alexametrics

Situasi Memanas, Bahrain Minta Warganya Tinggalkan Iran dan Irak

loading...
Situasi Memanas, Bahrain Minta Warganya Tinggalkan Iran dan Irak
Ilustrasi bendera Bahrain. Foto/Anadolu
A+ A-
MANAMA - Pemerintah Bahrain pada hari Sabtu menerbitkan travel advisory untuk Iran dan Irak dan meminta warganya untuk segera meninggalkan kedua negara itu. Imbauan itu dikeluarkan setelah ketegangan antara Teheran dan Washington memanas.

"Arahan ini terkait dengan situasi yang tidak stabil di kawasan itu dan meningkatnya eskalasi serta ancaman terhadap keamanan dan stabilitas baru-baru ini," bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri setempat yang dirilis Kantor Berita Bahrain.

Selama beberapa minggu terakhir, ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Teheran telah memanas ketika Washington mengerahkan Kelompok Tempur Kapal Induk USS Abraham Lincoln dan sejumlah pesawat pengebom jarak jauh B-52 ke Timur Tengah.



Pengerahan persenjataan perang itu diklaim sebagai respons ancaman dari Iran terhadap pasukan AS dan kepentingannya di Timur Tengah.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Mohammad Javad Zarif telah menepis kemungkinan pecahnya perang antara negaranya dengan AS. Komentar serupa sebelumnya juga telah disampaikan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Zarif yang hendak mengakhiri kunjungannya di Beijing mengatakan Teheran tidak menginginkan konflik.

"Tidak akan ada perang karena kita juga tidak menginginkan perang, juga tidak ada orang yang punya ide atau ilusi yang bisa dihadapi Iran di kawasan tersebut," kata Zarif kepada IRNA yang dilansir Reuters, Minggu (19/5/2019).
(mas)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak