alexametrics

Tolak Brexit, Sejuta Orang Turun ke Jalan Tuntut Referendum Baru

loading...
Tolak Brexit, Sejuta Orang Turun ke Jalan Tuntut Referendum Baru
Massa turun ke jalan di London, Inggris, menolak Brexit dengan menuntut referendum baru. Foto/RTE
A+ A-
LONDON - Diperkirakan sebanyak satu juta orang turun ke jalan-jalan di London, pada hari Sabtu (23/3/2019), menentang Inggris keluar dari Uni Eropa atau Brexit. Mereka menuntut referendum baru soal Brexit.

Massa bermunculan di jalan-jalan London dengan berbagai spanduk penolakan Brexit."Kesepakatan terbaik bukanlah Brexit," bunyi salah satu spanduk. "Kami menuntut suara rakyat," bunyi spanduk lainnya.

Sebuah petisi yang menuntut pembatalan Brexit sudah memperoleh lebih dari 4 juta tanda tangan hanya dalam tiga hari setelah Perdana Menteri Inggris Theresa May mengatakan kepada publik; "Saya di pihak Anda atas Brexit". PM May mendesak para anggota parlemen untuk mendukung kesepakatan Brexit.



Aksi massa turun ke jalan dimulai dengan membentangkan spanduk besar di Westminster Bridge yang bertuliskan "Cinta sosialisme, benci Brexit".

Aksi itu diorganisir oleh sebuah kelompok yang menamakan dirinya "Left Block (Blok Kiri)" yang didukung oleh anggota parlemen Parta Buruh, termasuk Clive Lewis dan Kate Osamor dan anggota parlemen Partai Hijau Caroline Lucas. Serikat buruh juga ikut mendukung.

Massa akan berjalan dari Park Lane ke Parliament Square, di mana rapat diadakan.

Di Parliament Square, wakil pemimpin Partai Buruh Tom Watson mengatakan kepada massa; "Pada setiap kesempatan kita telah diabaikan."

"Pada setiap tahap, Theresa May telah (mengabaikan) berlipat dua daripada menjangkau," ujarnya.

"Dia telah membuat mustahil bagi siapa pun yang peduli tentang pekerjaan, tentang solidaritas di dalam dan luar negeri, tentang persahabatan lintas batas dan antarkomunitas untuk mendukung Brexit tersebut," katanya, dikutip RTE, Minggu (24/3/2019).
(mas)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak