Blinken: Israel Setuju Menarik Pasukan dari Gaza

Kamis, 22 Agustus 2024 - 18:45 WIB
loading...
Blinken: Israel Setuju...
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken. Foto/AP
A A A
DOHA - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken mengatakan Israel telah setuju menarik pasukannya dari beberapa bagian Gaza sebagai bagian dari upaya yang sedang berlangsung untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata dengan kelompok Palestina Hamas.

Pernyataan Blinken muncul pada Selasa (21/8/2024), menyusul putaran negosiasi terbaru di Qatar.

Berbicara kepada wartawan di Doha, Blinken diminta mengomentari laporan sebelumnya bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah meyakinkan Washington untuk mengizinkan Israel mempertahankan pasukannya di Koridor Philadelphia antara Mesir dan Gaza.

Meskipun dia tidak membagikan rincian spesifik apa pun tentang pembicaraan yang sedang berlangsung, yang dimediasi oleh AS, Mesir, dan Qatar, menteri luar negeri tersebut mengatakan, "Amerika Serikat tidak menerima pendudukan jangka panjang apa pun di Gaza oleh Israel."

Menurut Blinken, perjanjian saat ini yang sedang dibahas "sangat jelas tentang jadwal dan lokasi penarikan (Pasukan Pertahanan Israel) dari Gaza, dan Israel telah menyetujuinya."

Blinken menambahkan usulan terbaru tersebut "mungkin merupakan kesempatan terbaik, mungkin juga kesempatan terakhir" untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata dalam konflik yang telah berlangsung selama sepuluh bulan tersebut.

Dia mengatakan Washington akan melakukan "segala yang mungkin untuk menyelesaikannya."

Komentarnya muncul setelah dilaporkan awal pekan ini bahwa Netanyahu telah memberi tahu keluarga tentara Israel yang gugur bahwa rezim Zionis dalam keadaan apa pun tidak akan meninggalkan Koridor Philadelphia di perbatasan antara Gaza dan Mesir, dan Koridor Netzarim yang membentang antara bagian utara dan selatan daerah kantong Palestina tersebut.

Dia dilaporkan berpendapat wilayah-wilayah ini harus dikontrol untuk mencegah penyelundupan senjata ke daerah kantong tersebut.

Perdana menteri telah menolak mengalah dalam masalah tersebut, menurut penyiar publik Kan, meskipun ada tuntutan dari negosiator Israel yang telah memperingatkan Netanyahu bahwa posisinya akan menghancurkan peluang untuk mencapai kesepakatan.

Blinken juga meminta Israel dan Hamas untuk memiliki "fleksibilitas maksimum" guna mencapai kesepakatan gencatan senjata.

Mengingat desakan Netanyahu untuk tetap berada di dua koridor tersebut, Hamas mengeluarkan pernyataan pada Minggu yang menolak persyaratan terbaru dari kesepakatan gencatan senjata penyanderaan yang dibahas pekan lalu.

Hamas khususnya menyalahkan perdana menteri Israel karena menempatkan hambatan baru dalam perundingan tersebut.

Penjajahan Israel sejak 1948 mendapat perlawanan keras saat pejuang Hamas menyerbu ke Israel selatan dari Gaza pada tanggal 7 Oktober tahun lalu, yang mengakibatkan kematian sekitar 1.100 orang, sementara 200 lainnya disandera.

Serangan Israel menewaskan lebih dari 40.000 warga Palestina, sementara lebih dari 92.000 orang terluka, menurut pejabat kesehatan Gaza.

Baca juga: Hamas Tuding Inggris Bantu Israel dalam Operasi di Gaza
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Ledakan Dahsyat Guncang...
Ledakan Dahsyat Guncang Situs LNG Qatar, 54 Orang Terluka, 18 Hilang
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
Timnas Qatar Hancur-hancuran...
Timnas Qatar Hancur-hancuran di Piala Dunia 2026, Netizen Indonesia Singgung Hukum Karma
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Umumkan Pengunduran Diri
Trump Murka Harga BBM...
Trump Murka Harga BBM di AS Belum Turun Signifikan, Perintahkan Penyelidikan
Rekomendasi
Bank Kalteng Jadi Sponsor...
Bank Kalteng Jadi Sponsor Utama Adhyaksa FC di Super League Musim Depan
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Hari Kedua Audisi Liga...
Hari Kedua Audisi Liga Bintang Juara GTV di Depok, 32 Tim SD Berebut Tiket ke Jakarta
Berita Terkini
Pengaruh Wali Kota Muslim...
Pengaruh Wali Kota Muslim New York Ini Makin Kuat, Siapa yang Didukungnya Menang!
Menteri Zionis: AS Akan...
Menteri Zionis: AS Akan Segera Berada di Jalur Bentrokan dengan Israel
Rusia Klaim Senjata...
Rusia Klaim Senjata Nuklir Jadi Satu-satunya Jaminan pada Perang Global, Ini 3 Alasannya
Bill Gates Ngaku Jadi...
Bill Gates Ngaku Jadi Korban Epstein, tapi Fakta Berbicara Lain
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved