Kremlin: Rusia Tidak Memiliki Ilusi tentang Trump

Sabtu, 27 Juli 2024 - 16:10 WIB
loading...
Kremlin: Rusia Tidak...
Rusia tidak memiliki ilusi mengenal Donald Trump. Foto/EPA
A A A
MOSKOW - Donald Trump mungkin berpikiran jernih dalam hal sejarah Rusia, tetapi ia memulai "perlombaan sanksi" dengan Moskow. Demikian diungkapkan juru bicara Presiden Vladimir Putin, Dmitry Peskov.

Dalam wawancara Fox News awal minggu ini, Trump menunjukkan bahwa "mesin perang" Rusia mengalahkan Napoleon dan Hitler, jadi menghentikan konflik Ukraina harus menjadi prioritas baginya jika terpilih kembali.

Sementara itu, mantan menteri luar negerinya, Mike Pompeo, menguraikan "rencana perdamaian Trump" di Wall Street Journal yang tampaknya bertentangan dengan posisi kandidat Republik yang sebenarnya.

Mengomentari kedua hal tersebut, Peskov memuji Trump karena "mengetahui sejarah secara mendalam" yang tampaknya tidak diketahui oleh banyak orang Amerika lainnya, tetapi tetap menyatakan bahwa ia masih "merupakan perwakilan elit politik AS yang kini jelas-jelas menderita Russophobia total."

"Tentu saja, kami melihat artikel ini dan berbagai pernyataan lainnya. Kami tidak pernah memakai kacamata berwarna merah muda," kata Peskov kepada wartawan.

Sekretaris pers Kremlin mengingatkan wartawan bahwa AS memberlakukan "sejumlah besar sanksi" terhadap Rusia selama masa kepresidenan Trump, jadi "tidak ada banyak perbedaan" antara dirinya dan politisi Amerika lainnya, dari sudut pandang Moskow.

Baca Juga: Apa itu DEI? Istilah yang Digunakan Partai Republik untuk Menyerang Kamala Harris

"Ia menunjukkan sedikit lebih banyak kebijaksanaan dalam hal menjaga saluran dialog, tetapi ini tidak banyak memengaruhi apa pun," Peskov menyimpulkan.

Opini Pompeo menyalahkan konflik Ukraina pada "kelemahan" presiden AS saat ini, Joe Biden, dan menuduhnya meninggalkan Ukraina "tanpa sarana untuk menang" dan "tidak memiliki strategi untuk menang."

Menurut mantan kepala Departemen Luar Negeri tersebut, rencana perdamaian melalui kekuatan akan melibatkan revitalisasi ekonomi AS; penerapan "sanksi nyata" terhadap Rusia; pembentukan blok anti-Iran di Timur Tengah; "revitalisasi" NATO; dan pemberian peralatan militer "pinjam-sewa" senilai USD500 miliar kepada Ukraina, sambil mencabut semua pembatasan penggunaannya.

Persyaratan yang diusulkannya untuk mengakhiri konflik Ukraina melibatkan pembekuan garis depan saat ini tanpa mengakui "pendudukan dan klaim aneksasi" Rusia, menyerahkan cadangan bank sentral Rusia yang dibekukan kepada Ukraina sebagai ganti rugi, "demiliterisasi" Krimea, dan mengakui Kiev sebagai anggota NATO dan UE, yang setelah itu sanksi terhadap Rusia dapat dicabut secara bertahap.

Selama pemerintahan Trump pertama, Pompeo mengepalai CIA dan kemudian Departemen Luar Negeri. Dia tidak terlibat dalam kampanye Trump tahun 2024 dan tidak ada indikasi bahwa usulannya mencerminkan pemikiran kandidat Republik tersebut dalam mengakhiri konflik.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
Analis Israel: Netanyahu...
Analis Israel: Netanyahu Pembohong yang Dipermalukan Trump dalam Kesepakatan AS-Iran
Trump T1 Phone Ternyata...
Trump T1 Phone Ternyata HTC U24 Pro Buatan China: Ini Bukti Teardown-nya
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Trump Ingin Buru-Buru...
Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran, Tak Menunggu 19 Juni
Rekomendasi
Glory Harimas Sihombing...
Glory Harimas Sihombing Jadi Tersangka Baru Korupsi MBG
Muktamar NU Harus Jadi...
Muktamar NU Harus Jadi Momentum Pemurnian, Bukan Arena Perebutan Kekuasaan
Soal Pengadaan 21 Ribu...
Soal Pengadaan 21 Ribu Motor Listrik Era Dadan Hindayana, Begini Kata BGN
Berita Terkini
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved