Gelombang Serangan Taliban Guncang Afghanistan, 12 Tewas

Selasa, 25 Agustus 2020 - 20:35 WIB
loading...
Gelombang Serangan Taliban...
Sedikitnya 12 orang tewas dalam gelombang serangan Taliban dalam 24 jam di Afghanistan. Foto/Al Jazeera
A A A
KABUL - Gelombang serangan Taliban mengguncang Afghanistan dalam 24 jam terakhir, menewaskan 12 orang dan sejumlah orang lainnya terluka. Serangan terbaru adalah bom truk Taliban di Afghanistan utara yang menargetkan pangkalan pasukan Afghanistan.

Setidaknya tiga orang, termasuk dua komandan Afghanistan dan seorang warga sipil, tewas dalam serangan truk bom bunuh diri di provinsi Balkd utara. Hal itu diungkapkan juru bicara gubernur provinsi Munir Ahmad Farhad.

Menurut juru bicara korps tentara Afghanistan di utara, Hanif Rezaie, laporan awal militer mengatakan sedikitnya enam komandan dan sekitar 35 warga sipil terluka dalam ledakan itu. Serangan juga menghancurkan atau merusak puluhan rumah warga sipil di dekatnya.

"Sebagian besar warga sipil yang terluka adalah wanita dan anak-anak," kata Rezaie, seperti dikutip dari Al Jazeera, Selasa (25/8/2020).

Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid mengaku kelompoknya bertanggung jawab atas serangan Balkh itu, dengan mengatakan puluhan personel militer tewas.

Warga sipil Afghanistan terus menanggung beban perang di seluruh negeri, meskipun ada upaya untuk meluncurkan pembicaraan damai antara pemerintah Kabul dan Taliban, dan untuk menemukan rencana pasca-perang Afghanistan.

Pembicaraan itu direncanakan berdasarkan perjanjian perdamaian Amerika Serikat (AS)-Taliban yang ditandatangani pada Februari lalu. Namun permulaannya telah terhambat oleh serangkaian penundaan atas pembebasan tahanan. (Baca: AS-Taliban Teken Kesepakatan Damai, Akhiri Perang 19 Tahun )

Juga pada hari Selasa, serangan di pos pemeriksaan pasukan pro-pemerintah di provinsi Ghor barat menewaskan delapan tentara dan melukai lima lainnya. Hal itu dikatakan Arif Aber, juru bicara gubernur provinsi.

Serangan di distrik Shahrak memicu baku tembak selama lima jam.

Tidak ada yang langsung mengaku bertanggung jawab atas serangan itu, tetapi pihak berwenang menyalahkan Taliban.

Di Ibu Kota Kabul, pemboman pinggir jalan menewaskan seorang petugas polisi sementara seorang polisi wanita dan sopirnya terluka ketika penyerang tak dikenal menembaki mereka, kata juru bicara kepala polisi Kabul Ferdaws Faramarz.

Polisi wanita, Saba Saher, juga seorang aktris terkenal, dikatakan dalam kondisi stabil.

Tidak ada yang mengaku bertanggung jawab atas serangan di Kabul.

Secara terpisah, Kementerian Pertahanan mengeluarkan pernyataan pada Senin malam yang mengatakan 91 pejuang Taliban tewas dalam operasi udara dan darat oleh pasukan tentara Afghanistan yang mencoba membuka jalan raya antara Kunduz utara ke distrik Khanabad.

Pernyataan itu mengatakan 50 pejuang Taliban lainnya terluka dalam pertempuran itu dan jalan raya kemudian dibuka kembali untuk lalu lintas.

Menurut laporan PBB yang dirilis pada Juli, 1.282 orang tewas dalam kekerasan di Afghanistan dalam enam bulan pertama tahun 2020. (Baca: 'Deep State' AS Coba Sabotase Pembicaraan Damai Afghanistan )
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Hukum Baru Taliban:...
Hukum Baru Taliban: Diamnya Gadis Perawan Berarti Persetujuan untuk Menikah
Afghanistan: Pakistan...
Afghanistan: Pakistan Bombardir Rumah Sakit Kabul, 400 Orang Tewas!
Taliban Afghanistan...
Taliban Afghanistan Terbuka untuk Dialog setelah Pakistan Bom Kota-kota Besar
Dunia Serukan Penghentian...
Dunia Serukan Penghentian Segera Perang Afghanistan dan Pakistan
Perbandingan Kekuatan...
Perbandingan Kekuatan Militer Pakistan vs Afghanistan: Bak David vs Goliath
Negosiator Iran dan...
Negosiator Iran dan AS Bertemu di Jenewa untuk Babak Baru Pembicaraan Demi Akhiri Perang
Ngeri! Suhu Paris Lebih...
Ngeri! Suhu Paris Lebih Panas daripada Makkah
Rekomendasi
Mesir vs Iran: Misi...
Mesir vs Iran: Misi Bersejarah Tim Melli Berlanjut atau Berakhir?
Babak Pertama: Arab...
Babak Pertama: Arab Saudi vs Cape Verde Imbang Tanpa Gol, Blue Sharks Sementara di Jalur Lolos
Evita: Kebijakan Bebas...
Evita: Kebijakan Bebas Visa Kunjungan Buka Lapangan Kerja dan Gerakkan UMKM
Berita Terkini
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Infografis
3 Alasan Taliban Afghanistan...
3 Alasan Taliban Afghanistan Sangat Siap untuk Serang Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved