Hanya Pilot yang Selamat dari Kecelakaan Pesawat di Nepal
Rabu, 24 Juli 2024 - 21:45 WIB
loading...
A
A
A
“Pesawat itu dijadwalkan menjalani perawatan selama satu bulan mulai Kamis… Tidak jelas mengapa pesawat itu jatuh,” kata kepala pemasaran Saurya Airlines, Mukesh Khanal, seperti dilaporkan kantor berita Reuters.
Bandara Kathmandu ditutup sementara setelah kecelakaan itu, namun dibuka kembali dalam beberapa jam.
Nepal telah dikritik karena catatan keamanan udaranya yang buruk. Pada bulan Januari 2023, setidaknya 72 orang tewas dalam kecelakaan Yeti Airlines yang kemudian dikaitkan dengan pilotnya yang secara keliru memutus aliran listrik.
Itu adalah kecelakaan udara paling mematikan di Nepal sejak tahun 1992, ketika seluruh 167 orang yang berada di dalam pesawat Pakistan International Airlines tewas ketika pesawat tersebut jatuh saat mendekati Bandara Kathmandu.
Saruya Airlines mengoperasikan penerbangan ke lima tujuan di Nepal, dengan armada tiga jet Bombardier CRJ-200, menurut situs web perusahaan.
Bandara Kathmandu ditutup sementara setelah kecelakaan itu, namun dibuka kembali dalam beberapa jam.
Nepal telah dikritik karena catatan keamanan udaranya yang buruk. Pada bulan Januari 2023, setidaknya 72 orang tewas dalam kecelakaan Yeti Airlines yang kemudian dikaitkan dengan pilotnya yang secara keliru memutus aliran listrik.
Itu adalah kecelakaan udara paling mematikan di Nepal sejak tahun 1992, ketika seluruh 167 orang yang berada di dalam pesawat Pakistan International Airlines tewas ketika pesawat tersebut jatuh saat mendekati Bandara Kathmandu.
Saruya Airlines mengoperasikan penerbangan ke lima tujuan di Nepal, dengan armada tiga jet Bombardier CRJ-200, menurut situs web perusahaan.
(ahm)
Lihat Juga :