Ketegangan di Laut China Selatan Memanas, Sentimen Anti-China Meningkat di Filipina

Kamis, 04 Juli 2024 - 09:01 WIB
loading...
A A A

Bentrokan di Laut China Selatan


Para etnis Tionghoa ini menempati posisi sentral dalam perdagangan dan pertanian komersial di tingkat provinsi dan lokal Filipina. Mereka juga mendominasi dunia korporat. Mereka telah membantu mendirikan sekolah dan yayasan amal, serta membangun Pecinan tertua di dunia; Binondo, sejak didirikan tahun 1594.

Namun, kesetiaan mereka kepada Filipina dipertanyakan oleh warga pribumi karena masalah etnis Tionghoa mereka, dan sikap cenderung bungkam atas perilaku agresif Beijing terhadap Manila di Second Thomas Shoal, sebuah terumbu karang di Laut China Selatan.

Pada 17 Juni lalu, bentrokan hebat terjadi antara anggota Angkatan Laut Filipina dan Coast Guard China di Second Thomas Shoal, tempat terdamparnya kapal era Perang Dunia II, Sierra Madre.

Baca Juga: Sengketa Laut China Selatan Memanas, Kapal Induk China Dekati Filipina

Dalam bentrokan ini, pasukan Coast Guard China melukai personel Angkatan Laut Filipina dan merusak kapal mereka dengan kapak, parang, serta palu.

Seorang anggota Angkatan Laut Filipina kehilangan ibu jari dalam bentrokan tersebut. Filipina juga menuduh personel Coast Guard China telah menjarah serta merusak peralatan mereka, termasuk senjata api dan perahu karet.

Insiden ini semakin menanamkan sentimen anti-China di kalangan warga pribumi Filipina. Sentimen anti-China ini terlihat di media sosial, yang mengindikasikan semakin lebarnya jurang pemisah antara dua komunitas di Filipina.

Sebuah survei terbaru oleh WRNumero, sebuah perusahaan jajak pendapat independen, terhadap 1.765 warga Filipina di daerah perkotaan dan pedesaan, menemukan tingkat ketidakpercayaan yang tinggi terhadap etnis China dibandingkan anggota komunitas lain.

Menurut survei tersebut, 58,3 persen warga mengatakan mereka tidak percaya kepada etnis Tionghoa, sementara 13,4 persen mengatakan mereka sangat tidak percaya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Standar Keselamatan...
Standar Keselamatan Kendaraan Listrik Baru China Lebih Ketat!
MoU Ditandatangani,...
MoU Ditandatangani, Iran Nyatakan Kemenangan Atas AS
Momen PM Inggris Keir...
Momen PM Inggris Keir Starmer Tak Kuasa Menahan Tangis saat Umumkan Mundur
Rekomendasi
Timnas Amerika Serikat...
Timnas Amerika Serikat Dapat Jalur Relatif Mudah ke Semifinal Piala Dunia 2026
Tim Hukum Merah Putih:...
Tim Hukum Merah Putih: Tawaran RJ untuk Roy Suryo dan Dokter Tifa Bukan Ajakan Jokowi
Pecahkan Rekor Piala...
Pecahkan Rekor Piala Dunia, Gol Bersejarah Lionel Messi Tuai Perdebatan
Berita Terkini
Menteri Zionis Tolak...
Menteri Zionis Tolak Gencatan Senjata: Lebanon Seharusnya Jadi Arena Bermain Israel
Penembakan Guncang Lingkungan...
Penembakan Guncang Lingkungan Yahudi Montreal, 3 Orang Tewas, Termasuk Pelaku
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Infografis
Sejumlah Pabrik di China...
Sejumlah Pabrik di China Mulai Stop Produksi Akibat Tarif AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved