Turki Balik Tuding Prancis Mainkan Permainan Berbahaya di Libya

Selasa, 23 Juni 2020 - 20:37 WIB
loading...
Turki Balik Tuding Prancis...
Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Presiden Turki Recep Tayyep Erdogan. Prancis dan Turki berselisih terkait krisis di Libya. Foto/Ekathimerini
A A A
ANKARA - Turki mengecam presiden Prancis Emmanuel Macron atas komentarnya terkait dukungan Ankara untuk pemerintah Libya yang diakui secara internasional.

"Emmanuel Macron menyebut dukungan Turki bagi pemerintah Libya yang diakui secara internasional sebagai 'permainan berbahaya' hanya bisa dijelaskan sebagai 'kemerosotan akal'," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Turki Hami Aksoy dalam sebuah pernyataan.

"Dengan mengabaikan hak-hak sah Turki di Mediterania Timur dan mendukung ambisi maksimalis, Prancis hanya meningkatkan ketegangan di kawasan itu alih-alih mempromosikan perdamaian dan stabilitas," tambahnya seperti dikutip dari Anadolu, Selasa (23/6/2020).

Menuduh Paris terlibat dalam kekacauan di Libya, Aksoy mengatakan bukan Turki, tetapi Prancis yang memainkan permainan berbahaya.

Dia mendesak Prancis dan Macron untuk berhenti mempertaruhkan keamanan dan masa depan Libya, Suriah serta Mediterania Timur dan sebaliknya menggunakan saluran dialog yang ada.

Setelah pertemuan dengan Presiden Tunisia Kais Saied di Paris, Macron mengkritik Ankara atas dukungannya bagi pemerintah Libya terhadap jenderal pemberontak Khalifa Haftar, yang didukung oleh Prancis, Mesir, Uni Emirat Arab (UEA) dan Rusia. (Baca: Intevensi Libya, Macron Sebut Turki Mainkan 'Permainan Berbahaya' )

Libya telah dilanda perang saudara sejak penggulingan mendiang penguasa Muammar Gaddafi pada 2011. Pemerintah baru negara itu didirikan pada 2015 di bawah perjanjian yang dipimpin PBB, tetapi upaya penyelesaian politik jangka panjang gagal karena serangan militer oleh kekuatan Haftar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Baykar dan Leonardo...
Baykar dan Leonardo Kembangkan Drone MUM-T yang Jadi Andalan Perang Masa Depan
Trump Geram pada Netanyahu...
Trump Geram pada Netanyahu karena Kritik Rencana AS Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
Eks Jubir Rumah Sakit...
Eks Jubir Rumah Sakit Israel: Dokter Zionis Selamatkan Nyawa Erdogan atas Permintaan Mossad
Mengapa Turki Jual Sistem...
Mengapa Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA? Ini Alasan Utamanya
Ini Reaksi 9 Pemimpin...
Ini Reaksi 9 Pemimpin Negara NATO setelah Menerima Hadiah Pistol dari Erdogan
Rusia Terbuka Jika Turki...
Rusia Terbuka Jika Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA
Rebut Harta Karun Dinasti...
Rebut Harta Karun Dinasti Assad, Prancis Pulangkan Aset Rp1 Triliun ke Suriah!
Feri Tua Membawa 133...
Feri Tua Membawa 133 Orang Terbalik di Pantai Atlantik, 66 Orang Masih Hilang
Mengapa Blokade Houthi...
Mengapa Blokade Houthi terhadap Arab Saudi Bisa Kacaukan Pasokan Minyak Dunia?
Rekomendasi
PFII Ditargetkan Beroperasi...
PFII Ditargetkan Beroperasi Tahun Ini, Purbaya Bocorkan Penentuan Lokasi
9 Jaksa Mulai Bekerja...
9 Jaksa Mulai Bekerja Tangani Kasus Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah
Dituding Egois, Jennifer...
Dituding Egois, Jennifer Coppen Ungkap Alasan Justin Hubner Lewatkan Final Piala Dunia
Berita Terkini
Seorang Tentara AS Tewas...
Seorang Tentara AS Tewas di Irak Saat Buang Amunisi Drone Iran yang Jatuh
AS Tak Dapat Lindungi...
AS Tak Dapat Lindungi 50.000 Pasukannya di Timur Tengah dari Persenjataan Iran yang Besar
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
Waspada! AS Rencanakan...
Waspada! AS Rencanakan Perang yang Lebih Luas dengan Iran
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved