alexametrics

Lag-lagi, Tentara AS Terbunuh dalam Aksi di Afghanistan

loading...
Lag-lagi, Tentara AS Terbunuh dalam Aksi di Afghanistan
Para tentara Amerika Serikat patroli di dekat pangkalan Tentara Nasional Afghanistan di Provinsi Logar, 7 Agustus 2018. Foto/REUTERS/File Photo
A+ A-
KABUL - Seorang tentara Amerika Serikat (AS) kembali terbunuh "dalam aksi" di Afghanistan, Sabtu (13/7/2019). Tentara tersebut jadi korban terbaru ketika Amerika Serikat mencoba untuk mencapai kesepakatan damai dengan Taliban.

Tentara yang tewas tercatat sebagai anggota ke-10 militer AS yang terbunuh tahun ini di Afghanistan.

"Nama anggota layanan yang terbunuh 'dalam aksi' ditahan sampai 24 jam setelah pemberitahuan keluarga terdekat selesai," kata Resolute Support, misi NATO yang dipimpinan di Afghanistan, dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip AFP.



NATO tidak memberikan perincian tambahan tentang apa yang terjadi, termasuk maksud dari keterangan "dalam aksi" yang menewaskan tentara Amerika. Belum ada kelompok pemberontak yang mengklaim bertanggung jawab atas kematian tentara tersebut.

Pada bulan lalu, dua tentara AS tewas dalam serangan yang diklaim oleh Taliban. Namun, pasukan AS dan Afghanistan terus melakukan operasi harian terhadap kelompok gerilyawan tersebut.

AS sekarang memiliki sekitar 14.000 tentara di Afghanistan, bekurang dari jumlah awalnya yang mencapai sekitar 100.000 personel. Sebagian besar dari mereka dikerahkan untuk melatih dan memberi nasihat kepada pasukan Afghanistan.

Dalam hampir 18 tahun sejak invasi pimpinan AS untuk menggulingkan Taliban pada akhir 2001, hampir 2.300 tentara Amerika tewas dan lebih dari 20.400 orang terluka.

Presiden Donald Trump menginginkan agar tentara Amerika hengkang dari Afghanistan sesegera mungkin. Utusan khusus Trump, Zalmay Khalilzad, juga mendorong untuk tercapainya perjanjian damai yang akan memungkinkan pasukan internasional ditarik dari negara tersebut.
(mas)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak