Sara Netanyahu Tuding Para Pemimpin Militer Israel Berupa Kudeta Suaminya

Rabu, 26 Juni 2024 - 06:23 WIB
loading...
Sara Netanyahu Tuding...
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersama istrinya Sara. Foto/Kremlin
A A A
TEL AVIV - Istri Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu, Sara Netanyahu, menuduh para pejabat tinggi militer berupaya mengatur kudeta terhadap suaminya.

Tuduhan ini dilontarkan dalam pertemuan tertutup pekan lalu dengan beberapa keluarga warga Israel yang ditawan di Jalur Gaza, surat kabar Israel Haaretz melaporkan pada Selasa (25/6/2024).

Menurut Haaretz, “Sara Netanyahu mengatakan pasukan Israel berusaha melakukan kudeta militer terhadap suaminya."

Laporan tersebut menambahkan, ketika beberapa anggota keluarga sandera di Gaza menyela, yang menyatakan dia tidak dapat mengklaim ketidakpercayaannya pada militer Israel, dia mengklarifikasi bahwa "ketidakpercayaannya hanya berlaku untuk tokoh senior militer, bukan (militer Israel) secara keseluruhan," dan menegaskan lebih dari sekali bahwa "petinggi militer ingin melakukan kudeta".

Sara Netanyahu bukan satu-satunya anggota keluarga PM Israel yang menuduh para pemimpin militer. Putranya, Yair Netanyahu, membuat tuduhan serupa awal bulan ini.

Pada 17 Juni, Yair menuduh militer dan dinas keamanan Shin Bet melakukan "pengkhianatan" selama operasi militer yang dilakukan gerakan Palestina Hamas pada 7 Oktober.

"Apa yang mereka coba sembunyikan? Jika tidak ada pengkhianatan, lalu mengapa mereka takut pihak eksternal dan independen menyelidiki apa yang terjadi?" tulis dia di X.

"Mengapa kepala militer dan intelijen terus mengklaim Hamas terhalang? Di mana Angkatan Udara pada 7 Oktober?" ujar dia.

Seorang juru bicara "yang berbicara atas nama Netanyahu" menolak laporan tersebut, dengan menyatakan, "wabah kebocoran palsu, tendensius, dan terus-menerus tentang Nyonya Netanyahu merupakan ketidakadilan yang keji," menurut Haaretz.

Perpecahan yang Tumbuh


Ketegangan meningkat antara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan militer mengenai kelayakan melenyapkan Hamas dan tidak adanya rencana pascaperang yang komprehensif untuk Gaza.

Netanyahu dan kantornya secara konsisten menekankan tujuan utama perang adalah untuk membubarkan Hamas.

Namun, mereka belum membahas masalah tata kelola di Jalur Gaza setelah konflik berakhir, kekhawatiran yang menurut militer harus diselesaikan.

Daniel Hagari, juru bicara tentara Israel, mengungkapkan sentimen ini dalam wawancara dengan Channel 13 pada tanggal 19 Juni, dengan menyatakan, “Hamas tidak dapat dihancurkan. Hamas adalah sebuah ide. Mereka yang berpikir bahwa Hamas dapat dihilangkan adalah salah.”

Dalam pernyataan yang dianggap sebagai komunikasi yang tidak biasa dan langsung dari militer kepada para pemimpin politik Israel, Hagari menambahkan, “Apa yang dapat kami lakukan adalah menumbuhkan sesuatu yang baru untuk menggantikan Hamas. Siapa orangnya? Apa orangnya? Itu keputusan para pemimpin politik.”

Genosida yang Sedang Berlangsung


Saat ini sedang diadili di Mahkamah Internasional (ICJ) atas tuduhan genosida terhadap warga Palestina, Israel telah melancarkan perang yang menghancurkan di Gaza sejak 7 Oktober.

Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, 37.658 warga Palestina telah tewas, dan 86.237 warga lainnya terluka dalam genosida oleh Israel yang sedang berlangsung di Gaza sejak 7 Oktober.

Selain itu, 11.000 orang tidak diketahui keberadaannya, diduga tewas di bawah reruntuhan rumah mereka di seluruh Jalur Gaza.

Organisasi Palestina dan internasional mengatakan mayoritas dari mereka yang tewas dan terluka adalah wanita dan anak-anak.

Baca juga: Hamas Persenjatai Diri Lagi dari Bom Israel yang Belum Meledak di Gaza
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Peretas Retas Perusahaan...
Peretas Retas Perusahaan Pertahanan Israel IMCO, Dokumen Rahasia Militer Israel Bocor
Meski Wilayahnya Dicaplok...
Meski Wilayahnya Dicaplok Zionis, Presiden Suriah Tidak Tertarik Perang Melawan Israel
Iran Klaim Hancurkan...
Iran Klaim Hancurkan 11 Pesawat Militer dan Bunuh 200 Tentara AS, Sebut Data Pentagon Bohong
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Dicopot dari Jabatannya atas Tuduhan Pelecehan Seksual Bermotif Politik
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
MUI Tegaskan Dukung...
MUI Tegaskan Dukung Kemerdekaan Palestina: Kita Menolak Terhadap Genosida dan Islamophobia
Menlu Indonesia dan...
Menlu Indonesia dan 7 Negara Islam Kecam Tindakan Provokatif Israel di Masjid Al-Aqsa
Perceraian Abad Ini,...
Perceraian Abad Ini, Taipan Korsel Bayar Harta Gana-Gini Rp11,5 Triliun ke Mantan Istri
Rekomendasi
Kaesang Tantang Puan...
Kaesang Tantang Puan di Pileg 2029, Ganjar Yakin Jateng Tetap Kandang Banteng
Baru Ditunjuk Latih...
Baru Ditunjuk Latih Jerman, Jurgen Klopp Langsung Ancam Mundur, Ada Apa?
Menakar Masa Depan di...
Menakar Masa Depan di Balik Dana Abadi Daerah
Berita Terkini
Indonesia Cs Serukan...
Indonesia Cs Serukan Korut Denuklirisasi, Adik Kim Jong-un: Bodoh dan Tolol!
Awalnya Merevisi, AS...
Awalnya Merevisi, AS Umumkan 18 Tentara Tewas dan 624 Lainnya Luka dalam Perang Melawan Iran
Ini Rudal Kheibar Shekan...
Ini Rudal Kheibar Shekan Iran yang Obrak-abrik Pangkalan AS: Misil Murah tapi Lebih Akurat
Anak 6 Tahun Meninggal...
Anak 6 Tahun Meninggal dalam Uji Coba Rekayasa Gen di China: Bayar Rp14 Miliar, Diinfus Triliunan Virus
Jenderal Iran: Negara-negara...
Jenderal Iran: Negara-negara di Seluruh Dunia yang Bantu AS Akan Jadi Target Sah
Negara NATO Tembak Jatuh...
Negara NATO Tembak Jatuh Drone dengan Jet Tempur F-16, Protes Keras Rusia
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved