6 Gerakan Mahasiswa yang Membawa Perubahan Radikal, dari Revolusi Gen Z hingga Kent State

Kamis, 15 Agustus 2024 - 13:45 WIB
loading...
6 Gerakan Mahasiswa...
Gerakan mahasiswa di berbagai dunia membawa banyak perubahan radikal. Foto/AP
A A A
LONDON - Gerakan mahasiswa masih menjadi motor penggerak dalam mewujudkan perubahan radikal di suatu negara. Yang terbaru adalah revolusi Gen Z di Bangladesh yang mampu menggulingkan diktator.

Gerakan mahasiswa telah tercatat dalam berbagai sejarah mampu menorehkan revolusi untuk menuju kemajuan bagi negara tersebut. Namun, pergerakan tersebut juga kerap diwarnai aksi kerusuhan yang mengorbankan banyak jiwa.

6 Gerakan Mahasiswa yang Membawa Perubahan Radikal, dari Revolusi Gen Z hingga Kent State

1. Revolusi Gen Z Bangladesh Menggulingkan Diktator

6 Gerakan Mahasiswa yang Membawa Perubahan Radikal, dari Revolusi Gen Z hingga Kent State

Foto/AP

Di Bangladesh, unjuk rasa selama berminggu-minggu terhadap sistem kuota untuk pekerjaan pemerintah berubah menjadi pemberontakan besar yang memaksa perdana menteri meninggalkan negara itu dan mengundurkan diri.

Demonstrasi dimulai dengan damai beberapa minggu lalu dan sebagian besar dipimpin oleh mahasiswa yang frustrasi dengan sistem yang menurut mereka menguntungkan mereka yang memiliki hubungan dengan partai yang berkuasa.

Namun, unjuk rasa berubah menjadi kekerasan pada 15 Juli ketika pengunjuk rasa mahasiswa bentrok dengan pejabat keamanan dan aktivis pro-pemerintah. Mantan Perdana Menteri Sheikh Hasina melarikan diri minggu lalu setelah kerusuhan yang menewaskan hampir 300 orang, termasuk mahasiswa dan polisi.

Mahasiswa atau anak muda lainnya sering memainkan peran penting dalam pemberontakan rakyat yang menjatuhkan pemerintah atau memaksa mereka mengubah kebijakan. Berikut beberapa kasus besar lainnya:

2. Protes Gota Go Gama di Sri Lanka

6 Gerakan Mahasiswa yang Membawa Perubahan Radikal, dari Revolusi Gen Z hingga Kent State

Foto/AP

Seperti di Bangladesh, protes yang meluas di Sri Lanka pada tahun 2022 mampu menjatuhkan pemerintah, dan pemuda memainkan peran kunci.

Melansir AP, demonstrasi yang tersebar berubah menjadi protes selama berbulan-bulan yang dimulai pada Maret 2022 ketika krisis ekonomi memburuk di negara kepulauan Samudra Hindia tersebut, yang menyebabkan kekurangan bahan bakar, gas untuk memasak, dan kebutuhan pokok lainnya serta pemadaman listrik yang berkepanjangan.

Pada bulan April, pengunjuk rasa yang sebagian besar dipimpin oleh mahasiswa dan anak muda lainnya menduduki lapangan terbuka yang bersebelahan dengan kantor Presiden Gotabaya Rajapaksa di ibu kota Kolombo, menuntut agar ia dan pemerintahannya mengundurkan diri.

Lebih banyak orang bergabung setiap hari, mendirikan kamp tenda yang dijuluki "Gota Go Gama," atau "Desa Gota Go," plesetan dari nama panggilan Gotabaya, "Gota."

Lokasi protes berlangsung damai, dengan penyelenggara menawarkan makanan, air, toilet, dan bahkan perawatan medis gratis bagi warga. Pemimpin kamp, yang banyak di antaranya adalah mahasiswa, mengadakan jumpa pers harian dan menyampaikan pidato rutin, sementara massa dihibur oleh band dan drama.

Pemerintah bereaksi dengan memberlakukan jam malam, mengumumkan keadaan darurat, mengizinkan militer menangkap warga sipil, dan membatasi akses ke media sosial, tetapi tidak dapat menghentikan protes.

Di bawah tekanan, banyak menteri mengundurkan diri, tetapi Presiden Rajapaksa dan kakak laki-lakinya, Perdana Menteri Mahinda Rajapaksa tetap bertahan.

Pada bulan Mei, pendukung Rajapaksa menyerang kamp protes, yang menuai kecaman luas dari seluruh negeri dan memaksa Perdana Menteri Rajapaksa mengundurkan diri.

Gotabaya Rajapaksa bertahan hingga Juli, ketika para pengunjuk rasa menyerbu kediaman resminya, memaksanya meninggalkan negara itu. Setelah berlindung sementara di Maladewa, Rajapaksa kemudian mengundurkan diri.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Serang Lebih dari...
AS Serang Lebih dari 170 Target di Iran dalam 2 Hari, 3 Anggota IRGC Tewas
Khamenei Dimakamkan...
Khamenei Dimakamkan Hari Ini, Dihadiri Lebih dari 2,3 Juta Orang
Gubernur Bushehr Ungkap...
Gubernur Bushehr Ungkap Target Serangan AS, Pemakaman Khamenei Tak Terdampak
Ledakan Terdengar di...
Ledakan Terdengar di Wilayah PLTN Bushehr, Iran Serang Fasilitas AS di Negara-negara Teluk
Akademisi Beijing: Negara...
Akademisi Beijing: Negara Mana Pun yang Berani Perang Nuklir Melawan China Akan Musnah
Trump Tolak Seruan Netanyahu...
Trump Tolak Seruan Netanyahu agar AS Tak Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
AS Incar Tuan Rumah...
AS Incar Tuan Rumah Piala Dunia Antarklub 2029
IRGC Tuduh AS Serang...
IRGC Tuduh AS Serang Infrastruktur Iran, Tiga Orang Tewas dalam Serangan di Ahvaz
AS Serang Iran Lagi,...
AS Serang Iran Lagi, Bandara Jadi Target
Rekomendasi
Prancis vs Maroko Belum...
Prancis vs Maroko Belum Kick-off, Jurnalis Malah Adu Jotos
Viral Surat Edaran Peningkatan...
Viral Surat Edaran Peningkatan Kewaspadaan, Ini Penjelasan Kejagung
PNM Bawa Suara Jutaan...
PNM Bawa Suara Jutaan Pengusaha Ultra Mikro di Halal Expo Indonesia 2026
Berita Terkini
AS Serang Lebih dari...
AS Serang Lebih dari 170 Target di Iran dalam 2 Hari, 3 Anggota IRGC Tewas
Delegasi Hamas Kembali...
Delegasi Hamas Kembali ke Kairo, Pembicaraan Fokus Fase Kedua Gencatan Senjata
Khamenei Dimakamkan...
Khamenei Dimakamkan Hari Ini, Dihadiri Lebih dari 2,3 Juta Orang
Gubernur Bushehr Ungkap...
Gubernur Bushehr Ungkap Target Serangan AS, Pemakaman Khamenei Tak Terdampak
Ledakan Terdengar di...
Ledakan Terdengar di Wilayah PLTN Bushehr, Iran Serang Fasilitas AS di Negara-negara Teluk
Peti Jenazah Khamenei...
Peti Jenazah Khamenei Mendarat di Kota Mashhad Menjelang Pemakamannya
Infografis
10 Figur Publik Penerima...
10 Figur Publik Penerima Beasiswa LPDP, dari Mutiara Baswedan hingga Maudy Ayunda
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved