alexametrics

Trump dan PM Pakistan Bahas Cara Akhiri Perang Afghanistan

loading...
Trump dan PM Pakistan Bahas Cara Akhiri Perang Afghanistan
Presiden AS Donald Trump bertemu dengan PM Pakistan Imran Khan. FOTO/Reuters
A+ A-
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Pakistan Imran Khan di Gedung Putih, Senin (22/7) waktu setempat. Dalam pertemuan itu dibahas upaya untuk mengakhiri perang Afghanistan.

Meski mengaku bisa memenangkan perang itu dengan singkat, namun Trump tak mau menempuh opsi tersebut. "Saya bisa memenangkan perang itu dalam seminggu. Afghanistan akan terhapus dari muka bumi secara harfiah dalam 10 hari. Saya tidak ingin menempuh rute itu, saya tidak ingin membunuh 10 juta orang," tutur Trump, seperti dikutip dari RT.

"Kami telah berada di sana selama 19 tahun, dan kami telah bertindak sebagai polisi, bukan tentara," kata Trump, seraya menambahkan bahwa ia telah menarik pasukan AS dari solusi soal konflik Afghanistan.



Trump ingin mengakhiri keterlibatan militer AS di Afghanistan dan melihat kerja sama dengan Pakistan sebagai hal penting untuk setiap kesepakatan guna mengakhiri perang. Ia juga ingin memastikan negara itu tidak menjadi basis bagi kelompok-kelompok militan, seperti ISIS.

Sesungguhnya, hubungan AS dan Pakistan sendiri terbilang rumit. Tahun lalu, Trump memangkas jutaan dolar bantuan keamanan ke Islamabad, yang dituduh sebagai tempat berlindung yang aman bagi kaum militan. Pakistan dengan tegas membantah tuduhan itu.

Washington ingin Islamabad menekan Taliban Afghanistan dan menciptakan gencatan senjata permanen. AS juga ingin Pakistan berpartisipasi aktif dalam pembicaraan dengan pemerintah Afghanistan.

Khan mengatakan kepada Trump, bahwa hanya ada satu solusi untuk Afghanistan. “Saat ini adalah yang paling dekat dengan perjanjian damai," kata Khan. Ia berharap dalam beberapa pekan mendatang pemerintah Afghanistan akan setuju untuk mengarahkan pembicaraan dengan Taliban.
(esn)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak