China Usir Eks Menhan Jenderal Li Shangfu dari Partai Komunis karena Korupsi

Jum'at, 28 Juni 2024 - 10:25 WIB
loading...
China Usir Eks Menhan...
Jenderal Li Shangfu, mantan menteri pertahanan China, dikeluarkan dari Partai Komunis China karena terlibat korupsi. Foto/REUTERS
A A A
BEIJING - Mantan Menteri Pertahanan (Menhan) China Jenderal Li Shangfu telah dikeluarkan dari Partai Komunis China (CCP) yang berkuasa. Alasannya, dia dianggap sudah menyebabkan kerusakan besar pada perjuangan partai melalui berbagai pelanggaran termasuk dugaan korupsi.

Li dipecat sebagai Menhan China pada bulan Oktober lalu, hanya tujuh bulan menjabat, setelah lama menghilang dari publik—menjadi salah satu contoh paling menonjol dari serangkaian penghilangan pejabat tingkat tinggi dari kalangan militer dan politik China.

Stasiun televisi negara China, CCTV, dalam laporan terpisah mengatakan bahwa pendahulu Li, Wei Fenghe, juga telah dikeluarkan dari CCP dan diserahkan ke jaksa atas tuduhan korupsi.

Baca Juga: Rusia-Korut Teken Pakta Saling Bantu Jika Diserang, China Bungkam

Presiden China Xi Jinping telah melancarkan kampanye tanpa henti melawan korupsi sejak berkuasa lebih dari satu dekade lalu.

Para pendukungnya mengatakan bahwa upaya tersebut menjamin pemerintahan yang bersih, namun para para kritikus berpendapat bahwa hal ini juga berfungsi sebagai sarana bagi Xi untuk menyingkirkan saingan politiknya.

Politbiro pemimpin senior Partai Komunis China yang berkuasa hari ini memutuskan bahwa Li telah mengkhianati misi awalnya dan kehilangan semangat dan prinsip partainya, menurut laporan CCTV.

"Dia secara serius mencemari lingkungan politik dan etos industri di bidang peralatan militer, dan menyebabkan kerusakan besar pada perjuangan partai, pertahanan nasional, dan pembangunan angkatan bersenjata," lanjut laporan tersebut, yang dilansir AFP, Jumat (28/6/2024).

Li diduga melakukan suap, dituduh menyalahgunakan posisinya untuk mengambil sejumlah besar uang sebagai imbalan atas bantuan dan menyuap orang lain.

"Dia juga secara ilegal mencari keuntungan personel untuk dirinya sendiri dan orang lain," lanjut laporan CCTV.

"Sifat (pelanggarannya) sangat parah, dampaknya sangat mengerikan, dan kerugian yang ditimbulkannya sangat besar."

Hilangnya Li selama berbulan-bulan dari pandangan publik pada tahun lalu memicu rumor tentang masa depan politiknya.

Dia telah melakukan perjalanan ke konferensi keamanan di Rusia pada bulan Agustus dan beberapa hari kemudian mengadakan pertemuan dengan Presiden Belarusia Alexander Lukashenko, menurut foto-foto yang dibagikan.

Namun, dia kemudian menghilang selama beberapa bulan hingga pemecatannya dikonfirmasi pada bulan Oktober.

Pemecatannya menyusul pemecatan dramatis Menteri Luar Negeri Qin Gang pada Juni tahun lalu.

Keberadaan dan kondisi Qin masih belum diketahui, dan Kementerian Luar Negeri di Beijing kembali menolak menjawab pertanyaan tentang dia minggu ini.

Presiden Xi pekan lalu mengulangi janjinya untuk memberantas korupsi di angkatan bersenjata dalam pidatonya di pertemuan Komisi Militer Pusat.

Dia mendesak para petinggi China untuk “memberantas tanah dan kondisi di mana korupsi tumbuh subur (dan) memperluas kedalaman dan luasnya perjuangan anti-korupsi”, menurut laporan media pemerintah.

Xi juga meminta militer untuk memperkuat pengawasan menyeluruh terhadap kader senior dalam menjalankan tugas dan menggunakan kekuasaannya.

China dan negara-negara tetangganya telah berselisih dalam beberapa bulan terakhir mengenai klaim teritorial di Laut China Selatan yang disengketakan.

China juga mengadakan latihan perang di sekitar Taiwan, pulau dengan pemerintahan sendiri yang diklaimnya sebagai bagian dari wilayahnya dan berjanji akan merebutnya suatu hari nanti, dengan kekerasan jika diperlukan.

Xi mengatakan tentara China harus selalu berani berperang dan menang, dan menambahkan bahwa situasi di dunia, negara, partai, dan tentara sedang mengalami perubahan yang kompleks dan besar.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Viral, Robot China Ini...
Viral, Robot China Ini Mengemis di Jalan untuk Bayar Listrik
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
China Desak BRICS Berani...
China Desak BRICS Berani Melawan Barat: Akses Mineral Strategis Bakal Dikunci
Kapal Penangkap Ikan...
Kapal Penangkap Ikan Tenggelam di Lepas Pantai Busan, 2 Awak Asal Indonesia Hilang
Venezuela Luluh Lantak...
Venezuela Luluh Lantak Diguncang 2 Gempa Dahsyat, Ini Pemicunya?
Rekomendasi
Jangan Jadi Korban!...
Jangan Jadi Korban! Ini Strategi Melawan Hoaks Lowongan Kerja yang Wajib Diketahui
KPK Belum Menahan Eks...
KPK Belum Menahan Eks Sekjen MPR Ma'ruf Cahyono usai Pemeriksaan, Ini Alasannya
Tunisia vs Belanda:...
Tunisia vs Belanda: Awas Tergelincir Oranje
Berita Terkini
Negara NATO Ini Bakal...
Negara NATO Ini Bakal Melarang Kumandang Azan
Selat Hormuz Bergejolak...
Selat Hormuz Bergejolak Lagi, Iran Serang Kapal Berbendera Singapura
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Infografis
Pasukan Israel Usir...
Pasukan Israel Usir Pasien dari Rumah Sakit Indonesia di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved