alexametrics

Iran Ogah Perang Tapi Akan Merespon Jika AS Langgar Wilayah

loading...
Iran Ogah Perang Tapi Akan Merespon Jika AS Langgar Wilayah
Presiden Iran Hassan Rouhani menegaskan pihaknya tidak ingin berperang dengan AS. Foto/Istimewa
A+ A-
TEHERAN - Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan Iran tidak pernah mencari perang dengan Amerika Serikat (AS). Hal itu diungkapkan Rouhani saat berbicara dengan koleganya dari Prancis, Presiden Emmanuel Macron.

"Iran tidak memiliki minat untuk meningkatkan ketegangan di kawasan dan tidak pernah mencari perang dengan negara mana pun, termasuk (AS)," kata Rouhani kepada Macron seperti dikutip AFP dari kantor berita Iran, IRNA, Rabu (26/6/2019).

"Kami selalu berkomitmen untuk perdamaian dan stabilitas regional dan akan melakukan upaya dalam hal ini," tegas Presiden Iran itu kepada Macron.



Meski begitu, Rouhani menyatakan Iran akan merespon dengan tegas jika AS berulang kali melanggar perbatasan.

"Jika Amerika sekali lagi ingin melanggar wilayah udara Iran atau memasuki perairan Iran, Angkatan Bersenjata Iran akan menentang mereka dan memberikan tanggapan tegas," kata Rouhani seperti disitir dari Sputnik.

Pembicaraan antara Rouhani dan Macron terjadi di tengah lonjakan ketegangan antara Iran dan AS pasca sebuah drone ditembak jatuh Teheran. Kedua negara pun terlibat perang kata-kata.

Presiden AS Donald Trump mengatakan ia membatalkan serangan balasan terhadap Iran pada menit terakhir, menolak klaim Teheran bahwa pesawat itu berada di wilayah udaranya.

Namun tekanan meningkat minggu ini dengan Trump mengumumkan sanksi terhadap pemimpin tertinggi Iran dan pejabat tinggi. Langkah-langkah itu adalah yang terbaru terhadap Teheran sejak Trump menarik diri dari perjanjian nuklir antara Iran dan kekuatan dunia.

Rouhani menyalahkan Amerika Serikat atas ketegangan regional. "Jika Washington tetap berpegang pada kesepakatan nuklir kita akan menyaksikan perkembangan positif di kawasan itu," ujarnya.

Iran mengumumkan pada bulan Mei bahwa mereka akan menangguhkan dua janjinya di bawah kesepakatan nuklir 2015, memberikan pihak-pihak yang tersisa dalam perjanjian dua bulan untuk membantunya menghindari sanksi AS.

Pada hari Selasa, pejabat tinggi keamanan Teheran mengatakan Iran akan "secara paksa" mengurangi komitmen lebih lanjut mulai 7 Juli.
(ian)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak