alexametrics

Pria Irak Ini Disebut Gantikan al-Baghdadi sebagai Pemimpin ISIS

loading...
Pria Irak Ini Disebut Gantikan al-Baghdadi sebagai Pemimpin ISIS
Pemimpin kelompok ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi, muncul dalam video bulan April 2019 lalu. Foto/REUTERS
A+ A-
MOSUL - Seorang pria Irak bernama Abdullah Qardash disebut telah ditunjuk pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi sebagai penggantinya. Laporan ini berasal dari media propaganda kelompok tersebut, Amaq.

Jika terkonfirmasi, langkah itu dapat menunjukkan bahwa kesehatan al-Baghdadi semakin memburuk. Pemimpin kelompok teroris paling dicari di dunia itu dilaporkan terluka dalam pertempuran dan terakhir muncul dalam sebuah video pada akhir April 2019.

Amaq melaporkan pada Selasa malam bahwa al-Baghdadi menunjuk Abdullah Qardash sebagai penggantinya. Dia merupakan warga Telafar dekat Mosul, Irak utara, yang berasal dari Turkmenistan.



Mosul menjadi wilayah terakhir yang diduduki ISIS sebelum direbut kembali oleh pasukan Irak yang dibantu koalisi internasional yang dipimpin Amerika Serikat (AS).

Senasib dengan al-Baghdadi, Qardash pernah ditahan oleh pasukan AS di Irak setelah penggulingan rezim Saddam Hussein tahun 2003.

Qardash telah menjadi komisaris agama untuk kelompok al-Qaeda sebelum bergabung dengan Islamic State atau ISIS. Mengutip laporan Anadolu, Sabtu (10/8/2019), Qardash menyambut al-Baghdadi di Mosul ketika kota itu jatuh ke kelompok ISIS pada tahun 2014.

Dalam rekaman video April 2019, al-Baghdadi mengatakan ISIS telah meluncurkan perang gesekan yang ditahbiskan oleh Tuhan. Pengumuman itu menyusul kekalahan ISIS oleh milisi Kurdi yang didukung koalisi pimpinan AS di Suriah timur dan pembunuhan banyak petingginya oleh pasukan AS.

Al-Baghdadi, yang berusia 40-an tahun, terlihat duduk dalam video berdurasi 18 menit. Di video itu, dia tidak menunjukkan tanda-tanda kesehatannya yang memburuk.
(mas)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak