AS Segera Cabut Larangan Penjualan Senjata Mematikan ke Arab Saudi
Sabtu, 10 Agustus 2024 - 18:10 WIB
loading...
A
A
A
Berdasarkan hukum AS, transaksi senjata internasional utama harus ditinjau oleh anggota Kongres sebelum menjadi final. Anggota parlemen Demokrat dan Republik telah mempertanyakan penyediaan senjata ofensif ke Arab Saudi dalam beberapa tahun terakhir, dengan menyebutkan sejumlah masalah termasuk korban sipil akibat operasi militernya di Yaman dan berbagai masalah hak asasi manusia.
Namun, penentangan itu telah melunak di tengah kekacauan di Timur Tengah menyusul serangan mematikan Hamas pada 7 Oktober terhadap Israel dan karena perubahan dalam pelaksanaan operasi militer di Yaman.
Sejak Maret 2022 - ketika Saudi dan Houthi memasuki gencatan senjata yang dipimpin PBB - tidak ada serangan udara Saudi di Yaman dan tembakan lintas batas dari Yaman ke kerajaan itu sebagian besar telah berhenti, kata pejabat pemerintah.
"Kami juga mencatat langkah positif yang telah diambil Kementerian Pertahanan Saudi selama tiga tahun terakhir untuk secara substansial meningkatkan proses mitigasi bahaya sipil mereka, sebagian berkat kerja keras para pelatih dan penasihat AS," kata pejabat Departemen Luar Negeri tersebut.
Baca Juga: Israel Mengebom Aula Sekolah saat Ratusan Orang Sedang Salat Subuh
Perang Yaman dipandang sebagai salah satu dari beberapa pertempuran proksi antara Iran dan Arab Saudi. Houthi menggulingkan pemerintah yang didukung Saudi dari Sanaa pada akhir tahun 2014 dan telah berperang melawan aliansi militer yang dipimpin Saudi sejak tahun 2015, konflik yang telah menewaskan ratusan ribu orang dan membuat 80% penduduk Yaman bergantung pada bantuan kemanusiaan.
Namun, penentangan itu telah melunak di tengah kekacauan di Timur Tengah menyusul serangan mematikan Hamas pada 7 Oktober terhadap Israel dan karena perubahan dalam pelaksanaan operasi militer di Yaman.
Sejak Maret 2022 - ketika Saudi dan Houthi memasuki gencatan senjata yang dipimpin PBB - tidak ada serangan udara Saudi di Yaman dan tembakan lintas batas dari Yaman ke kerajaan itu sebagian besar telah berhenti, kata pejabat pemerintah.
"Kami juga mencatat langkah positif yang telah diambil Kementerian Pertahanan Saudi selama tiga tahun terakhir untuk secara substansial meningkatkan proses mitigasi bahaya sipil mereka, sebagian berkat kerja keras para pelatih dan penasihat AS," kata pejabat Departemen Luar Negeri tersebut.
Baca Juga: Israel Mengebom Aula Sekolah saat Ratusan Orang Sedang Salat Subuh
Perang Yaman dipandang sebagai salah satu dari beberapa pertempuran proksi antara Iran dan Arab Saudi. Houthi menggulingkan pemerintah yang didukung Saudi dari Sanaa pada akhir tahun 2014 dan telah berperang melawan aliansi militer yang dipimpin Saudi sejak tahun 2015, konflik yang telah menewaskan ratusan ribu orang dan membuat 80% penduduk Yaman bergantung pada bantuan kemanusiaan.
Lihat Juga :