China Singkirkan Pejabat Uighur yang Dinilai Bermuka Dua

Sabtu, 17 Agustus 2024 - 10:33 WIB
loading...
A A A
Sebagian besar dasar akademis untuk mengungkap “kamp pendidikan ulang” di Xinjiang berasal dari karya Adrian Zenz, sarjana Austria. Namun, sebuah artikel tahun 2017 oleh Darren Byler, seorang antropolog yang melaporkan pidato seorang pejabat CCP tentang Xinjiang juga penting, karena menginspirasi film “All Static & Noise”.

Artikel Byler melaporkan bahwa pejabat CCP mengumpulkan ribuan mahasiswa dan fakultas di gimnasium Universitas Xinjiang untuk “menjelaskan” versi mereka tentang “Perang Global Melawan Teror”. Dalam pemaparan ini, mereka menggambarkan Uighur dan etnis minoritas lainnya di Xinjiang sebagai “teroris” yang bersalah atas “separatisme”.

Film Dokumenter Uighur


Pada acara tersebut, Sekretaris Partai Universitas Xinjiang, merujuk pada Uighur, menyatakan bahwa “semua gangguan dan kebisingan harus dihilangkan”. Ini adalah sumber judul film dokumenter David Novack.

Dalam sebuah wawancara dengan majalah FilmInk, Novack berkata: "Tujuan film ini adalah untuk mengambil alih kembali bahasa ini, untuk memperkeras suara perlawanan dan menginspirasi massa untuk menantang kebencian yang ada di balik pidato yang berkobar ini."

Film Novack tersebut dilarang beredar di China. Bayangkan betapa paranoidnya China karena mereka melarang film dokumenter tersebut, bahkan sebelum versi finalnya dirilis ke publik.

Novack juga dibayangi dan dibuntuti oleh polisi dan intelijen China, ke mana pun dia pergi untuk mendokumentasikan kisahnya. Dia menambahkan bahwa timnya menghadapi kendala dalam mendistribusikan film tersebut, dengan mengatakan: "Saya tidak mungkin menjual film ini ke Netflix karena platform streaming OTT tersebut menyiarkan atau streaming di China.”

Sifat negara China yang sangat invasif terbukti jelas di Xinjiang, tempat para penguasa terus menggunakan alat yang dimilikinya untuk menganiaya orang-orang Uighur. Hal ini membuat semakin sulit untuk mendeteksi dan melaporkan penganiayaan terhadap orang Uighur.

CCP ingin menghapus identitas dan budaya orang Uighur dan dengan tujuan inilah mereka melakukan kampanye pendidikan ulang.

Dengan masih berkuasanya Xi Jinping, tampaknya Xinjiang akan memberikan rasionalisasi untuk mendeklarasikan kondisi “normal baru” dalam penanganan etnis minoritas di China. Itu tampaknya menjadi tujuan dari upaya terbaru China untuk membersihkan pejabat Uighur.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Akademisi Beijing: Negara...
Akademisi Beijing: Negara Mana Pun yang Berani Perang Nuklir Melawan China Akan Musnah
Uni Eropa Perketat Impor...
Uni Eropa Perketat Impor E-Commerce, Era Paket Murah dari China Mulai Berakhir
China Tembakkan Rudal...
China Tembakkan Rudal Balistik Antarbenua Berkemampuan Nuklir, 6 Negara Protes
China Hukum Mati Mantan...
China Hukum Mati Mantan Pejabat karena Terima Suap Rp5,8 Triliun
AS Ketar-ketir dengan...
AS Ketar-ketir dengan Senjata Nuklir China usai Kapal Selam Beijing Tembakkan Rudal Antarbenua
Jerman Tuding China...
Jerman Tuding China Latih Pasukan Rusia, Beijing: Kita Tidak Memihak
UMKM Nasional Miliki...
UMKM Nasional Miliki Ketangguhan Hadapi Serbuan Produk China
Kebakaran Pabrik Sepatu...
Kebakaran Pabrik Sepatu di China Tewaskan Setidaknya 28 Orang
Wali Kota New York Mamdani...
Wali Kota New York Mamdani Bela Timnas Mesir: Mereka Dirampok Wasit!
Rekomendasi
Harlah ke-28, PKB Canangkan...
Harlah ke-28, PKB Canangkan Gerakan Tanam Sejuta Pohon Nasional
Menutup Kesenjangan...
Menutup Kesenjangan Komunikasi Talenta Indonesia untuk Genjot Kinerja Bisnis di Era AI
Jampidus Mengaku Tak...
Jampidus Mengaku Tak Paham Nama Dirinya Dikaitkan dengan Isu Blackout
Berita Terkini
Abbas Tetapkan 28 November...
Abbas Tetapkan 28 November untuk Pemilu Legislatif Palestina Pertama dalam Lebih dari 20 Tahun
Erdogan Beri Hadiah...
Erdogan Beri Hadiah Pistol dengan Peluru Aktif kepada Para Pemimpin NATO, Ini Maksudnya
Setelah Turki, Giliran...
Setelah Turki, Giliran Mesir Tolak Masuk Kapal Pesiar Pembawa 2.000 Penumpang LGBTQ
Mahathir Mohamad Genap...
Mahathir Mohamad Genap 101 Tahun, Dokter yang Sulap Wajah Malaysia Modern
Mojtaba Akan Pimpin...
Mojtaba Akan Pimpin Doa untuk Ayatollah Ali Khamenei, Bakal Muncul untuk Pertama Kalinya?
Horor! Siswa Daratkan...
Horor! Siswa Daratkan Pesawat Sendirian usai Instruktur Pilot Lompat Bunuh Diri
Infografis
Zion Suzuki, Tembok...
Zion Suzuki, Tembok Samurai Biru yang Bikin Belanda Frustrasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved