Meningkatnya Polusi Udara di China Perparah Angka Kematian Masyarakat

Rabu, 26 Juni 2024 - 08:41 WIB
loading...
A A A
"China memulai dengan beberapa angka yang sangat besar, dan angka tersebut terus menurun seiring berjalannya waktu," kata Christi Schroeder, manajer sains kualitas udara di IQAir, sebuah perusahaan teknologi kualitas udara asal Swiss.

Kadar PM2.5


Satu dekade lalu, China dipuji karena mengambil langkah-langkah mengurangi polusi udara setelah ibu kotanya, Beijing, dinobatkan sebagai ibu kota kabut asap dunia. Namun, pencapaian itu tidak bertahan lama karena banyak kota di China ditemukan gagal memenuhi standar WHO dan pemerintah nasional.

Baca Juga: Bakar 4 Miliar Ton Batu Bara Per Tahun, Komitmen Iklim China Masih Sangat Minim

"Sayangnya, keadaan telah berubah," ucap Glory Dolphin Hammes, kepala eksekutif IQAir untuk Amerika Utara.

China telah mengandalkan tenaga termal untuk memenuhi kebutuhan energi domestik, yang menyebabkan peningkatan dalam ekstraksi dan impor batu bara.

Meningkatnya ketergantungan pada bahan bakar fosil merupakan masalah utama, kata Yanzhong Huang, peneliti senior untuk kesehatan global di Council on Foreign Relations yang berpusat di Washington DC, Amerika Serikat (AS).

"Meningkatnya ketergantungan pada tenaga batu bara tidak hanya menggagalkan upaya pengendalian polusi China, tetapi juga membahayakan tujuannya untuk mencapai puncak emisi pemanasan iklim pada 2030," tutur Yanzhong Huang.

Sekitar 80 persen dari semua ibu kota provinsi di China mengalami peningkatan kadar PM2.5, sementara hampir setengahnya gagal memenuhi standar nasional.

Peningkatan emisi yang disebabkan manusia merupakan kontributor utama terhadap meningkatnya kadar polutan udara di China pada tahun 2023, kata Pusat Penelitian Energi dan Udara Bersih (CREA) yang berpusat di Finlandia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perang Iran Terus Berkobar,...
Perang Iran Terus Berkobar, China Tuding AS Bawa Timur Tengah ke Jurang Maut
Operasi Siber China...
Operasi Siber China Diduga Targetkan Uyghur, Tibet, Hong Kong, dan Taiwan
Jepang Bentuk Badan...
Jepang Bentuk Badan Intelijen Baru untuk Pertama Kalinya sejak Perang Dunia II, Ini 5 Alasannya
Siapa Zhang Zhidong?...
Siapa Zhang Zhidong? Warga China yang Dituduh sebagai Raja Fentanyl Meksiko
Persaingan Memanas,...
Persaingan Memanas, China Membangun Replika Kapal Perang AS untuk Latihan Tembak Rudal
Ditutup-tutupi selama...
Ditutup-tutupi selama 1 Bulan, 2 Pilot China Tewas saat Latihan Perang
Kritik Baru terhadap...
Kritik Baru terhadap Putusan Arbitrase Laut China Selatan: Perspektif Realisme
Heboh! Polisi Geledah...
Heboh! Polisi Geledah Rumah Eks Wamen, 375 Kg Emas Batangan Ditemukan
Warren Buffett Setop...
Warren Buffett Setop Donasi ke Gates Foundation usai Kasus Epstein Mencuat
Rekomendasi
Mengulik Pemicu Fenomena...
Mengulik Pemicu Fenomena Financial Anxiety dan Lipstick Effect di Tengah Tekanan Ekonomi
Prabowo Kumpulkan Menteri...
Prabowo Kumpulkan Menteri hingga Kepala Lembaga ke Istana, Ada Apa?
Dongkrak Ekonomi Perdesaan,...
Dongkrak Ekonomi Perdesaan, 10 Asosiasi Desa Dukung Kopdes Merah Putih
Berita Terkini
10 Negara Eropa Ini...
10 Negara Eropa Ini Bersatu Bangun Perisai Rudal Balistik, Apakah Efekif Hadapi Misil Rusia?
Deretan 25 Pemimpin...
Deretan 25 Pemimpin Dunia yang Sampaikan Belasungkawa atas Kematian Sheikh Hamad
Mantan PM Yordania Sebut...
Mantan PM Yordania Sebut Perang Iran dan AS Tak Ada Gunanya
Kirim Video ke Agen...
Kirim Video ke Agen Intelijen Iran, Tentara Israel Ini Dipenjara selama 5 Tahun
Juni Jadi Bulan Paling...
Juni Jadi Bulan Paling Mematikan bagi Ukraina sejak 2022, Apa Pemicunya?
Mantan Pasukan Khusus...
Mantan Pasukan Khusus AS Bawa Paspor China Ini Ditangkap di Perbatasan Nepal dan India, Siapa Jordan Brown?
Infografis
6 Negara yang Memiliki...
6 Negara yang Memiliki Angkatan Udara Terkuat di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved