelayakannya dalam melindungi planet ini dari asteroid dengan berbagai ukuran, kepadatan, dan periode peringatan.

Temuan mereka menunjukkan dalam waktu singkat, misalnya, satu pekan hingga terjadi benturan, hulu ledak nuklir akan menjadi satu-satunya senjata yang mampu mengubah jalur asteroid untuk menghindari tabrakan.

Berdasarkan analisis mereka, tim menyarankan solusi terbaik untuk melawan potensi ancaman yang ditimbulkan oleh asteroid adalah dengan mengembangkan sistem pertahanan berbasis nuklir global.

Sistem tersebut harus mencakup peluncur cepat yang mampu mengirim hulu ledak nuklir dari darat ke luar angkasa mulai dari tujuh hari hingga satu bulan.

Sistem ini juga harus dilengkapi dengan roket dengan kemampuan serang yang presisi, margin kesalahan kurang dari 100 meter.

Lebih jauh lagi, sistem ini harus memungkinkan pra-penyebaran hulu ledak nuklir di orbit untuk siaga jangka panjang lebih dari sepuluh tahun.

Para peneliti mengatakan mereka menyadari ide mereka menantang karena sejumlah alasan. Pertama, saat ini tidak ada negara yang memiliki kemampuan meluncurkan hulu ledak nuklir ke luar angkasa, yang berarti kendaraan peluncur baru harus dikembangkan.

Kedua, China, bersama dengan sebagian besar negara nuklir lainnya di planet ini, merupakan bagian dari Perjanjian Luar Angkasa 1967 dan Perjanjian Larangan Uji Nuklir Komprehensif, yang melarang para penandatangan menempatkan senjata pemusnah massal di luar angkasa.

Ketiga, ledakan nuklir menyebabkan polusi radioaktif bahkan di luar angkasa, yang menimbulkan ancaman bahaya sekunder bagi Bumi dan benda-benda langit lainnya di sekitarnya.

Para ilmuwan menyimpulkan meskipun ledakan nuklir "memiliki kinerja yang luar biasa untuk membela diri," akan lebih bijaksana untuk mengeksplorasi teknologi lain yang mampu menangkal asteroid, seperti senjata laser berkekuatan tinggi.

Namun, mereka menekankan ancaman asteroid tidak boleh dianggap remeh, karena "potensi risiko dampak asteroid jauh lebih tinggi daripada perkiraan berdasarkan data asteroid yang ditemukan saat ini."

Baca juga: Rusia Tuding Ukraina Menculik Warga Sipil di Kursk
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh Tewaskan 8 Awak, Harganya Rp1,5 Triliun
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh di Pangkalan California, 8 Orang Tewas
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Trump Ingin Buru-Buru...
Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran, Tak Menunggu 19 Juni
Rekomendasi
Pertamina Masuk Fortune...
Pertamina Masuk Fortune Southeast Asia 500, Cermin Kekuatan Ekonomi Nasional di Mata Dunia
Sony Sonjaya Diperiksa...
Sony Sonjaya Diperiksa Kejagung 9 Jam, Daftar Nama terkait Jual Beli Titik SPPG Bertambah Jadi 41 Orang
Soal Rupiah, Tomkur:...
Soal Rupiah, Tomkur: Perlu Koordinasi Kebijakan Lintas Sektor
Berita Terkini
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Infografis
J-36 China Diklaim Bisa...
J-36 China Diklaim Bisa Pecundangi Pesawat Pengebom B-21 AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved