alexametrics

Haftar Perintahkan Pasukannya Serang Kapal-kapal Turki di Libya

loading...
Haftar Perintahkan Pasukannya Serang Kapal-kapal Turki di Libya
Khalifa Haftar, mantan jenderal yang memimpin Tentara Nasional Libya (LNA). Foto/REUTERS/Esam Omran Al-Fetori/File Photo
A+ A-
TRIPOLI - Tentara Nasional Libya (LNA) kubu Jenderal Khalifa Haftar memerintahkan pasukannya untuk menyerang kapal-kapal dan kepentingan Turki di negara itu. LNA menuduh Turki telah terlibat aktif dalam pertempuran di negeri warisan Muammar Gaddafi.

"Perintah telah diberikan kepada angkatan udara untuk menargetkan kapal-kapal dan perahu-perahu Turki di perairan teritorial Libya," kata juru bicara LNA, Jenderal Ahmad al-Mesmari.

"Turki menyediakan penutup udara menggunakan drone selama invasi milisi ke kota Gharyan," lanjut dia, seperti dikutip AFP, Sabtu (29/6/2019) malam.



Juru bicara LNA itu menuduh Turki membantu pasukan rival Haftar—Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA)—merebut kota Gharyan, sekitar 100 kilometer (sekitar 60 mil) barat daya Tripoli.

Situs-situs Turkey Strategic, perusahaan milik negara Turki yang berada di Libya dinyatakan sebagai target yang sah oleh pasukan LNA.

LNA Haftar, yang menguasai Libya timur dan sebagian besar selatan negara itu, melancarkan serangan untuk merebut Ibu Kota Libya, Tripoli, pada awal April lalu.

Libya terperosok dalam kekacauan sejak pemberontakan rakyat yang didukung NATO menggulingkan dan menewaskan diktator Muammar Gaddafi pada 2011. Banyak milisi bersenjata berlomba-lomba untuk menguasai negara kaya minyak tersebut.

Haftar, seorang pensiunan jenderal yang ikut serta dalam pemberontakan terhadap Gaddafi, melancarkan serangan pada Mei 2014 untuk membersihkan Libya dari kelompok Islamis yang ia sebut sebagai "teroris".

"Semua warga negara Turki di wilayah Libya akan ditangkap dan semua penerbangan ke dan dari Turki akan dilarang," imbuh Jenderal al-Mesmari.

Dia tidak menjelaskan bagaimana larangan penerbangan bisa berlaku untuk daerah yang tidak di bawah kendali Haftar.
(mas)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak