Jet Tempur Siluman F-22 Raptor AS Capai Tonggak Sejarah 500.000 Jam Terbang

Selasa, 18 Juni 2024 - 09:28 WIB
loading...
A A A
Sensor canggih memungkinkannya mendeteksi ancaman dari jarak jauh, sementara desain silumannya memungkinkannya mendekat tanpa terdeteksi.

Kemampuan jelajah supernya memungkinkannya melampaui ancaman, dan vektor daya dorongnya memungkinkannya mengungguli lawan mana pun dalam pertempuran jarak dekat.

Selama Latihan Northern Edge di Alaska pada bulan Juni 2006, F-22 unggul dalam simulasi pertempuran, menjatuhkan 108 musuh tanpa kerugian apa pun.

Namun, produksi F-22 berakhir pada tahun 2008 setelah kurang dari 200 unit dibuat.

Dalam wawancara tahun 2019 di Fighter Pilot Podcast, pensiunan Kolonel Angkatan Udara Terry “Stretch” Scott memuji kontrol penerbangan F-22, dan menggambarkannya sebagai “fenomenal".

Dia ingat bahwa manual operator asli mendorong pilot untuk mengoperasikan pesawat dengan “sembrono”, yang mencerminkan keyakinan akan kemampuannya.

Meskipun ada perubahan pada manual selama beberapa dekade sejak penerbangan pertama F-22, Scott menekankan bahwa semangat dan efektivitas Raptor tetap teguh.

Berasal dari latar belakang menerbangkan pesawat tempur generasi keempat seperti F-15, Scott terpesona oleh kelincahan F-22. Dia menggambarkannya sebagai hal yang “menggiurkan”, terutama dalam interaksi visual.

Bahkan ketika menghadapi F-22 lain dalam manuver ofensif, Scott mencatat betapa mengesankannya kemampuan manuver pesawat tersebut, dan menyoroti keunggulannya dalam skenario pertempuran udara.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Rekor! Polisi Australia...
Rekor! Polisi Australia Sita 3 Ton Kokain Senilai Rp10,2 Triliun
Rekomendasi
Membangun Revolusi Pembiayaan...
Membangun Revolusi Pembiayaan Sosial Nasional Tanpa Membebani APBN
SIG Sulap 60 Ton Sampah...
SIG Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Pakan Ternak, Peternak di Aceh Hemat 60%
Taufik Hidayat Pelaku...
Taufik Hidayat Pelaku Penganiayaan Sadis Ditangkap di Majalaya
Berita Terkini
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Infografis
Krisis Kepercayaan pada...
Krisis Kepercayaan pada F-35 Dorong Eropa Kembangkan Jet Tempur Gen 6
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved