Meski Bertaruh Nyawa, 939 Napi California Ikut Jadi Petugas Pemadam di Los Angeles dengan Dibayar Rp95.000 Per Hari

Sabtu, 11 Januari 2025 - 20:25 WIB
loading...
Meski Bertaruh Nyawa,...
Narapidana AS hanya dibayar murah untuk menjadi petugas pemadam kebakaran di Los Angeles. Foto/X/@karatademada
A A A
LOS ANGELES - Hampir 1.000 narapidana pria dan wanita telah bergabung di garis depan dalam pertempuran melawan kebakaran hutan yang memecahkan rekor yang membakar California selatan.

Jumlah yang dikerahkan - sekarang 939 - adalah bagian dari program sukarelawan yang telah berjalan lama yang dipimpin oleh Departemen Pemasyarakatan dan Rehabilitasi California (CDCR).

Jumlah mereka terus meningkat sejak Selasa, hari ketika kebakaran mematikan mulai menyebar tak terkendali melalui Los Angeles.

Melansir BBC, lebih dari 10.000 bangunan telah hancur dan 37.000 hektar lahan terbakar, saat ribuan pekerja darurat turun ke daerah Los Angeles untuk memadamkan api.

Setidaknya 11 orang tewas dalam kebakaran hutan, kata para pejabat.

Para petugas pemadam kebakaran yang dipenjara telah direkrut dari antara 35 kamp kebakaran konservasi yang dikelola oleh negara, fasilitas keamanan minimum tempat para narapidana menjalani hukuman mereka dan menerima pelatihan. Dua dari kamp tersebut diperuntukkan bagi para wanita yang dipenjara.

Lebih dari 900 petugas pemadam kebakaran yang dipenjara yang digunakan merupakan sekitar setengah dari 1.870 petugas pemadam kebakaran narapidana dalam skema tersebut.

Di lapangan, mereka dapat terlihat mengenakan pakaian oranye penjara yang disematkan bersama anggota Departemen Kehutanan dan Perlindungan Kebakaran California (Cal Fire).

Baca Juga: Indonesia Makin Menguat dalam Percaturan Geopolitik
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Trump: Jika Iran Tak...
Trump: Jika Iran Tak Berperilaku Baik, Kita Akan Jatuhkan Bom di Kepala Mereka
Rekomendasi
Threshold DPRD Dinilai...
Threshold DPRD Dinilai Reduksi Demokrasi Lokal, Gardian Muhammad Minta Reformasi Politik Substantif
Bukan Sekadar Healing,...
Bukan Sekadar Healing, Ini Tren Wisata Psikologis yang Sedang Berkembang di Indonesia
Prancis Naik Pitam!...
Prancis Naik Pitam! Siap Jegal Iran soal Tarif Tol di Selat Hormuz
Berita Terkini
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
Infografis
Daftar Negara dengan...
Daftar Negara dengan Pengangguran Terbanyak di ASEAN, Indonesia Urutan Pertama
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved