RI Serukan Hentikan Krisis Kemanusiaan di Rakhine State

Rabu, 25 September 2019 - 19:55 WIB
RI Serukan Hentikan...
RI Serukan Hentikan Krisis Kemanusiaan di Rakhine State
A A A
NEW YORK - Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi menyerukan dunia internasional untuk mengambil langkah darurat untuk menyelesaikan krisis Rakhine State. Hal itu disampaikan Retno dalam pertemuan yang membahas situasi terkini di Rakhine State, di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB ke-74 di New York.

"Situasi kemanusiaan di Rakhine State mengharuskan masyarakat internasional mengambil langkah darurat untuk menyelesaikannya," ucap Retno, seperti dikutip Sindonews dari laman resmi Kementerian Luar Negeri Indonesia pada Rabu (25/9).

Retno menuturkan, situasi kemanusiaan semakin memprihatinkan di Rakhine State, khususnya pasca gagalnya upaya repatriasi para pengungsi dari perbatasan Agustus lalu dan semakin besarnya rasa ketidakpercayaan semua elemen dalam penyelesaian krisis ini.

“Kompleksitas isu di Rakhine State, Myanmar tidak dapat dijadikan alasan untuk tidak menemukan solusi penyelesaian krisis kemanusiaan ini," ungkapnya.

Menurut Retno, isu utama yang paling mengganjal penyelesaian krisis kemanusiaan di Rakhine State adalah adanya rasa saling tidak percaya di semua tingkatan, hingga ke lapisan masyarakat di pengungsian dan masyarakat internasional.

Hal penting yang harus segera diciptakan, papar Retno, adalah situasi yang kondusif agar terbangun kembali rasa saling percaya antara semua elemen yang terlibat. “Ini yang sejak awal Indonesia dan ASEAN lakukan untuk menyelesaikan situasi kemanusiaan di Rakhine State," ungkapnya.

Dalam pertemuan tersebut, Retno menyampaikan dua usulan konkrit yang dapat mendorong penyelesaian krisis kemanusian yaitu, pertama, mengatasi kebutuhan para pengungsi yang bersifat darurat. Bagi Indonesia, ungkap Retno, bantuan kemanusiaan harus terus diberikan kepada pengungsi, rasa aman harus segera dijamin sehingga proses repatriasi pengungsi yang aman, sukarela dan bermartabat segera dapat dilakukan.

Kedua, jelas Retno, membantu menciptakan perdamaian yang berkesinambungan melalui pembangunan ekonomi dan pemberdayaan bagi masyarakat Rakhine State. Retno menyebut, fasilitas pendidikan dan kesehatan harus diberikan, roda perekonomian harus segera dapat digerakkan dan hal lain yang cukup penting adalah masyarakat yang toleran dan majumuk harus terus ditumbuhkembangkan.

“Indonesia telah membangun sekolah dan rumah sakit serta pasar rakyat untuk menggerakan sektor ekonomi dan mencukupi kebutuhan kesehatan dan Pendidikan masyarakat di Rakhine State," tukasnya.
(esn)
Berita Terkait
Tetap Bangga, Suporter...
Tetap Bangga, Suporter Lantunkan Nyanyian Terima Kasih untuk Timnas Indonesia U-23
Viral ! Suporter Timnas...
Viral ! Suporter Timnas Indonesia U-23 Salat Berjamaah Sebelum Lawan Australia
Indonesia jadi Tuan...
Indonesia jadi Tuan Rumah Forum Indonesia-Afrika
Omicron Masuk Indonesia,...
Omicron Masuk Indonesia, Ini Kata Epidemiolog Universitas Indonesia
Lezatnya Aneka Kuliner...
Lezatnya Aneka Kuliner Jawa di Event Warisan Budaya Indonesia
Jokowi Janji ke Timnas...
Jokowi Janji ke Timnas RI untuk Buatkan Training Center
Berita Terkini
Rusia Tuding Zelensky...
Rusia Tuding Zelensky Mainkan Permainan Berbahaya dengan Trump
1 jam yang lalu
Hongaria Mundur dari...
Hongaria Mundur dari ICC saat Kunjungan Buronan Penjahat Perang Netanyahu
1 jam yang lalu
Batu Ini Jadi Pengganjal...
Batu Ini Jadi Pengganjal Pintu selama Puluhan Tahun, Ternyata Nilainya Rp18 Miliar
2 jam yang lalu
Kocak! Trump Terapkan...
Kocak! Trump Terapkan Tarif di Kepulauan Tak Dihuni Manusia, Hanya Ada Anjing Laut dan Penguin
4 jam yang lalu
AS Bimbang, Ini 3 Negara...
AS Bimbang, Ini 3 Negara NATO yang Masih Menghalangi Kemenangan Rusia di Ukraina
4 jam yang lalu
Otoritas Palestina Kecam...
Otoritas Palestina Kecam Rencana Israel Makin Pecah Belah Wilayah Gaza
5 jam yang lalu
Infografis
10 Makanan Khas Lebaran...
10 Makanan Khas Lebaran di Indonesia selain Opor dan Ketupat
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved