China Target 2030 Jadi Superpower AI

Selasa, 25 Agustus 2020 - 11:12 WIB
loading...
A A A
"Selain itu, China unggul dalam jumlah. Angkatan Laut China lebih banyak dibandingkan Angkatan Laut AS. Kualitas beberapa peralatannya juga tidak begitu jauh tertinggal," kata Davis. "Tak ada jaminan AS dan sekutunya mampu mengalahkan China," tambahnya.

Selama dua tahun terakhir, AS dan China telah terlibat dalam berbagai sengketa, mulai dari perdagangan, hak asasi manusia, teknologi, hingga wilayah "abu-abu". Tapi, ketegangan ini terkadang menurun ketika terjadi pergantian kepemimpinan di AS.

Kesuksesan China mengembangkan AI karena melakukan kolaborasi di semua lini untuk mengembangkan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dengan ambisi menjadi negara superpower di bidang tersebut pada 2030. China menggelar sektor pemerintah, swasta, investor dan akademisi untuk mendorong target menjadi kekuatan besar di bidang AI. Mereka membangun ekosistem yang kuat untuk menjadikan AI sebagai basis kehidupan di semua lini di masyarakat. (Baca juga: Zulhas Sebut Gaya Kepemimpinan Amien Rais Ibarat Pesawat)

Beijing juga memberikan target dan skenario dalam pengembangan AI. Sejak 2016, Pemerintah China mengumumkan komitmen untuk Internet Plus Artificial Intelligence Plan (2016-2018) dengan fokus untuk mengembangkan AI agar meningkatkan ekonomi. New Generation Artificial Intelligence Development Plan diluncurkan Dewan Negara China pada 2017 dengan investasi USD150 miliar pada industri kecerdasan buatan dengan target jadi superpower AI pada 2030.

Tahun ini, Industri AI China diperkirakan akan menghasilkan USD150,8 miliar dan menjadikan Beijing sebagai negara maju. China berencana mengembangkan industri AI dengan nilai lebih dari USD754 miliar dan menjadi China sebagai pemimpin global pada 2025. Kemudian pada 2030, China menjadi menjadi pusat inovasi AI dan menjadi superpower dengan nilai pendapatan dari sektor tersebut mencapai USD1,5 triliun. (Lihat videonya: Pelaku Ganjal ATM Babak Belur Dihakimi Massa di Banten)

China juga memiliki fokus pengembangan AI yakni Mengintegrasikan sistem AI mulai dari kendaraan berjaringan, pelayanan robot, pesawat nirawak, sistem diagnosis medis, sistem identifikasi video, sistem interaksi suara, produk rumah. Kemudian, China melakukan konsolidasi piranti lunak dan piranti keras, seperti sensor dan platform open source. China juga mengembangkan pabrik dan industri berbasis AI dengan standar pengujian dan hak kekayaan intelektual dengan memperhatikan keamanan jaringan dan infrastruktur jaringan.

Selain militer, China menggunakan AI untuk kepentingan sipil. AI digunakan untuk meningkatkan kemampuan industri sipil, seperti teknologi komunikasi, hingga mobil dan lain sebagainya. (Muh Shamil)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Direktur CIA: Dunia...
Direktur CIA: Dunia Terancam dengan Senjata Nuklir Digital yang Didukung AI
China akan Bawa AI ke...
China akan Bawa AI ke Setiap Ruang Kelas, dari SD hingga Universitas
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
Media Pemerintah China:...
Media Pemerintah China: Jepang Benar-benar Simulasikan Serangan terhadap Kapal Induk Liaoning
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
AI for Life: Ketika...
AI for Life: Ketika Kampus Mulai Bicara Etika, Bukan Sekadar Teknologi
Penembakan di Pusat...
Penembakan di Pusat Kesejahteraan Remaja Jerman Tewaskan Setidaknya 6 Orang
Nah, Israel Tangkap...
Nah, Israel Tangkap Pria AS karena Jadi Mata-Mata untuk Iran
Rekomendasi
Inggris vs Meksiko di...
Inggris vs Meksiko di 16 Besar Piala Dunia 2026, Tuchel Waspadai Tipisnya Oksigen Azteca
Harry Kane Lewati Pele,...
Harry Kane Lewati Pele, Kini Bidik Rekor Messi di Piala Dunia
Sebastian Beccacece...
Sebastian Beccacece Mundur Setelah Ekuador Tersingkir di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
AS Pertimbangkan Tarik...
AS Pertimbangkan Tarik Pasukan dari Arab Saudi, Berseteru Gara-gara Perang Iran
Israel Ancam Serang...
Israel Ancam Serang Iran Ketiga Kalinya Meski Sedang Negosiasi dengan AS
Tetangga Indonesia Ini...
Tetangga Indonesia Ini Beli Lagi 24 Rudal Canggih Hellfire AS, Harganya Rp401 Miliar
Helikopter Angkatan...
Helikopter Angkatan Laut AS Jatuh di Laut Arab, 1 Awak Hilang, Ditembak Iran?
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan...
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan Trump Bertambah Rp25 Triliun
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved